Harta, tahta, dan wanita

Waktu berkuliah di Universitas Indonesia pada akhir dan awal tahun 1980-an, motto yang didengung-dengungkan teman-teman aktivis mahasiswa UI waktu itu adalah perjuangan melawan tiga ambisi penguasa Orde Baru, dengan slogan tiga anti, yaitu ANTI …

18harta


4

takhta, dan

w-038

wanita

Hampir 30 tahun kemudian, kini saya amati nasib untung dan malang teman-teman aktivis itu setelah berkarya dalam dunia nyata. Teman-teman yang tak tergiur, tak tergelincir, atau memang kebetulan beruntung tak terpapar oleh godaan harta, takhta, dan wanita kini masih bisa gigih berjuang dan vokal berpihak kepada rakyat dan masih terobsesi untuk memajukan Indonesia. Yang saya kenal adalah teman-teman yang kini menyandang gelar akademis tinggi, menjadi dosen, peneliti, pemerhati, dokter, psikolog, motivator, wartawan, pengusaha, dan banyak yang lain. Cukup banyaklah yang masih berkiprah mendorong lokomotif kereta api Indonesia yang kini terseok-seok.

Namun, sayang, kasihan, merasa empati, prihatin, dan aneka-perasaan bercampur baur tatkala kami mengikuti cerita bersambung teman-teman aktivis yang telah tergiur, tergelincir, atau terlalu lama terpapar godaan harta, takhta, dan wanita. Memang ketiga godaan ini saling terkait seperti konsep Molimo orang Jawa. Ibarat virus, terkena yang satu akan berjangkit ke yang lain. Sayang, idealisme waktu mahasiswa, yang menyoraki sikap mental “pesta pora” penguasa Orde Baru yang bergelimang harta, takhta, dan wanita, ternyata kemudian diikuti sendiri. Ibarat pepatah, menelan ludah sendiri.

tangan-panjang

Yang menelan ludah sendiri terbukti dari tindak korupsi yang dilakukan. Mencuri uang negara, uang rakyat seolah uang itu tak bernama, anonim, tak ada yang punya.

Nasib mereka ibarat cuaca yang berubah begitu cepat. Yang punya takhta berupa jabatan, posisi, kedudukan terhormat disuruh turun dari takhta dan diganti orang lain. Diharuskan mengembalikan uang negara yang dicuri. Jika tidak mampu dilakukan, hartanya disita untuk negara. Dipenjara sekian tahun. Runtuhlah semua kejayaan yang dibangun sekian lama. Habis, ludes, dan malu. Kalau takhta dan harta sudah tak ada mana mungkin terpikirkan menikmati wanita?

Memang, sungguh benar kata mutiara yang saya hafal “luar kepala” sejak SMP dulu: UANG DAPAT MEMBUKA SEMUA PINTU, kecuali …

35_stairway_to_heaven_by_jim_warren

pintu


6723360-lghttpphotonetphotodbphotophoto_id6723360

surga.

(The Door of Shiva: httpphoto.netphotodbphotophoto_id=6723360)

Iklan

tumblr_mkx4lngz0S1qcwhkeo4_250

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: