Erisaton yang rakus

Monster yang memangsa dirinya.

instant food

Erisaton (ditulis: Erisychthon) adalah seorang saudagar kayu yang kaya raya. Ia rakus dan melulu berpikir tentang keuntungan. Tiada yang sakral baginya. Di tanah Erisaton tumbuh sebuah pohon istimewa yang dicintai para dewa. Doa-doa kaum beriman diikat pada cabang-cabangnya yang amat banyak. Inilah deretan perilaku Erisaton!

Pertama: Roh-roh suci menari di sekitar batang pohon indah ini. Erisaton tak peduli keistimewaan pohon ini.

Kedua: Ia menaksir banyaknya kayu yang bisa dihasilkan. Ia pun mengambil kapak dan menebang pohon itu. Ia terus menebang hingga pohon itu mengering dan tumbang. Lantas, semua kehidupan ilahiah yang mendiami pohon itu pun menghilang.

Ketiga: Namun, salah satu dewa mengutuk Erisaton. Sejak hari itu, ia didera rasa lapar yang tak pernah terpuaskan.

Keempat: Ia mulai dengan memakan semua persediaan makanannya. Kemudian, ia tukar semua kekayaannya menjadi makanan yang bisa ia makan.

Kelima: Tetap tak terpuaskan, ia makan istri dan anak-anaknya. Akhirnya Erisaton tak punya apa-apa lagi yang bisa dimakan, selain tubuhnya sendiri. Ia makan dirinya.

(Dongeng Ovid dalam mitologi Yunani)

Sekarang cobalah tempatkan diri Anda pada posisi Erisaton! Apakah Anda berperilaku mirip Erisaton?

Satu: Apakah Anda “pemakan” kertas, tisu, barang terbuat dari kayu yang serakah? Sadarkah Anda, semua barang itu terbuat dari kayu hasil penebangan hutan?

Dua: Apakah Anda suka boros mengkonsumsi air? Makanan? Bahan bakar minyak? Listrik? Pakaian? Perabot rumah tangga? Barang elektronik? Padahal, semuanya berasal dari kekayaan alam lingkungan yang dihuni umat manusia.

Tiga: Apakah Anda membuang sampah pada tempatnya? Berapa pohon yang selama ini telah Anda tanam? Atau, Anda malah suka menebang pohon dan merusak tanaman?

Empat: Kalau Anda meneruskan pola perilaku seperti ini, anak cucumu akan semakin sengsara, sulit bertahan hidup. Apakah hal itu sama saja dengan Erisaton yang “memakan istri dan anaknya sendiri”?

Lima: Kalau perilaku ini tidak kita ubah, lama-kelamaan umat manusia semakin sulit mempertahankan hidupnya. Apakah itu sama saja dengan Erisaton yang “memakan dirinya sendiri”?

Apakah Anda berperilaku seperti Erisaton?

Kalau jumlah manusia seperti Erisaton makin bertambah, apa yang bakal terjadi? Bumi pada akhirnya tidak akan sanggup melayani kebutuhan manusia serakah seperti Erisaton. Tumbuhan punah, hewan musnah, dan umat manusia pasti binasa!

Terima kasih!

 

.

Iklan

Echo_Sooyoung_02

Pneumonia

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan pneumonia

Kartu nama Yuni Juli 2015

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: