Kematian nenek Obama, rahmat tersamar bagi sang cucu & data keluarga Obama

httpnewsyahoocomnphotosobama-grandmother-dies-before-electionsseventspl102108obamagrandmothim081103480d2b83dfb5df141bf9bf6aeef538382ffphotoviewer081104ids_photos_tsr1337811286

Obama menangis ketika mengumumkan kematian neneknya.

Kematian nenek Barack Obama, Madelyn Payne Dunham, menyiratkan pesan seorang wanita tangguh. “Biarlah saya bukan hanya makin kecil dan akhirnya ‘habis’ tapi cucuku makin besar dan maju meraih impian yang telah dipateri ketika berada dalam asuhannya. Pasti sang nenek menahan derita dalam a battle with cancer menahan detik demi detik penderitaan agar sempat menyaksikan cucunya mencatat sejarah menjadi presiden Amerika Serikat kulit hitam pertama.

Itulah tragika hidup. Namun sehari menjelang the eve of presidential election, Tuhan memanggil hambaNya. Mungkin Tuhan mempunyai rancangan lain yang gilang-gemilang bagi Berry, panggilan akrab Barack Obama. Biarlah sejumlah insan kulit putih yang masih ragu-ragu merasa terharu dengan kisah kepergian pada saat yang menentukan dan berbalik memilih Obama. Rasa terharu atas panggilan kematian yang tak mengenal insan itu putih atau hitam, kaya atau miskin, beragama atau tidak menimbulkan rasa empati kepada orang terkasih yang ditinggalkan. Dan, empati itu mendapatkan peluang disalurkan tatkala orang yang paling merasa kehilangan itu, Barack Obama, membutuhkan satu suara Anda untuk menghiburnya. Menurut saya, inilah “kejutan Oktober” yang amat ditakuti kubu Obama telah terjadi. Namun, kejutan kali ini malah memporakparandakan harapan John McCain.

httpnewsyahoocomnphotosobama-grandmother-dies-before-electionsseventspl102108obamagrandmothim081103480d2b83dfb5df141bf9bf6aeef538382ffphotoviewer081104photos_pl_afpd43bd8b959629dd252

Sang nenek memeluk cucunya yang lulus SMA tahun 1979, disaksikan sang kakek.

Kejutan bahagia ini dipersembahkan seorang wanita tangguh berkulit putih malah ‘mengorbankan’ nyawanya, harta utama dan terakhirnya. Pengorbanan ini menjadi a blessing in disguise, rahmat tersamar yang mempermulus jalan sang cucu tercintanya meraih impian sang nenek, meraih impian Amerika. Dan, sang nenek meninggalkan pesan melalui kematiannya, bahwa jarak antara kesedihan luar biasa karena nenek terkasih wafat dan kegembiraan luar biasa atas kemenangan menjadi presiden bukannya tipis, malah berbaur terpadu menjadi satu. Pesan peristiwa yang dipersembahkan sang nenek adalah jika sang cucu mendapatkan kehormatan amat besar menjadi presiden, jangan pernah lupa bahwa kesedihan tetap mengintip tiap langkah maju.

httpnewsyahoocomnphotosobama-grandmother-dies-before-electionsseventspl102108obamagrandmothim081104photos_pl_afp0cd185d852284f9bf1d2b1136b985364photoviewer081104photos_pl_afp933f9d7f

Ketika dikunjungi kakek dan nenek terkasih ketika kuliah di Harvard.

Banyak tokoh di dunia ini yang berhasil menjadi tokoh berkat kasih sayang, pengorbanan, dan pembinaan karakter yang dilakukan sang ibu atau sang nenek. Sang nenek telah membuktikan diri sebagai batu penjuru keluarga, dengan menampung dan mengasuh Berry dan Maya Soetoro, korban ‘broken home’ yang datang dari Jakarta. Sang nenek diakui Barack Obama sebagai wanita yang kuat, rendah hati, dan mampu menyelesaikan tugasnya secara luar biasa. Wanita yang mendorong dan mengizinkan cucu-cucunya mengambil kesempatan. Setelah kembali menjenguk neneknya yang kritis, Obama dalam pidato kampanye tentang ras di Philadephia mengatakan, “Betapa pun kekuatan, disiplin yang saya miliki, itu berasal dari dia.”

Dalam pidato penerimaan nominasi Partai Demokrat di Denver, yang disaksikan jutaan orang, Obama mengatakan, pengaruh neneknya terhadap siapa dirinya dan cara ia memandang dunia adalah substansial. “Ia adalah orang yang mengajarkan saya tentang kerja keras. Ia adalah orang yang menunda pembelian sebuah mobil baru atau sebuah pakaian baru untuk dirinya demi kehidupan yang lebih baik bagiku. Ia mencurahkan segalanya yang ia miliki kepadaku.”

“Ia telah pulang ke rumah,” kata Obama tatkala puluhan ribu pendukungnya di Universitas North Carlina-Charlotte terdiam membisu dalam gerimis senja. “Dan ia meninggal dengan damai dalam tidurnya dengan adikku yang berada di sampingnya. Dan dengan demikian ada kegembiraan yang besar sebagaimana pula air mata.”

httpwwwkansasprairienetkansasprairieblogwp-contentuploads200712copy-of-28585910

Maya Soetoro, sang adik tiri memeluk kakaknya yang baru lulus SMA.

Data keluarga Obama:

©Obama mudah sekali membuat keputusan mengunjungi neneknya minggu lalu karena tak mau membuat kesalahan dua kali, karena ketika ibunya meninggal karena kanker rahim tahun 1995 pada usia 53 tahun, ia tak sempat mengunjunginya. Ia datang terlalu terlambat.

©Neneknya lahir tahun 1922 di Peru tetapi menghabiskan masa kecilnya dekat Augusta. Ia adalah sulung dari empat bersaudara dan ia gemar membaca aa saja, dari buku James Hilton‘s “Lost Horizon” sampai dengan buku Agatha Christie’s “The Murder of Roger Ackroyd.”

©Neneknya dan kakeknya nikah tahun 1940, beberapa minggu sebelum neneknya lulus dari sekolah menengah. Tahun 1942 ibu Obama, Stanley Ann lahir. Setelah beberapa kali berpindah ke dan dari California, Texas, Washington, dan Kansas, karena pekerjaan kakeknya keluarga pindah ke Hawaii.

©Neneknya berkuliah di universitas tapi tak tamat. Namun ia menanjak dari seorang pegawai tata usaha di Bank of Hawaii sampai menjadi salah satu wakil direktur bank wanita pertama pada bank pemerintah itu.

©Obama remaja pernah dibawa neneknya berkeliling AS dengan bus, berhenti di Grand Canyon, Yellowstone Park, Disneyland, dan Chicago, tempat tinggalnya bertahun-tahun kemudian.

©Neneknya pernah diserang seorang seorang gelandangan pria yang meminta uang dan ia meminta suaminya mengantarnya ke tempat kerja. Ketika Obama bertanya mengapa, kakeknya mengatakan neneknya ketakutan karena gelandangan itu adalah orang hitam. Kata-kata ini ibarat sebuah tinju ke perutnya, tulis Obama yang menyandang ras campuran. Ia yakin kakek dan neneknya amat mencintainya. Tetapi, itulah, orang yang saya tahu dapat dengan mudah menjadi saudaraku masih dapat membuat saya ketakutan. Kejadian ini dikemukakan Obama dalam sebuah pidato pengumuman di bulan Maret bahwa ia akan ikut bertarung menjadi calon presiden. Cerita itu untuk menanggapi sebuah kontroversi dengan mantan pendetanya, Jeremiah Wright. “Saya tidak akan merasa lebih kehilangan dia daripada kehilangan neneknya yang berkulit putih. Kakeknya meninggal tahun 1992.

©Saudari tiri Obama Maya Soetoro-Ng mengatakan, bahwa dari nenek mereka, Obama belajar bersikap pragmatis, sabar, dan kemampuan bertahan di sentrum, di inti cerita yang sedang dibuat. Dari nenek mereka, ia mewarisi sikap bijaksana, cara berpikir sehat.

©Di Hawaii, ibunya kemudian bertemu dan jatuh cinta dengan ayah Obama, seorang Kenya bernama Barack Hussein Obama. Keduanya bertemu dalam kuliah bahasa Rusia di Universitas Hawaii. Barack Obama lahir di bulan Agustus 1961. Tetapi, perkawinan ini tak berlangsung lama. Keduanya hidup terpisah ketika Obama berusia 2 tahun dan akhirnya bercerai waktu Obama berusia 4 tahun. Citra tentang ayahnya terbentuk dari cerita yang disampaikan ibu dan kakek-neneknya. Kemudian sang ibu nikah dengan seorang Indonesia, Lolo Soetoro, seorang mahasiswa yang ia temui di Hawaii.

httpimgtimeincnettimedaily20080804a_wmama_0421

Obama dan ibunya Ann Dunham

©Ketika Obama berusia 2 tahun, ibunya kembali berkuliah. Uang amat terbatas dan ia bergantung kepada orang tua yang membantu memelihara Obama. Seharusnya ia memperoleh gelar sarjana 4 tahun kemudian, namun ia bertemu dengan Leo Soetoro di University of Hawai. Ia adalah orang yang santai, gemar bermain catur dengan ayahnya, dan senang adu gulat dengan Obama sang anak.

©Bersama ibunya Obama yang berusia 6 tahun pindah ke Indonesia untuk tinggal bersama ayah tirinya.

©Tahun 1971 ibunya mengirimkan Obama kembali ke Hawaii untuk tinggal bersama kakek-neneknya sampai tamat sekolah menengah tahun 1979. Obama senang bermain basket di lapangan karena dapat dilihat neneknya dari lantai 10 apartemen mereka; apartemen yang sama tempat neneknya wafat.

©Kembali ke Hawaii Obama masuk ke kelas 5 di Punahou School, sebuah sekolah swasta. Di sinilah ia memulai sesuatu yang bernilai tinggi. Kakek dan neneknya amat bangga dan bercerita kepada semua orang karena dengan masuknya ia ke sekolah ini status keluarga naik di mata orang-orang lain. Ia adalah salah satu dari tiga siswa berkulit hitam di antara mayoritas siswa Asia-Amerika. Di sinilah ia pertama kali sadar akan rasisme dan apa artinya menjadi seorang kulit hitam Afro-Amerika. Di sini ayahnya pernah datang mengunjunginya dan keluarganya. Inilah kali terakhir Obama bertemu dengannya sebelum kematiannya karena kecelakaan mobil tahun 1982.

httpari3ffileswordpresscom200803285859251

Saat paling bahagia dikunjungi ayahnya. Kali terakhir bertemu sang ayah.

©Ibu Obama wafat karena kanker beberapa bulan sesudah Obama menerbitkan buku kenangannya, Dreams from My Father, tahun 1995.

©Setelah tamat sekolah menengah ia masuk ke Occidental College, tempat ia terlibat narkoba dan alkohol. Ia kemudian pindah belajar ilmu politik di Columbia College pada Columbia University. Setelah tamat ia bekerja setahun di perusahaan bisnis. Kemudian ia pindah ke Chicago, bekerja pada sebuah organisasi kemasyarakatan. Di sinilah Obama bergabung dengan Trinity United Church of Christ.

Obama 2008 Profile

Dikunjungi mantan suami, ayah Obama, di Hawaii.

©Sebelum masuk Harvard Law School, Obama memutuskan mengunjungi keluarganya di Kenya. Sebagian pengalamannya di Kenya ia masukkan ke dalam buku kenangan untuk menggambarkan sisi emosional kehidupannya.

©Rumah di Jakarta yang terletak di Tebet amat sederhana. Tak ada listrik dan jalan ke rumahnya tak diaspal. Waktu itu zaman susah di Indonesia. Inflasi lebih dari 600% dan barang-barang amat langka.

©Obama masuk SD Katolik Fransiksus Asisi di Tebet. Ia satu-satunya orang asing di situ dan juga lebih gemuk daripada anak-anak yang lain. Ia tak takut diolok teman-temannya dan makan tahu dan tempe seperti anak-anak yang lain, bermain bola kaki, dan makan jambu biji yang dipetik langsung dari pohon. Ia tak peduli dipanggal ‘negro’ oleh anak-anak lain, kata Bambang Sukoco, tetangganya dulu.

httpari3ffileswordpresscom20080328587177

Obama, si anak Jakarta, digendong ibunya.

©Awalnya ibu Obama sering memberi uang kepada setiap pengemis yang datang di depan pintu. Berbondong-bondonglah pengemis, anak-anak, dan orang yang sakit lepra datang setiap hari meminta dan ia terpaksa harus lebih selektif.

©Leo Soetoro ayah tirinya pertama kali bekerja di Dinas Topografi TNI AD. Kemudian bekerja sebagai konsultan hubungan pemerintah pada Mobil Oil. Keluarga pun kemudian pindah ke lingkungan yang lebih nyaman, Menteng. Ketika ibunya makin berminat tentang Indonesia, suaminya malah menjadi lebih kebarat-baratan.

©Ibunya bosan dengan pesta malam mendampingi suaminya karena orang-orang angkuh bercerita tentang skor golf dan para istri mengeluhkan pembantu-pembantunya. Pasangan suami istri jarang bertengkar namun kian hari kian berkurang dalam kesamaan. “Ia tidak siap untuk hidup sendirian,” tulis Obama dalam buku kenangannya. “Namun kejadian itu datang begitu begitu cepat seperti satu tarikan napas yang singkat.”

©Ibunya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Kedutaan AS. Ia bangun subuh, pergi ke kamar anaknya Obama tiap hari dan mengajarinya bahasa Inggris melalui sebuah kursus korespondensi AS. Ia tak mampu menyekolahkan Obama di sekolah internasional. Setelah 2 tahun di sekolah Katolik, Obama pindah ke SD Negeri dekat rumahnya.

©Tahun 1970 lahirlah Maya Soetoro. Barack Obama mendeskripsikan bahwa ayah tirinya, Lolo Soetoro, adalah pribadi yang ramah, santun, dan mudah bergaul dengan orang lain. Dia juga menulis bahwa Lolo Soetoro secara fisik adalah tidak terlalu tinggi, berpenampilan baik, bermata coklat, dan berambut hitam.

31063810ari3ffileswordpresscom

Ayah tiri, ibu yang memangku Maya, dan si gendut Obama.

©Pada tahun 1972 Ann Dunham kemudian meninggalkan Lolo Soetoro dan kembali ke Hawaii dan bertemu kembali dengan putranya yang telah terlebih dahulu meninggalkan Indonesia tahun 1971 untuk bersekolah. Setelah itu Lolo Soetoro dan Ann Dunham masih saling berjumpa secara berkala pada tahun 1970an namun mereka tidak tinggal bersama lagi. Pada tahun 1980 Lolo Soetoro dan Ann Dunham akhirnya bercerai.

©Menurut keponakannya, Lolo Soetoro “gemar minum, seorang yang pandai dan hangat, dan bocah paling nakal di dalam keluarga” Lolo Soetoro meninggal dunia tahun 1993 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

©Maya Soetoro menjadi guru sejarah sekolah menengah di Hawaii dan memberi kuliah malam di University of Hawai.

©Ia masuk juga ke sekolah yang sama seperti Obama. Tamat dari Barnard College, Columbia University. Kemudian ia meraih gelar PhD (Doktor) dalam bidang pendidikan dari University of Hawai’i at Manoa di tahun 2006.

©Maya Soetoro menikah dengan Konrad Ng, seorang Chinese Kanada, asisten profesor pada Academy of Creative Media dari University of Hawaii pada tahun 2003 dan dianugerahi seorang putri, Suhaila. Ia adalah penganut Buddha.

maya-with-husband-and-dau-smallhttpwwwkansasprairienetkansasprairieblogp7491

Maya Soetoro bersama suami dan putrinya,


My condolescence goes to Barack Obama and Maya Soetoro-Ng from the bottom of my heart and congratulation for being elected as a new black President of the United States of America.

Sumber:

1.NEDRA PICKLER, Associated Press Writer Nedra Pickler, Associated Press Writer dalam httpen.wikipedia.orgwikiDreams_from_My_Father

2.httpimg.timeinc.nettimedaily20080804a_wmama_0421.jpg

3.Lolo_Soetoro.httpid.wikipedia.orgwikiLolo_Soetoro

4.Maya_Soetoro-Ng.httpen.wikipedia.orgwikiMaya_Soetoro-Ng

5.Foto-foto dari berbagai website

Iklan

1243328602_school-abuse

Parkinson

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-parkinson

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , ,

7 Tanggapan to “Kematian nenek Obama, rahmat tersamar bagi sang cucu & data keluarga Obama”

  1. asuna17 Says:

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://berita-politik-dunia.infogue.com/kematian_nenek_obama_rahmat_tersamar_bagi_sang_cucu_data_keluarga_obama

  2. Kunderemp Says:

    And he win..
    A two or three days ago, I read some confession from republican people on the net how they helped their relative campaign for Obama and they started to understand what the young people see from Obama.

  3. dickynd Says:

    Sukses untuk Obama,

    mudah-mudahan bisa jadi presiden amerika

  4. BeritaBaik Says:

    Selamat buat Obama, smg kepergian sang nenek bisa memotivasi dia untuk menjadi pribadi yang sabar dan teguh menghadapi cobaan.

  5. Nurta San Says:

    salut buat obama🙂

  6. komentargaring Says:

    coba kalau terjadi di indonesia.. orang2 pasti mengira ada permainan lawan politiknya tuh..
    http://komentargaring.wordpress.com/2008/11/05/barrack-obama-vs-primbon-jawa-jikalau-saja/

  7. Eleonora Farida Ratnadijanti Says:

    Tidak ada salahnya kita belajar dr pengalaman hidup seseorang. Kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita…Selamat Barack/Berry..and Maya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: