Gugatan terhadap pendewaan pikiran

hati-pendorong-tindakan

Dalam pelatihan guru, jika saya bertanya apa yang diperoleh siswa setelah belajar selama 1 semester atau 1 tahun di sekolah? Pastilah, guru-guru ramai-ramai menjawab: “Pengetahuan, ilmu!”

Benarkah yang perlu didewakan di sekolah adalah transmisi ilmu pengetahuan? Pengamatan terhadap perilaku manusia yang didukung oleh hasil riset psikologi dan neurosains (ilmu tentang otak) menunjukkan, bahwa hati seseoranglah yang lebih mendorongnya bertindak, bukan pikiran atau rasio. Para nabi yang datang ke dunia ini sebenarnya berorientasi dan terfokus kepada sasaran mengubah dan mendorong hati manusia agar bertindak dan berperilaku yang etis. Pikiran atau rasio juga dibahas para nabi, tetapi itu hanyalah dalam kerangka mengubah hati manusia. Terkadang kata-kata yang digunakan adalah “pikiran” tapi secara implisit sebenarnya yang dimaksudkan adalah hati. So what? Lalu, apa yang harus dilakukan untuk membongkar tradisi sekolah, tradisi pendidikan yang salah selama ini?

Tag: , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Gugatan terhadap pendewaan pikiran”

  1. masedlolur Says:

    BENCHMARKING!

    BELUM CUKUP?

    TANYAKAN PADA RUMPUT YANG BERGOYANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: