Archive for Januari, 2009

Anak-anak SD Maluku berpraktik belajar aktif

Januari 20, 2009

pak-agus-praktik-2

Pak Agus Matayani, kepala SD Inpres Siaputih / Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sedang berpraktik mengajar sebagai salah satu kegiatan lokakarya pengembangan KTSP dan belajar aktif yang diselenggarakan Save the Children. Anak-anak SDN 3 Suli yang dekat dengan Kota Ambon sedang mengamati bagian-bagian bunga.

pak-agus-praktik-1

Pak Harlin Suluki dari Save the Children di latar belakang ikut merasa gembira dalam keceriaan anak-anak pasca-kerusuhan sosial yang melanda Maluku

Belajar aktif mendorong anak-anak langsung mengamati dengan melihat, meraba, dan mencium bunga, lalu membuat deskripsi. Rasa ingin tahu anak ditanggapi. Dari mengamati, anak-anak didorong untuk melakukan percobaan menanam tanaman dengan memanipulasi variabel pencahayaan, media tanaman, jenis tanah, atau frekuensi penyiraman.

pak-agus-praktik-3

Ibu guru kelas ini sedang mengamati dari jauh dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children Jakarta sedang mengamati bunga di luar ruang kelas.

Sepulang dari lokakarya ini, Pak Agus Matayani sebagai kepala sekolah bertekad mengajar anak-anak kelas 1 s.d. 6 di sekolahnya di Pulau Seram sambil diamati semua gurunya. Setelah setiap demonstrasi mengajar dengan gaya belajar aktif (PAKEM = Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), para guru dipersilahkan mengeritik apa saja yang masih kurang. Sesudah itu, para guru akan dilatih bersama dalam pelatihan tingkat sekolah (inhouse training) secara berkala. Dalam penerapan di masing-masing kelas, para guru akan terbuka menerima masukan kepala sekolah karena ia sendiri terbuka terhadap kritik membangun.

p1010152

Salah satu pajangan hasil kerja peserta lokakarya. Agar memahami cara belajar anak dan memiliki rasa percaya diri, para guru dan kepala sekolah mengalami kegiatan belajar seperti siswa.

Selamat berkarya terus mengembangkan potensi anak-anak Maluku! Anak-anak Maluku secara alami berotak cerdas karena banyak mengkonsumsi ikan, senang bernyanyi, bermain musik, dan berenang. Cara mengajar guru yang tradisional dengan gaya duduk-dengar-catat-hafal justru membuat potensi anak-anak berotak cerdas terhambat berkembang secara maksimal. Para guru dan kepala sekolah yang mengikuti lokakarya telah bertekad melakukan “pertobatan” untuk menghentikan kekerasan fisik dengan memukul anak atau mengeluarkan kata-kata yang mematahkan semangat anak-anak. Teman-teman, kutunggu janjimu. Janji kita belumlah putus.

p1010257

Para guru dan kepala sekolah peserta lokakarya sedang bernyanyi “Topi Saya Bundar”.

Dalam acara lokakarya, baik di ruang pelatihan maupun di cafe yang menghadap ke teluk di Tabuala Resort, kami terus-menerus bernyanyi hanya dengan modal satu gitar. Kata para guru, “Pak, jangan pancing katong manyanyi! Orang Maluku kalau su mulai manyanyi seng mau barenti.” Mohon maaf ya, katong seng jadi manyanyi dan badangsa di malam terakhir pelatihan karena teman-teman harus membuat silabus dan RPP tematik. He he he. Terima kasih atas suara merdu dan membahana menyanyikan lagu “Mama bakar sagu”, lagu Ambon favoritku.

Foto-foto: Koleksi Muhammad Miftahudin

Iklan

Salam dari anak-anak Ambon manise

Januari 20, 2009

anak-ambon-gembira10

Katong nona dan nyong ambon manise kasi salam untuk anak-anak Indonesia di mana sa. Katong samua basudara. Laeng sayang deng laeng. Hari ini katong belajar aktif, manyanyi, bertanya, amati tanaman. Katong senang, guru baik sekali, seng marah-marah. Dari kami anak-anak SDN 3 Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Nicholas Negroponte: “Satu laptop per anak” di negara sedang berkembang

Januari 7, 2009

399px-nicholas_negropontehttpenwikipediaorgwikifilenicholas_negroponte

Nicholas Negroponte seorang profesor MIT, warga Amerika Serikat, lahir tahun 1943, anak Dimitri John, seorang raja kapal Yunani. Ia adalah adik John Negroponte, wakil Menteri Dalam Negeri AS sekarang. Ia berkelana ke beberapa sekolah dan tamat tahun 1961. Selanjutnya ia belajar di MIT di bidang arsitektur dan memfokuskan perhatiannya kepada desain komputer yang praktis. Tamat dari MIT tahun 1966 dan menjadi dosen di MIT sekaligus dosen tamu tiga universitas lain.

Tahun 1967 ia mendirikan MIT’s Architecture Machine Group, sebuah kombinasi lab dan think tank yang mempelajari pendekatan baru terhadap interaksi manusia dengan computer. Tahun 1985 ia mendirikan MIT Media Lab bersama Jerome B. Wiesner. Sebagai direktur ia kembangkan laboratorium sains komputer untuk media baru dan sebuah taman (lapangan) teknologi tinggi untuk menyelidiki interaksi manusia dengan komputer.

Tahun 1992 ia terlibat dalam menciptakan majalah kabel (Wired Magazine) sebagai investor pertama. Dari 1993 – 1998 ia menulis kolom bulanan di majalah itu dan menyumbang berbagai gagasan. Kumpulan tulisan sebagai kolumnis ini dibukukan dalam buku berjudul Being Digital (1995), yang membuatnya terkenal tentang bagaimana menggabungkan dunia interaktif, dunia hiburan, dan dunia informasi. Buku ini menjadi bestseller dan diterjemahkan ke dalam 20 bahasa. Ia adalah seorang optimis digital dan percaya bahwa komputer akan membuat hidup ini lebih baik walaupun ia menjadi sasaran banyak kritik.

angela-after-school

Tahun 2000 ia berhenti sebagai direktur Media Lab dan memfokuskan diri kepada karyanya One Laptop Per Child (OLPC), sebuah lembaga nirlaba, walaupun tetap mempertahankan tugasnya sebagai professor di MIT.

Pada November 2005 pada World Summit on the Information Society di Tunisia, ia melakukan launcing komputer laptopnya yang berharga 100 dollar, untuk mewujudkan impiannya memberi satu laptop per anak di negara-negara miskin.

Ia kawin dengan Elaine dan dianugerahi seorang anak, Dimitri Negroponte.

nicholas-negroponte-one-laptop


Betapa mulia hati seorang akademisi yang lahir dari sebuah keluarga kaya raya. Ia menterjemahkan hasil risetnya untuk membuat anak-anak miskin di negara sedang berkembang bisa tersenyum sambil mengikuti derap langkah supercepat teknologi informasi. Kita menantikan anak bangsa ini yang berhati mulia untuk berbuat baik bagi anak-anak kita yang bernasib kurang menguntungkan. Siapa Negroponte-negroponte Indonesia yang bakal menyusul?

home-pic-2httplaptoporgimageshome-pic-2

Sumber:

httpen.wikipedia.orgwikiNicholas_Negroponte

httpwww.schoolhouse.phhow-to-solve-our-textbook-problems.html

Iklan

42576-173221-5e4776518ba926cebe6272

heart-attack

Sakit jantung koroner

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano jantung koroner

Kartu nama Yuni 2

Pantas, uang dikuburkan untuk menghindari KPK

Januari 5, 2009

koruptor-pengadilan-terakhir

Uang dapat membuka semua pintu

Januari 5, 2009

pengadilan-terakhir-surga-22

Pengumuman di gerbang surga

Januari 5, 2009

surga-anti-suap

Pengadilan yang steril dari suap-menyuap

Januari 5, 2009

pengadilan-terakhir-surga-4

Pengumuman terbaru di dunia akhirat

Januari 5, 2009

jalan-surga-neraka

Pengadilan Tipikor yang paling adil

Januari 5, 2009

pengadilan-terakhir-surga-3

Koruptor yang lolos dari KPK

Januari 5, 2009

pengadilan-terakhir-surga