Rudyard Kipling dan puisi “If” yang tersohor

Tahun 1995 waktu tinggal di London, saya ikuti jajak pendapat penduduk Inggris Raya untuk memilih puisi yang terfavorit. Jajak pendapat ini dilakukan melalui Radio BBC. Puisi berjudul “If” karya Rudyard Kipling terpilih sebagai puisi paling favorit. Sejak waktu itu masuklah ke dalam benakku informasi bahwa Rudyard Kipling adalah penyair yang pusinya ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Tidak seperti banyak penyair Indonesia yang cenderung mengaburkan puisinya sehingga tak ada orang lain yang mengerti kecuali penyair itu sendiri.

Rudyard Kipling (1865 – 1936) terkenal di seluruh dunia dengan rumus 5 W + 1H (Who, What, Where, When, Why, dan How) bagi wartawan untuk menulis berita dan bagi polisi dalam melakukan investigasi dan menulis berita acara pemeriksaan.

Rumus 5W + 1 H membuatnya dikenang sampai sekarang. Ia memasukkannya ke dalam bukunya Just So Stories” (1902). Dalam buku itu, ia mengawali cerita tentang “The Elephant’s Child” (“Anak Gajah’) dengan puisi berikut ini:

Saya pertahankan enam pelayan setia

(Mereka mengajariku semua yang saya tahu);

Namanya adalah What dan Why dan When

Dan How dan Where dan Who.

I keep six honest serving-men
(They taught me all I knew);
Their names are What and Why and When
And How and Where and Who.

Rudyard Kipling adalah seorang pengarang Inggris, lahir di Bombay (sekarang Mumbay), India, dan dididik di Inggris. Ia kembali ke India pada tahun 1882 dan bekerja sebagai editor pada sebuah suratkabar Lahore (sekarang di Pakistan). Puisi-puisi awalnya diterbitkan pada tahun 1886 dan 1892. Cerpen-cerpen awalnya diterbitkan tahun 1888. Tahun 1889 ia kembali ke London dan tahun 1890 menerbitkan novel The Light That Failed. Cerita dan puisinya yang menjadi masterpiece menggambarkan perasaan dan perjuangannya di India, termasuk perasaan bosannya.

Pada dasawarsa pertama abad ke-20, popularitasnya mencapai puncak. Pada tahun 1907 ia dianugrahi Hadiah Nobel Sastra sebagai pengakuan atas prestasinya dalam dua kumpulan puisi dan cerita yang berkaitan, yaitu Puck of Pook Hill dan Rewards and Fairies. Dalam kumpulan terakhir inilah puisinya yang berjudul If” dimasukkan.

Rudyard Kipling, usia 60 tahun, pada kover Majalah Time, 27 September 1926

“If” adalah pusi yang ditulis tahun 1895 dan baru 15 tahun sesudahnya diterbitkan dalam kumpulan cerita dan puisinya tahun 1910. Betapa populernya puisi ini, terlihat dari sekian banyak puisi yang meniru gaya bahasanya dan tahun 1995 terpilih sebagai puisi paling favorit oleh warga Inggris dalam jajak pencapatBBC pada tahun 1995.

Kipling mengatakan bahwa puisi ini dicetak sebagai kartu yang dapat digantung di kantor-kantor dan kamar tidur. T.S.Eliot dalam esainya tentang karya Kipling melukiskan puisi Kipling ini sebagai “syair yang hebat” yang terkadang tak disengaja berubah menjadi puisi.

(Sumber: 90180.www.carbolicsmokeball)

Berikut ini disajikan terjemahan puisi “If” yang kini telah berusia 113 tahun.

JIKA

Oleh Rudyard Kipling

Jika kau bisa bersabar ketika semua orang sekitarmu

Hilang sabar dan mempersalahkanmu;

Jika kau bisa percaya diri ketika semua orang meragukanmu,

Namun berilah juga celah bagi keraguan mereka;

Jika kau bisa menunggu dan tak lelah menanti,

Atau, dibohongi, janganlah berdamai dengan kebohongan,

Atau, dibenci, janganlah balas membenci,

Namun janganlah kelihatan terlalu baik, atau berbicara terlalu bijaksana;

______________________________________________________

Jika kau dapat bermimpi – dan tidak membiarkan mimpi menguasaimu;

Jika kau dapat berpikir – dan tidak menjadikan pikiranmu sebagai tujuan;

Jika kau dapat meraih kemenangan dan menderita musibah kekalahan

Dan memperlakukan sama kedua tipuan semu itu;

Jika kau rela mendengarkan kebenaran yang kau ucapkan

Yang tersandra oleh para penipu yang membuat perangkap bagi orang bodoh,

Atau menyaksikan hancurluluhnya segala yang kau pertaruhkan untuk hidupmu,

Dan membungkuklah dan bangunlah puing-puing itu dengan peralatan rusak yang tersisa;

______________________________________________________

Jika kau dapat mempertaruhkan semua kemenanganmu

Dan mengambil risiko untuk satu giliran ’lempar-dan-tangkap’,

Dan ternyata kalah, dan harus mulai lagi dari awal

Dan janganlah pernah mengeluhkan kekalahanmu sepatah kata pun;

Jika kau bisa memaksa jantung dan saraf dan ototmu

Untuk melakukan giliran pukulan service-mu lama setelah semua kekalahanmu,

Dan ya bertahanlah bila tiada lagi apa pun dalam dirimu

Kecuali Kemauan yang berujar kepada mereka: ”Tunggu”.

__________________________________________________

Jika kau dapat berbicara kepada rakyat jelata dan mempertahankan kebajikanmu,

Atau berjalan dengan raja-raja – tanpa kehilangan hubungan dengan rakyat biasa;

Jika tiada musuh atau teman tercinta dapat melukaimu;

Jika semua orang menghargaimu, tapi tak berlebihan;

Jika kau bisa mengisi menit yang menentukan

Dengan menempuh jarak lari enam puluh detik yang tak ternilai –

Bumi dan segala isinya akan menjadi milikmu,

Dan – yang lebih penting – kau akan menjadi Seseorang anakku!

(Terjemahan S.Belen)


City of Joy (3.blogger)

If

If you can keep your head when all about you
Are losing theirs and blaming it on you;
If you can trust yourself when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too;
If you can wait and not be tired by waiting,
Or, being lied about, don’t deal in lies,
Or, being hated, don’t give way to hating,
And yet don’t look too good, nor talk too wise;

If you can dream – and not make dreams your master;
If you can think – and not make thoughts your aim;
If you can meet with triumph and disaster
And treat those two imposters just the same;
If you can bear to hear the truth you’ve spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools,
Or watch the things you gave your life to broken,
And stoop and build ’em up with wornout tools;

If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss,
And lose, and start again at your beginnings
And never breath a word about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: “Hold on”;

If you can talk with crowds and keep your virtue,
Or walk with kings – nor lose the common touch;
If neither foes nor loving friends can hurt you;
If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds’ worth of distance run –
Yours is the Earth and everything that’s in it,
And – which is more – you’ll be a Man my son!

Betapa populer puisi ini hingga ada yang malah menulis punggungnya (Poetry_tattoo­.www.tattooblog.org)

Sumber:

Wikipedia, the free encyclopedia, en.wikipedia.org

twinklingdreamz.blogspot

http://www.knowledgerush

iklan

alison-brie-shirlet-dance-1

Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

gambar spanduk sano

sano-tingkatkan-stamina-kebugaran-tubuh

Kartu nama Yuni

Tag: , , , , , ,

2 Tanggapan to “Rudyard Kipling dan puisi “If” yang tersohor”

  1. aji Says:

    bagus bgt n kren bget terus tampilKn KRRya@ Yng Lin Nya…………………Dn Boleh Dong Jarin Ku..Brpuisi Krn KU jga Ska mNgreaang Puisi

  2. Chebbienk Fatma Says:

    Kenapa cuma “If” yang ada terjemahannya….? Yang laen mana? Puisinya Kipling kan ratusan…😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: