Salam sukses bagi Barack Obama, presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat!

Jika tak terjadi kejadian luar biasa, hanya ada dua hal yang pasti bagi Barack Obama. Pertama, tiap orang pasti mati, dan kedua Barack Obama pasti menjadi presiden Amerika Serikat

Delapan tahun yang lalu, andaikan Colin Powell bersedia dinominasi menjadi calon presiden Partai Republik, dapat diramalkan bahwa yang bertarung untuk pemilu presidentahun 2000 adalah Colin Powell dari kubu Partai Republik (bukan George Walker Bush) dan Al Gore dari kubu Partai Demokrat. Waktu itu, Colin Powell amat populer sebagai pahlawan perang teluk yang pertama. Namun, di luar perkiraan banyak orang, dengan rendah hati Colin Powell menolak kesempatan emas itu. Mungkin perhitungannya, belum tiba saatnya seorang berkulit hitam menjadi presiden atau beliau tahu diri bahwa sukses sebagai seorang panglima perang belum tentu sukses sebagai seorang presiden.

Kemudian, Colin Powell bersedia menjadi Secretary of State atau menteri luar negeri. Pada periode kedua pemerintahan George Walker Bush, Colin Powell mengundurkan diri, mungkin karena merasa tidak cocok dengan kebijakan Presiden Bush. Seorang wanita kulit hitam menggantikan posisinya sebagai menteri luar negeri, yaitu Condoleza Rice. Dari segi skala kinerja dan pengaruh politik Amerika Serikat dapat dapatlah dikatakan bahwa menteri luar negeri adalah “presiden luar negeri” in concreto dalam melaksanakan tugas eksekutif pemerintahan yang berhubungan dengan politik dalam negeri..

Warga kulit hitam AS telah menjalani sejarah panjang di negeri perantauan, dimulai dari status budak. Namun, dari segi dalil sosiologi berdasarkan meta-analisis terhadap berbagai hasil riset dan pengamatan fenomena di dunia, para pendatang dan turunannya yang selalu diperlakukan sebagai pendatang dalam waktu relatif singkat cenderung akan lebih unggul dari orang atau suku bangsa yang dianggap asli. Mengapa? Karena pendatang akan bersikap dan berprinsip “to be or not to be”, hidup atau mati. Kita harus berjuang karena kita tidak hidup di negeri sendiri. Kita tak mungkin mengharapkan belas kasih orang asli. Kita harus berjuang sendiri. Nasib dan kelangsungan hidup bergantung sepenuhnya di tangan kita sendiri.

Sikap dan prinsip inilah yang menyebabkan imigran Yahudi di Eropa dan AS berhasil tampil menjadi kaum kaya dan berpengaruh di berbagai bidang. Gejala yang sama diperlihatkan oleh imigran China di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi kita, tak mengherankan menyaksikan keturunan Jawa di Suriname bisa menjadi menteri.

Di AS warga kulit hitam dalam sejarah menapaki tangga demi tangga secara konsisten dalam kisah jatuh-bangun. Ada giliran naik ke satu anak tangga berikut memerlukan jangka waktu lama namun ada juga giliran naik satu anak tangga hanya dalam waktu relatif singkat. Setelah mencapai anak tangga menteri luar negeri, satu langkah lagi naik ke anak tangga presiden. Bahkan, anak tangga menteri luar negeri tak perlu dilewati, langsung menjadi presiden. Dalam dunia politik, apa pun bisa terjadi. Karena itu, sebenarnya warga kulit hitam sudah tertunda 8 tahun untuk menjadi presiden gara-gara kerendahan hati dan sikap tahu diri Colin Powell.

Selamat bagi Barack Obama menjadi presiden kulit hitam Amerika Serikat yang pertama! Semoga umur panjang! Salam dari Indonesia!

Iklan

3abd909e

Asma

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan asma

Kartu nama Yuni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: