Cerita tentang anak Batak

Dalam pelajaran IPS-Sejarah di sebuah SD Jakarta, pak guru orang Jawa dengan nada suara keras seperti membentak bertanya kepada Ucok: “Siapa yang menyusun UUD 1945?” Ucok kaget sampai tak bisa bicara. Pak guru mengulang pertanyaan yang sama dengan suara bentakan benaran. Ucok langsung menjawab sambil menggerakkan kedua tangannya tanda tak setuju sambil gemetaran: “Bukan saya, Pak! Bukan saya, Pak!” Pak guru mengulangi lagi pertanyaan yang sama, memaksa Ucok untuk menjawab yang benar. Ucok pun kehilangan akal dan menangis. Bahkan, sampai di rumah ia tetap menangis sampai terisak-isak.

Ayahnya yang orang Batak bertanya, “Cok, mengapa kau menangis?” Tentu saja dengan aksen logat orang Batak. Ucok pun mengadu: “Bapak, masa’ pak guru menuduh saya menyusun UUD 45!”

Ayahnya dengan enteng malah berujar: “Cok, Cok, kita kan orang perantauan. Mengaku sajalah!”

(Itulah yang terjadi jika guru bertanya dengan suara membentak, lalu orang tua malah tak membela anaknya).

Sumber cerita: Ujang Sukandi

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: