Archive for Februari, 2009

Omong kosong menatar belajar aktif melalui ceramah tentang belajar aktif!

Februari 1, 2009

51885388hoderoschmetterlinghttpwwwpbasecomerichmanglimage51885388

Proyek demi proyek penataran guru dan kepala sekolah setiap tahun hanya menghamburkan dana negara. Ini terjadi karena umumnya pelatihan guru didominasi ceramah para tutor, bahkan ada yang dimulai dari Pukul 9.00 pagi sampai dengan Pukul 9.00 malam. Kerja individual atau kelompok dalam porsi waktu terbatas cenderung tertuju ke membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan silabus. Itu memang perlu tapi hanya demi kepentingan administratif.

Padahal, jumlah tetek-bengek urusan administrasi guru sudah mencapai angka 24. Gila benar cara kerja orang Indonesia! Sepengetahuan saya belum ada negara lain di dunia yang “mengalahkan” rekor beban administrasi guru Indonesia. Tugas administratif menjadi fokus kepala sekolah, pengawas, dan pembina Dinas Pendidikan di daerah untuk mempermainkan tongkat komando penanda cengekraman kekuasaannya kepada guru, sang pahlawan tanpa tanda jasa. Pengawas yang datang ke sekolah tidak masuk ke ruang kelas untuk mengamati cara guru mengajar dan memberi advis yang relevan. Malah, yang diminta pertama kali adalah di mana RPP sesuai KTSP? Tunjukkan! Dan, mengalirlah serapah kritik tak berujung pangkal! Itu hanyalah demonstrasi inkompetensi pengawas!


larangan-2sbelen1

Dampaknya adalah pola mengajar tradisional guru malah memperkuat kesalahan yang dibuat orang tua dalam mendidik anak seperti terlihat pada gambar ini.

Tradisi pengajaran tradisional zaman baheula tak bisa dihentikan. Karena itu, beberapa tahun lalu, dalam penataran guru, kepala sekolah, dan pengawas sering saya lontarkan guyonan: “Kita goreng saja para pengawas di wajan dengan minyak panas. Lalu, kita keluarkan dan mudah-mudahan mereka menjadi manusia baru.” Di Inggris pada awal tahun 1990-an, profesi pengawas dihapus dalam sistem pendidikan Inggris. Karena, pengawaslah yang menjadi penghambat inovasi, padahal job description tugasnya adalah membina guru.

Pengawaslah yang menjadi “penghalang” gelombang semangat guru melakukan pendekatan belajar aktif yang sudah dimulai sejak tahun 1970-an. Jika seorang pengawas tidak berkunjung ke sekolah, kata guru-guru Inggris: “Nobody says, I miss my supervisor!” (Tak ada guru yang bilang ia kangen pengawas agar cepat berkunjung ke sekolah). Pemerintah Inggris memutuskan, OK, siapa yang mau menjadi pengawas silahkan. Tapi, pemerintah tak mau membayar. Kalau guru dan kepala sekolah merasa Anda seorang yang ahli dan kompeten, mereka dipersilahkan mengundang dan membayar Anda. Nah, dipilihlah mantan pengawas sekitar 200 orang yang berkedudukan di ibukota dan tugas mereka hanyalah melakukan audit keuangan sekolah sekali per tahun. Tamatlah profesi pengawas di Inggris.

imagesphphttpimageskompascomimagesphppathctz2img_1439

Perilaku pengawas kita cenderung seperti terlihat di dunia militer.

Di Indonesia banyak pengawas yang telah bertransformasi menjadi fasilator bagi guru setelah mendapatkan bantuan profesional melalui program Sistem Pembinaan Profesional (SPP) CBSA yang dimulai di Cianjur pada tahun 1979, kerja sama ODA Pemerintah Inggris melalui The British Council dengan Pusat Kurikulum Balitbang Depdikbud. Gelombang gerakan ini terhenti pada awal tahun 1990-an karena kesalahpahaman yang terjadi di internal Depdikbud. Gerakan ini kembali dihidupkan melalui program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)-Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di tingkat SD, yang digerakkan oleh Unicef dan Unesco bekerja sama dengan Depdiknas sejak tahun 1999. Kini berbagai LSM internasional seperti US-Aid, Aus-aid, Save the Children, World Vision, Plan International, Compassion Indonesia, Bank Dunia, dan sederet LSM lain telah berkiprah mendorong gelombang gerakan inovasi ini. Dan, gerakan ini telah masuk ke dalam sistem beberapa unit utama Depdiknas dan dinas pendidikan di wilayah sasaran.

Bulan November 2008 lalu, kami terlibat dalam program Save the Children untuk menatar guru, kepala sekolah, dan pengawas di Pulau Bacan, Maluku Utara. Di bulan Januari 2009 ini kami menatar lagi guru dan kepala sekolah dari wilayah Pulau Seram dan Ambon bersama Pak Mohammad Miftahudin dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children. Para pengawas kali ini tak ikut karena mereka telah mengikuti penataran terdahulu.

Berikut ini kami sajikan oleh-oleh foto sebagai bahan refleksi dan pemercik gagasan kita bersama.

p1000871

Menggunakan balon, sedotan, lem, dan spidol untuk menciptakan sebuah objek yang indah menurut kelompok.

p1000772

Lebih baik menggunakan kartu untuk belajar matematika daripada berjudi.

p10005511

Lokakarya mengembangkan kurikulum berbasis sekolah yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berciri pendekatan belajar aktif.

p1000721

Variasi dalam bentuk lingkaran besar juga penting dilakukan, terutama untuk kegiatan icebreaker.

p1000698

Kerja sama kelompok antara yang tua dan yang muda, antara kepala sekolah dan guru, antara laki-laki dan wanita, dan antara orang yang beragama berbeda.

p1000870

Setiap orang berpartisipasi memberikan sumbangan gagasan dan uluran tangan menciptakan suatu objek atau bangunan yang indah.

p1010097

Menggambar orang-orangan pada kertas lebar yang dilem sebagai starting point tema “Diri Saya”

p1010083

Sebelumnya, buatlah garis-garis berpetak untuk menghitung luas tubuh.

p10100961

Kepala sekolah ini tak jaga gengsi. Ia langsung membuat garis-garis dengan spidol besar.

p10008891

Peserta bebas memilih tempat mengerjakan tugas kelompok. Kalau bisa belajar di luar kelas, mengapa memaksa anak duduk manis, dengar, catat, dan hafal di dalam kelas?

p1000967

Versi teks gubahan guru dari lirik lagu “Naik-naik ke puncak gunung” untuk mengajarkan matematika.

p1000959

Guru dilatih membuat poster yang dipajang di ruang kelas. Inilah poster lagu “Oh Maluku” yang digubah untuk mendorong rekonsiliasi masyarakat Maluku pasca-kerusuhan!

p1000932

Ibu Poppy Siahaya dari Masohi, Seram sedang menilai kompetensi menanam tanaman dalam pot dengan menggunakan indikator-indikator kompetensi.

p1000933

Dimulai dari mengamati dan menilai daun, kemudian batang, tanah, tunas, dan keserasian tanaman dengan pot.

p1000579

Sabar, Pak. Main gitarnya nanti ya! Sekarang bekerja dulu.

p1000853

Langsung catat pada pajangan sebelum lupa.

p10005801

Kelompok ini paling senang memilih bekerja di pondok mungil yang indah di area Baguala Resort.

p1000881

Melakukan wawancara di cafe untuk mencatat data perkembangan keuntungan cafe di sebelah kolam renang ini.

p1000905

Melaporkan hasil kerja kelompok melatih berbagai kompetensi berkomunikasi.

pic_1414

Pengalaman dari penataran akan mendorong guru meminta anak tampil di depan kelas guna melatih keberanian anak.

Ruang di depan kelas hendaknya tidak digunakan untuk menghukum anak bernyanyi, atau menyetrap anak, atau dipermalukan melalui kritik guru yang menjatuhkan semangat anak. Karena, dampaknya adalah disuruh maju ke depan akan menjadi ‘doa’ anak setiap hari agar jangan sampai ia dipanggil untuk dipermalukan di depan teman-temannya.

p1000920

Peserta melepas kepenatan dengan berenang di kolam renang satu-satunya yang dibangun di Baguala untuk anak-anak Kota Ambon. Pemilik hotel ini mengabdikan diri untuk mendorong perlindungan hak-hak anak. Dangke Ibu!

pic_1447

Pohon sagu tidak pernah ditanam. Tumbuh sendiri. Manusia hanya diminta mengolahnya menjadi aneka-makanan. Tanaman pakis yang berharga mahal di Jakarta tumbuh seperti rerumputan di hutan. Mau buat sayur tinggal ambil saja di belakang rumah. Ikan-ikan di laut Maluku begitu beragam dan berlimpah. Manusia hanya diminta menangkap, memasak, dan menghindangkan di meja makan. Air berlimpah selalu berada di areal tanaman sagu. Namun, mengapa orang-orang Maluku beralih makan nasi, daging ayam ras, dan junk food serba instan serta minum air mineral dalam botol plastik? Apa yang salah pada bangsa ini?

pic_1445

Kalau kita inginkan anak berekspresi bebas, mulailah mendorong ekspresi bebas peserta pelatihan. Marie, Wia, dan Lia, nona-nona Ambon manise su siap manyanyi dan badangsa. Kapan katong makan papeda lai? Eh, ternyata makan “lem” pung enak lai! He hehe.

pic_1443

Lihatlah tanaman dengan matamu, ciumlah baunya, rabalah ranting dan daunnya! Semakin banyak indra dipakai semakin lancar kerja otak, semakin mudah kita membangun konsep, membangun makna. Dorong anak agar lebih sering menggunakan tangan kiri untuk memberi stimulus kepada belahan otak kanan!

pic_1441

Ibu-ibu kepala sekolah ini sedang mengamati tanaman dan menjadikan tiang sebagai alas buku catatan. Inilah yang persis akan dilakukan anak di sekolah.

pic_1440

Seumur hidup baru kali ini guru meninggalkan dulu buku pelajaran dan langsung mengamati tanaman di alam. Sambil menghirup oksigen segar, kerja otak lebih lancar.

pic_1437

Serius sekali ibu guru muda ini menggambar tanaman yang diamati. Tugas yang jelas dengan batasan waktu yang pasti membuat siswa memanfaatkan waktu secara efisien.

pic_1436

Pak guru muda ini tak banyak berbicara selama pelatihan. Tetapi, begitu ada kegiatan praktik, ia langsung bertindak dan amat tekun bekerja. Belajar tanpa berbuat sama dengan bercinta tanpa menyentuh. Trims, Pak, su bawa air kasi beta waktu haus, tarlalu lama manyanyi!

pic_1435

Rambut bapak kepala sekolah ini sudah banyak beruban. Tapi, ia benar-benar menunjukkan teladan rajin bekerja dalam kegiatan individual dan berperan serta aktif dalam kegiatan kelompok.

p1010193

Mengajar tidak berarti memberi tahu tetapi membawa anak mendekat, mengamati, dan meraba objek yang dipelajari serta memanipulasinya dalam kegiatan percobaan.

pic_1415

Anak turunan Jawa, anak Papua, dan anak Maluku bekerja sama tanpa prasangka rasial dan agama.

pic_1409

Kegiatan belajar yang baik adalah yang berhasil membuat anak terfokus dan terkonsentrasi berpikir melalui pelibatan aktivitas fisik.

p1010170

Jajan yang dijual di sekolah hendaknya memperhatikan kecukupan gizi anak, bersih, dan tak dihinggapi lalat. Selamat makan, nona!

p1010228

Jika Anda mendambakan generasi masa depan memperhatikan pelestarian lingkungan hidup, mulailah dengan hal sederhana, seperti melatih tiap anak menanam tanaman di pot yang setiap hari disiram! Dan, jangan lupa sediakan tempat cuci tangan dan sabun untuk melatih anak hidup bersih dan sehat!

p1010215

Salam belajar aktif dari katong, anak-anak Maluku!

Foto-foto koleksi Miftahudin & S.Belen

Iklan


1243328602_school-abuse

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Oleh-oleh dari Ambon: Mau aktifkan anak belajar? Aktifkan dulu gurunya!

Februari 1, 2009

p1000868

Belajar tidak selamanya dalam posisi duduk. Mau duduk atau berdiri yang penting belajar. Para guru dan kepala sekolah dalam penataran belajar aktif dilatih bekerja sama dalam kelompok agar mampu menerapkan belajar kelompok di sekolahnya.

p1010254

Orang Ambon dan Maluku gemar bernyanyi, berdansa, dan menari. Potensi ini hendaknya dimanfaatkan untuk menjadikan kegiatan belajar anak dinamis dan menyenangkan. Menurut riset otak: Jika Anda ingin meningkatkan prestasi anak dalam belajar, tambahkan gerakan dalam proses belajar-mengajar. Resep yang amat sederhana tanpa mengeluarkan biaya apa pun. Gratis!

p1000551

Lokakarya yang diselenggarakan Save the Children ini merupakan pemadatan dua tema yang sebenarnya membutuhkan waktu pelatihan 2 minggu (12 hari kerja). Namun, karena peserta bersemangat berpraktik belajar aktif, sasaran menyusun silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan bagaimana menerapkan pendekatan belajar aktif dapat digabungkan dan bisa dikebut dalam waktu 6 hari pelatihan.

pic_1403

Seorang guru muda mengajari kepala sekolah cara mencuci tangan dan mengelap tangan dengan benar.

p1010151

Ini adalah pajangan jaringan tematik dengan memilih kompetensi dasar yang cocok. Dari tiap kompetensi dasar / kompetensi konkret, dikembangkan gagasan-gagasan kegiatan belajar aktif. Kemudian, kegiatan-kegiatan belajar yang terpilih diurutkan dan diperkirakan alokasi waktunya.

p10101501

Guru dapat menggunakan pendekatan dari garis finish ke garis start, dengan menyusun indikator dan penskoran menjadi alat penilaian kompetensi yang berciri kualitatif sebelum mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar untuk mengembangkan / melatih kompetensi itu.

p1010148

Bernyanyi, bermain gitar, dan menari selalu menghiasi kegiatan penataran ini. Peserta tak merasa letih karena musik dan nyanyian menjadi terapi penyegar tubuh dan otak.

p1010072

Bekerja sama membuat jaringan tematik. Kalau bekerja sambil duduk di lantai lebih menyenangkan, mengapa harus duduk tegak di kursi. Jika sebagai guru Anda menerapkan hal ini, anak-anak yang bergaya belajar otak kanan akan bersemangat belajar karena posisi inilah yang lebih mereka senangi.

p1010071

Menempel potongan-potongan kompetensi dasar pada ujung garis-garis panah dari kotak tema di tengah. Kali ini kepala sekolah-lah yang lebih aktif daripada guru.

p1000968

Poster teks lagu yang dinyanyikan dengan irama lagu “Naik-naik ke puncak gunung” untuk belajar matematika.

p1000966

Poster teks lagu untuk mendorong anak agar gemar belajar matematika.

p1000925

Ibu guru ini sedang dinilai dengan menggunakan alat penilaian berisi indikator kompetensi memimpin lagu sebagai dirigen.

p1000711

Suara lebih bagus jika bernyanyi dalam posisi berdiri. Sang dirigen sedang dinilai dengan menggunakan kriteria berikut ini.

memimpin-lagusbelen

Ini adalah contoh alat penilaian yang sesuai dengan indikator-indikator kompetensi memimpin lagu sebagai dirigen. Skor maksimum untuk tiap indikator disesuaikan dengan bobot indikator tersebut.

p1000901

Para guru sedang dilatih kompetensi melakukan wawancara untuk mencari data tentang sejarah berdiri dan perkembangan hotel atau resort ini.

p1000881

Mewawancarai petugas cafe dekat kolam renang untuk mencari data tentang keuntungan yang diperoleh.

p10006981

Bekerja sama membuat sebuah bangunan atau ciptaan yang indah menurut kelompok.

p1000869

Status kepala sekolah dan guru senior untuk sementara dilepas.

p1000854

Belajar aktif sering menuntut aktivitas berpikir tinggi.

p10007951

Belajar sambil minum dan makan makanan kecil. Anak bergaya belajar otak kanan senang belajar sambil makan (ngemil) dan minum. Di sekolah sebaiknya anak diperbolehkan membawa tempat minumnya ke dalam kelas. Kapan saja merasa haus, anak langsung minum air karena otak yang kekurangan air akan lambat bekerja. Sebanyak 80% volume otak terdiri dari air. Di sebuah SD di Kota Sukabumi, Jawa Barat, bahkan di tiap kelas disediakan dispenser. Anak-anak sekelas urunan membeli air isi ulang. Mengapa dalam penataran guru dihidangkan air minum, sedangkan di sekolah para siswa malah menaruh tempat minumnya di luar kelas.

p1000773

Peserta tampak waspada dan bekerja cepat karena waktu yang disedikan untuk kegiatan ini hanya 15 menit. Memberi batasan waktu bagi anak untuk menyelesaikan sebuah kegiatan amat penting untuk memanfaatkan waktu secara efektif. The “enemy” of active learning approach is time, time and time. “Musuh” pendekatan belajar aktif adalah waktu yang tak cukup. Karena itu, pandai-pandailah mencari kiat mempercepat kegiatan anak.

p1000763

Ada yang menunjuk, ada yang membaca, ada yang memegang kertas, dan ada yang menulis. Kerja sama yang serasi!

p1000761

Kadang-kdang perlu diterapkan kegiatan kelompok besar. Namun, pada umumnya kelompok yang terdiri dari lebih dari 6 orang cenderung mengarah ke “masa” atau “crowd”.

p10006261

Tampil menjelaskan hasil kerja kelompok di depan.

p1000620

Tiap orang menyumbang melalui peran yang berbeda.

p10102441

Anak Maluku pasca-kerusuhan sosial menanti uluran tangan inovasi belajar aktif agar berani menatap dan menapaki masa depan yang penuh tantangan dan kejutan. Semoga Dinas Pendidikan meneruskan prakarsa dan rintisan Save the Children ini!

p1010240

Belajar aktif tak memerlukan alat bantu pelajaran yang mahal. Dengan lilin malam saja dapat dilakukan beragam kegiatan belajar aktif yang menarik minat anak.

p1010229

Tanaman dalam pot yang ditanam dan dirawat anak dapat ditaruh di gang depan ruang kelas di SDN Suli, Kabupaten Maluku Tengah.

p1010225

Si nona Ambon manise masih tampak ceria setelah melakukan kegiatan belajar aktif.

p1010217

Berilah kesempatan dan doronglah anak untuk mengekspresikan dirinya secara bebas.

p1010216

Larangan “jangan” atau “tidak boleh” mematikan rasa ingin tahu. kreativitas berpikir, dan kegemaran anak melakukan eksplorasi. Anak-anak akan berekspresi bebas jika merasa aman.

p1010222

Inilah contoh ruang pertemuan sederhana di sekolah yang bersih dan ditata secara menarik. Kampus lembaga pendidikan guru di universitas dapat berkaca kepada para kepala sekolah dan guru SD.

p1010218

Pajanglah karya siswa di ruang guru, di dinding luar kelas, sampai ke ruang kepala sekolah. Betapa bangga anak. Kebanggaan yang bakal terbawa sebagai kenangan manis seumur hidup.

p1010223

Betapa lebih lengkap jika dinas pendidikan mengusahakan perangkat komputer dan jaringan internet di sekolah, dimulai dulu dari kepala sekolah dan para guru.

p1010206

Sebagai fasilitator, guru berkeliling dan membantu anak atau kelompok yang memerlukan arahan dan umpan balik. Kosa kata seperti “bodoh”, “dungu”, “bebal”, “nakal”, “bandel”, “kurang ajar”, apalagi “anjing”, “babi”, “binatang” harus dibuang jauh-jauh, tak boleh terucapkan dari mulut guru dan terdengar telinga anak di ruang kelas dan dalam proses belajar-mengajar.

pic_1420

Bagi lemnya, dong! Lem amat penting untuk belajar aktif. Tak ada lem, pakai saja nasi, bubur, atau getah pohon yang lengket.

pic_1416

Nyong papua dan nona ambon berbaur dalam kerja sama tanpa membedakan asal-usul.

p1010185

Dalam kelas belajar aktif, duduk berbaris seperti ini seharusnya sudah “dimuseumkan”.

p10101791

Kompleks sekolah ini luas. Di halaman sekeliling sekolah perlu ditanami pohon-pohon perindang yang produktif, seperti jambu mente, mangga, asam, nangka. Tiap pohon dengan radius daun rimbun 4 m memberi supply oksigen bagi 10 orang.

p1010178

Toilet sekolah amat penting. Tersedia air dan sabun pencuci tangan dan sebaiknya ada toilet untuk anak pria dan wanita yang terpisah.

p1010172

Katong nona dan nyong Ambon kasi salam untuk anak-anak SD di seluruh Indonesia. Dangke (terima kasih) Save the Children!

Koleksi foto: Miftahudin & S.Belen

Iklan

annie dancing

Pneumonia

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-pneumonia

Kartu nama Yuni 2