Leonardo da Vinci, jenius serba-bisa yang sulit tertandingi

copy-of-800px-study_of_a_tuscan_landscape

Lukisan awal Leonardo yang diketahui, Lembah Arno (1473)


leonardo-jenius1leonardo-jenius-2

Leonardo da Vinci sering saya gunakan sebagai ilustrasi tokoh yang menggambarkan betapa kreativitas otak manusia dapat dikembangkan tanpa batas. Ia memperlihatkan betapa otak manusia sebenarnya berpikir radial seperti sebuah bolham lampu yang memancarkan sinar ke segala arah.

Sejauh ini literatur tentang kemampuan otak manusia menyiratkan bahwa tokoh seperti Leonardo da Vinci dan Albert Einstein paling-paling mengembangkan potensi otaknya maksimal hanya sampai 5%. Terbanyak dari kita hanya mampu mengembangkan kapasitas otak kita sekitar 0,001%.

Melalui perkembangan studi ilmu dan teknologi di perguruan tinggi yang semakin terkotak-kotak, makin terkompartementalisasi, terkapling kecil-kecil, agaknya sulit bagi tokoh iptek dan seniman zaman globalisasi ini yang dapat menyamai prestasi Leonardo da Vinci. Sayang, padahal potensi kreativitas otak manusia itu tak berbatas, tak bertepi.

einsteini191photobucketcom

Otak Albert Einstein. “Satu bagian esensial kreativitas adalah tidak takut gagal”, kata Einstein.

Kehidupan Leonardo da Vinci penuh dengan inspirasi tetapi juga dengan ketakbahagiaan. Dalam seluruh hidupnya ia melewati waktu-waktu keputusasaan, namun ia juga menemukan kemuliaan ketika ia diterima di Florence sebagai seorang pelukis besar pada waktu itu. Sementara hanya beberapa karyanya saja yang dapat kita nikmati sampai sekarang, dan sementara hidupnya yang panjang sering terisi dengan kesedihan, kepada kita diwariskan karya-karya Leonardo yang amat indah. Beberapa lukisan Leonardo dan banyak tulisan / sketsanya tersebar ke berbagai tempat. Salah satu tulisannya Codex Leicester bahkan dibeli dengan harga $ 30 juta oleh milyuner Bill Gates. Meskipun kita tak dapat membeli karya-karyanya, namun cetakan dua karya agungnya, yaitu “Perjamuan Terakhir” dan ”Mona Lisa” dapat kita beli dan pasang di rumah kita.

wjajah-mona-lisa-leonardo-da-vinciLeonardo da Vinci (15 April14522 Mei1519) adalah seorang polymath, ahli beragam cabang ilmu. Ia dikenal sebagai ilmuwan, matematikawan, insinyur, penemu, anatom, pelukis, pematung, arsitek, botanis, musisi, dan penulis. Giorgio Vasari, penulis biografi Leonardo mengatakan, “Di mana saja, pikirannya beralih ke masalah-masalah sulit. Ini adalah suatu pengakuan terhadap sekian luas kemampuan Leonardo. Sekali telah menguasai seni lukis, ia bergerak ke anatomi, pembangunan jembatan, penerbangan, mesin perang, kartografi, arsitektur, matematika, geologi, biologi, sejarah alam, musik, filsafat, dan bahkan cerita tentang dongeng binatang.

Ia sering dilukiskan sebagai arketipe “Insan Renaisans”, orang yang memiliki rasa ingin tahu luar biasa yang dihiasi kehebatan penemuan. Ia dikenal luas sebagai salah seorang pelukis terhebat sepanjang masa dan mungkin seorang yang berbakat paling beragam yang pernah hidup. Helen Gardner mengatakan, ruang lingkup dan kedalaman minat-minatnya memang tanpa ada pendahulu…. Pikiran dan kepribadiannya tampak bagi kita seperti manusia super, orangnya sendiri misterius, dan tampaknya hidup terpencil di masa tuanya.

biografi-leonardo-da-vinci-1biografi-leonardo-da-vinci-2

copy-of-superstock_900-4788flying-machine-postersSebuah reka mesin terbang Leonardo da Vinci

Dari tahun 1513 sampai 1516, Leonardo hidup di Vatikan, Roma. Di sini ia membantu seniman Raphael dan Michelangelo yang juga amat tersohor waktu itu. Ia hadir dalam pertemuan antara Raja Francois I dari Prancis dan Paus Leo X. Ia ditugaskan membuat sebuah singa mekanis yang dapat berjalan maju, lalu membuka dadanya untuk menunjukkan seikat bunga lili.

Leonardo wafat di Clos Luce, Prancis2 Mei 1519. Sebagai teman, Raja Francois I memegang kepalanya pada lengannya saat ia menghembuskan napas terakhir. Pada hari-hari terakhirnya, ia memanggil seorang pastor untuk membuat pengakuan dosa dan menerima komuni. Sesuai dengan permintaannya, 60 pengemis mengikuti peti jenasahnya. Ia dikuburkan di kapel Saint-Hubert di kastil (benteng).

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Last_Supper_(Leonardo)

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Leonardo_self.jpg

http://susanpolgar.blogspot.com

http://www.lairweb.org.nz/leonardo/life.html

httpbp2.blogger.com

httpwww.allposters.comgallery.aspstartat

httpwww.latifm.comartistsimageda

Iklan

ibpI5li7kjnRD9

Sakit kanker

Kunjungila posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Leonardo da Vinci, jenius serba-bisa yang sulit tertandingi”

  1. senopatiarthur Says:

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://seni-budaya.infogue.com/leonardo_da_vinci_jenius_serba_bisa_yang_sulit_tertandingi

  2. imam Says:

    keren

  3. Ratri EviFania Says:

    Menumbuhkan motivasi untuk terus berkembang! Karyanya keren-keren dan hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: