Ada 15 toilet / kamar mandi di rumah Romo Mangun! Bisa masuk rekor MURI atau …?

Tahun 1999 pertama kali saya menginjakkan kaki di rumah Romo Mangun (Y.B.Mangunwijaya) yang terletak di Gang Kuwera No. 14, Jalan Gejayan, Jogjakarta. Dalam kunjungan untuk membantu SD Mangunan dan untuk kepentingan lain di Jogjakarta, sering saya menginap di rumah Rm Mangun. Salah satu motif yang mendorong adalah setiap kali muncul pertanyaan baru dari segi teknik sipil dan arsitektur ketika mengamati rumah ini dan sering pertanyaanku lama tak terjawab dan ada yang sampai sekarang belum terjawab.

Rumah Rm Mangun tampak depan

Setelah sekian kali menginap di rumah itu, akhirnya baru kusadari betapa banyak toilet / kamar mandi di rumah yang luasnya hampir sama dengan rumah-rumah di sekitarnya. Hampir semua toilet dan kamar mandi disatukan, kecuali satu toilet dekat garasi yang begitu sempitnya sehingga sulit digunakan untuk mandi. Setelah menghitung sendiri, betapa mengherankan! Seluruhnya ada 15 toilet / kamar mandi di rumah ini. Ada 13 di lantai dasar dan 2 di lantai dua. Di bangunan induk ada 8 tempat tidur berarti kapasitasnya untuk 8 penghuni. Walaupun, ada loteng mungil terbuka yang bisa digunakan untuk tidur. Di sini ada 9 toilet / kamar mandi. Berarti rata-rata 1 orang untuk 1 toilet / kamar mandi. Di asrama indekos mahasiswa ada 18 tempat tidur dan 6 toilet / kamar mandi. Berarti 3 orang untuk 1 toilet / kamar mandi.

Secara keseluruhan, jika dirata-ratakan perbandingan antara daya tampung atau jumlah penghuni rumah ini dengan jumlah toilet / kamar mandi adalah 1,73 atau dibulatkan 2 orang untuk 1 toilet / kamar mandi. Nah, seperti hotel dengan 2 tempat tidur dengan 1 toilet / kamar mandi di dalam. Selama kunjungan saya ke berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara, belum pernah saya temukan jumlah toilet / kamar mandi sebanyak ini untuk ukuran sebuah rumah keluarga yang ditambah dengan asrama indekos mahasiswa. Muncul pertanyaan,apakah rumah Rm Mangun ini bisa masuk ke dalam rekor MURI atau siapa tahu bisa meraih rekor lebih tinggi? Atau, masuk nominasi Guinness World Records? Andaikan Romo Mangun masih hidup, beliau pasti tertawa terkekeh-kekeh. Juara kok soal WC?! Weleh, weleh!

Setelah bertanya sana-sini barulah kuperoleh jawaban mengapa ada sekian banyak toilet / kamar mandi. Menurut pandangan Rm Mangun, buang hajat dan kencing tak boleh ditunda-tunda dan jaraknya hanya beberapa langkah jika tiba saatnya kebutuhan itu harus secepatnya dipenuhi. Para penghuni juga tak perlu antri jika terburu-buru hendak mandi.

Asrama indekos mahasiswa di bagian belakang

Menurut pemikiran Rm Mangun, rumah itu seperti manusia. Bayi bertumbuh makin besar mencapai kedewasaan dan kemudian menciut tatkala tua. Waktu pasangan suami istri baru memperoleh seorang anak ukuran rumah kecil, namun dengan bertambahnya anak dan bila tiba waktunya tiap anak yang sudah remaja menuntut kamar sendiri, rumah dapat diperlebar. Jika anak telah kawin dan masih tinggal bersama orang tua, rumah bisa diperlebar lagi. Namun, jika anak yang telah berkeluarga bisa mandiri dan pindah ke rumah sendiri, bangunan rumah tambahan yang diperlebar bisa dibongkar. Ketika semua anak sudah keluar dan tinggal suami-istri yang mendiami rumah itu, tibalah waktunya rumah dipersempit. Agar mudah memperlebar dan mempersempit rumah, terbanyak bahan bangunan terdiri dari kayu, sedangkan tembok batu jauh lebih sedikit.

Pada awalnya bangunan rumah ini kecil. Namun, karena rumah ini kemudian digunakan juga sebagai kantor DED dan banyak tamu silih berganti datang berkunjung dan menginap, jumlah toilet / kamar mandi ditambah. Kemudian, rumah ini digunakan pula untuk indekos mahasiswa, ditambahlah bangunan asrama dengan kapasitas 18 tempat tidur / mahasiswa. Untuk itu, dibuat lagi 6 toilet / kamar mandi.

Logo MURI

Pemikiran Rm Mangun ini mungkin dilatarbelakangi pengamatannya di Eropa, terutama di Jerman tempat beliau studi arsitektur. Dari segi rasio antara jumlah pengguna dan jumlah toilet dan kamar mandi saya amati orang-orang di negara-negara maju lebih rasional. Jaranglah kita menghadapi kesulitan membuang hajat jika perut sudah menuntut, baik di rumah keluarga, asrama mahasiswa, kampus, terminal, dan stasiun. Di jalan-jalan raya yang jauh dari stasiun dan terminal umumnya ada toilet kecil di tepi jalan yang pintunya hanya dapat dibuka dengan koin.

Di tanah air menurut pendapat saya jumlah toilet tak sebanding dengan jumlah penumpang di bandara internasional, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Gejala yang sama tampak di terminal, stasiun, pasar, gedung olahraga, dan rumah sakit. Selain itu, proporsi antara toilet / kamar mandi untuk laki-laki dan wanita umumnya sama. Untuk keperluan kencing, malah laki-laki diuntungkan karena ada toilet kecil untuk kencing. Padahal, wanita tak bisa menggunakan toilet kencing seperti laki-laki. Dan, wanita yang mendapatkan menstruasi cenderung lebih lama menggunakan toilet / kamar mandi. Karena itu, sering kita amati panjang antrian wanita depan toilet / kamar mandi wanita lebih panjang daripada yang untuk laki-laki. Seharusnya jumlah toilet / kamar mandi untuk wanita lebih banyak. Agaknya kita kurang menggunakan akal sehat waktu merancang jumlah toilet yang terpisah untuk laki-laki dan wanita.

Advertorial

900x900px-LL-9d1f8547_tumblr_mdv0l9LqfL1ryv12ko1_500

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Ada 15 toilet / kamar mandi di rumah Romo Mangun! Bisa masuk rekor MURI atau …?”

  1. achi-jogja Says:

    kadang arsitektur memang tidak terlalu memikirkan toilet.. selama ini toilet dianggap hanya pelengkap ato tempelan saja.

  2. Christina Susriasih Yoga Says:

    Oh sekian tahun saya tinggal di sini….rumah kost yang paling mengesankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: