Anak-anak SD Maluku berpraktik belajar aktif

pak-agus-praktik-2

Pak Agus Matayani, kepala SD Inpres Siaputih / Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sedang berpraktik mengajar sebagai salah satu kegiatan lokakarya pengembangan KTSP dan belajar aktif yang diselenggarakan Save the Children. Anak-anak SDN 3 Suli yang dekat dengan Kota Ambon sedang mengamati bagian-bagian bunga.

pak-agus-praktik-1

Pak Harlin Suluki dari Save the Children di latar belakang ikut merasa gembira dalam keceriaan anak-anak pasca-kerusuhan sosial yang melanda Maluku

Belajar aktif mendorong anak-anak langsung mengamati dengan melihat, meraba, dan mencium bunga, lalu membuat deskripsi. Rasa ingin tahu anak ditanggapi. Dari mengamati, anak-anak didorong untuk melakukan percobaan menanam tanaman dengan memanipulasi variabel pencahayaan, media tanaman, jenis tanah, atau frekuensi penyiraman.

pak-agus-praktik-3

Ibu guru kelas ini sedang mengamati dari jauh dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children Jakarta sedang mengamati bunga di luar ruang kelas.

Sepulang dari lokakarya ini, Pak Agus Matayani sebagai kepala sekolah bertekad mengajar anak-anak kelas 1 s.d. 6 di sekolahnya di Pulau Seram sambil diamati semua gurunya. Setelah setiap demonstrasi mengajar dengan gaya belajar aktif (PAKEM = Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), para guru dipersilahkan mengeritik apa saja yang masih kurang. Sesudah itu, para guru akan dilatih bersama dalam pelatihan tingkat sekolah (inhouse training) secara berkala. Dalam penerapan di masing-masing kelas, para guru akan terbuka menerima masukan kepala sekolah karena ia sendiri terbuka terhadap kritik membangun.

p1010152

Salah satu pajangan hasil kerja peserta lokakarya. Agar memahami cara belajar anak dan memiliki rasa percaya diri, para guru dan kepala sekolah mengalami kegiatan belajar seperti siswa.

Selamat berkarya terus mengembangkan potensi anak-anak Maluku! Anak-anak Maluku secara alami berotak cerdas karena banyak mengkonsumsi ikan, senang bernyanyi, bermain musik, dan berenang. Cara mengajar guru yang tradisional dengan gaya duduk-dengar-catat-hafal justru membuat potensi anak-anak berotak cerdas terhambat berkembang secara maksimal. Para guru dan kepala sekolah yang mengikuti lokakarya telah bertekad melakukan “pertobatan” untuk menghentikan kekerasan fisik dengan memukul anak atau mengeluarkan kata-kata yang mematahkan semangat anak-anak. Teman-teman, kutunggu janjimu. Janji kita belumlah putus.

p1010257

Para guru dan kepala sekolah peserta lokakarya sedang bernyanyi “Topi Saya Bundar”.

Dalam acara lokakarya, baik di ruang pelatihan maupun di cafe yang menghadap ke teluk di Tabuala Resort, kami terus-menerus bernyanyi hanya dengan modal satu gitar. Kata para guru, “Pak, jangan pancing katong manyanyi! Orang Maluku kalau su mulai manyanyi seng mau barenti.” Mohon maaf ya, katong seng jadi manyanyi dan badangsa di malam terakhir pelatihan karena teman-teman harus membuat silabus dan RPP tematik. He he he. Terima kasih atas suara merdu dan membahana menyanyikan lagu “Mama bakar sagu”, lagu Ambon favoritku.

Foto-foto: Koleksi Muhammad Miftahudin

Tag: , , , , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Anak-anak SD Maluku berpraktik belajar aktif”

  1. astriani Says:

    Tulisan yang bagus, silahkan baca tulisan saya di http://www.astriani.wordpress.com. Terima kasih

  2. Indra Kurniawan Says:

    Jadi ingat masa-masa kecil saya di Ambon😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: