Ibu Teresa, A Goddess of India

1-mother-teresa-arabinda-aich.fineartamerica

Temanku Saktipada Patra, seorang penganut Hindu, adalah seorang dosen bahasa Inggris yang lahir, belajar, dan bekerja di Calcutta, India. Kami bertemu dan berteman di London, Inggris. Ia bercerita banyak tentang karya Mother Teresa di kotanya, Calcutta. Pada mulanya memang masyarakat menentang karena diprovokasi tokoh Hindu bahwa ia bermaksud mengkristenkan penganut Hindu. Namun, isu itu dilawan dengan pengabdian tulus. Kemudian, masyarakat Calcutta berbalik mencintainya setelah melihat betapa ia mencintai kaum yang termiskin dari yang miskin. Pengadiannya yang amat menakjubkan akhirnya membuat rakyat India mengakuinya sebagai A Goddess of India, seorang ‘dewi’ India. Jika Anda ingin membaca dalam bentuk powerpoint yang disertai gambar, silahkan klik di sini!

Mother Teresa

Ibu Teresa pernah menulis kepada Nawin Chawala, seorang Hindu, yang menulis biografi tentangnya, “Darwin yang baik, semua yang kamu perbuat, semua yang kamu tulis, lakukanlah itu untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan untuk semua orang. Semoga bukumu menjadi kasih bagi Tuhan dalam tindakan.”

Ibu Teresa menulis puisi yang dijadikan landasan kerja tarekat Suster-suster Cinta Kasih sbb:

The fruit of silence is prayer,

The fruit of prayer is faith,

The fruit of faith is love,

The fruit of love is service,

The fruit of service is peace.

(Buah kesunyian adalah doa,

Buah doa adalah iman,

Buah iman adalah cinta,

Buah cinta adalah pelayanan,

Buah pelayanan adalah damai.)

Mother Teresa

“Aku mendatangi seorang perempuan di salah satu jalan Kalkuta, separuh tubuhnya sudah digerogoti oleh tikus dan sengatan lebah. Aku membawa ke rumah sakit, tetapi petugas medis menonton dan diam saja. Aku tidak mau pulang ke rumah, kalau mereka tidak segera menolong…”

“Busana cinta itu berenda-renda. Dan mau tak mau renda-rendanya itu akan menyapu debu-debu jalanan. Maka cinta itu harus menyentuh kotoran-kotoran di jalan-jalan besar dan lorong-lorong sempit, yang dilaluinya.”

“Saya ingin membantu siapa pun untuk menunjukkan cinta kepada sesama. Jika mereka membantu saya, mereka membantu yang miskin. Saya tak pernah menerima bantuan uang di bawah syarat apa pun kecuali cinta kasih.”

“Saya hanya pensil kecil di Tangan Tuhan. Dia yang berpikir. Dia yang menulis. Pensil itu tidak bisa apa-apa. Ia hanya digunakan. Saya merasa Tuhan ingin memperlihatkan kebesaran-Nya dengan menggunakan ketiadaan.”

“Setiap hari sebenarnya merupakan persiapan untuk mati. Kalau ada orang meninggal hari ini, maka bisa jadi, esok atau lusa, atau bahkan beberapa menit lagi adalah giliran kita. Dengan kesadaran itu, kita belajar menghidupi hari-hari dengan tak sedetik pun meninggalkan Tuhan. Kematian adalah sesuatu yang indah, dan tak ada yang harus ditakutkan, karena itu hanyalah tahapan yang harus dilewati untuk pulang ke Rumah, di mana Dia berada dan dari mana kita semua berasal.”

“Semua di dunia akan hancur pertama-tama bukan oleh bom dan senjata kimia berbahaya. Melainkan oleh ketiadaan cinta akibat keserakahan manusia.”

“Kemerdekaan sejati manusia sesungguhnya terletak pada kebebasan kita sebagai anak-anak Allah. Karena ia telah menciptakan kita dalam kebenaran dan cinta-Nya.”

diana_and_teresa.www.radiosonic.fm

Bunda Teresa & Lady Diana, dua orang terkenal yang menyumbang kasih dalam status yang berbeda

Guna mengenal kiprah Mother Teresa, silahkan klik file powerpoint yang dibuat oleh Nyoman Sumantra berikut ini:

Inspirasi Bunda Teresa

Posting terkait:

https://sbelen.wordpress.com/2014/05/31/kutipan-bunda-teresa-yang-dapat-mengilhami-anda/

 

iklan

andy

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni 3

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: