Kahlil Gibran, sang pengilham Libanon milik dunia: “Anakmu bukanlah milikmu”

Pada tahun 2001, pernah saya bacakan Puisi Kahlil Gibran “Anakmu bukan milikmu” di hadapan orang tua murid sebuah sekolah menengah berasrama yang tertua di NTT di Mataloko, Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores. Karena sekolah ini bermutu dan lulusannya merantau ke berbagai daerah di Indonesia dan cukup banyak pula yang bekerja di mancanegara, puisi ini saya pilih. Para orang tua berasal dari berbagai pulau di NTT dan dimotivasi sekolah agar memberikan sumbangan berupa uang atau hasil bumi (beras dan kacang hijau). Betapa pun berat pengorbanan mereka, sejak awal mereka perlu diyakinkan bahwa anaknya bukanlah investasi ekonomi bagi keluarga. Mereka harus ikhlas melepaspergikan anaknya ibarat anak panah yang melesat-luncur jauh dan cepat entah ke mana. Orang tua hanyalah ‘busur’ yang digunakan untuk meluncurkan anaknya sebagai ‘anak panah’. Hadirin amat terkesan.

Potret diri lukisannya

(Sumber: http://www.inner-growth.info. gibran_art_g308)

Sejak waktu itu, puisi ini sering saya gunakan dalam pelatihan guru di berbagai daerah. Tepat tanggal hari ini setahun yang lalu, saya tuliskan puisi Kahlil Gibran ”Anakmu bukan milikmu” pada file powerpoint. Baris puisi terkenal itu antara lain:

Kaulah busur, dan anak-anakmu adalah panah yang meluncur.

Sang Pemanah mahatahu sasaran dan bidikan keabadian.

Dia merentangmu dengan kekuasaanNya, hingga anak panah itu melesat, jauh dan cepat.

Anda ingin membacanya? Silahkan klik di sini kahlil-gibran-anakmu-bukan-milikmu


Lukisan Kahlil Gibran: ’Pemanah’

(Sumber: http://www.inner-growth.info. gibran_art_g102.The archer)

Ia adalah penyair yang karyanya laris di seantero dunia pada urutan ke-3, sesudah William Shakespeare dan Lao Tse.

Puisi-pusi Kahlil Gibran semakin diminati remaja dan mahasiswa Indonesia. Di Jakarta banyak siswa SMA pernah membaca puisinya, Di Jogjakarta terjemahan karyanya diminati mahasiswa dari berbagai suku dan agama. Siapa sebenarnya Kahlil Gibran? Apa latar belakang hidup dan karyanya?

Kahlil Gibran adalah penyair, pelukis, pematung, penulis, filsuf, teolog, dan seniman seni rupa berkebangsaan Linanon, Ia lahir pada akhir abad ke-19, tanggal 6 Januari 1883 di Libanon. Tanggal 10 April 1931, pada usia 48 tahun ia wafat di Kota New York, Amerika Serikat.

Riwayat hidup

Ibunya Kamila berusia 30 tahun ketika Kahlil Gibran dilahirkan. Ayahnya juga bernama Kahlil, suami ketiga Kamila. Karena kemiskinan keluarganya, Gibran tidak mendapatkan pendidikan formal di masa kecilnya. Setelah ayahnya, seorang pemungut pajak dipenjara atas tuduhan penggelapan uang, pemerintah Ottoman menyita harta milik keluarganya. Pemerintah membebaskan ayahnya tahun 1894, tapi keluarga itu telah kehilangan rumahnya. Ibunya memutuskan mengikuti kakaknya, paman Gibran, beremigrasi ke New York, Amerika Serikat, bersama-sama dengan kedua adik perempuannya, Marianna dan Sultana, serta kakak tirinya Peter. Mereka berangkat pada 25 Juni 1895.

Foto Kahlil Gibran, remaja berusia 15 tahun pada tahun 1898

Gibran dan keluarganya tinggal di komunitas Libanon-Amerika di Boston. Ibunya bekerja sebagai penjaja kelilingpakaian linen dan busana berenda dari rumah ke rumah. Gibran mulai bersekolah pada tahun 1895 pada usia 12 tahun, dimasukkan ke kelas khusus bagi imigran untuk belajar bahasa Inggris. Seorang guru bahasa Inggrisnya mengusulkan namanya diubah menjadi Kahlil agar mudah diucapkan lidah Amerika.

Gibran kemudian dimasukkan ke sebuah sekolah seni dekat rumahnya. Ia berkenalan dengan seniman besar Boston, juru foto, dan penerbit yang mendorong dan mendukung olah kreatifnya. Sebuah penerbit menggunakan lukisan Gibran yang baru berusia 15 tahun pada kover-kover buku tahun 1898.

Pada usia 15 tahun ia kembali ke Libanon untuk belajar pada sebuah sekolah persiapan dan institut pendidikan tinggi di Beirut. Ia memulai sebuah majalah sastra mahasiswa dengan teman kelasnya dan terpilih sebagai ”penyair kampus”. Ia di sana beberapa tahun sebelum kembali ke Amerika Serikat pada tahun 1902. Dua minggu sebelum kepulangannya, adiknya Sultana wafat pada usia 14 tahun karena TBC, Tahun berikutnya kakaknya Bhutros meninggal karena penyakit yang sama, dan ibunya wafat karena kanker. Adiknya Marianna kemudian membiayai kehidupan Gibran dan dirinya, bekerja sebagai penjahit toko.

Seni dan puisi

Gibran menyelenggarakan pameran seninya yang pertama tahun 1904 di Boston. Waktu pameran ia bertemu dengan Mary Elizabeth Haskell, seorang kepala sekolah berwibawa yang lebih tua 10 tahun. Keduanya menjalin hubungan asmara sampai akhir hidup Gibran. Walaupun tersembunyi dari publik, korespondensi keduanya mengungkapkan keintiman luar biasa. Mary Haskell tidak hanya mempengaruhi kehidupan pribadi Gibran, tetapi juga kariernya. Tahun 1908 Gibran ke Paris untuk belajar seni dengan Auguste Rodin selama dua tahun. Di sinilah ia bertemu dengan mitra studi seninya yang menjadi teman seumur hidup, Youssef Howayek. Gibran kemudian belajar seni lagi di Boston.

Sementara terbanyak karya tulis awalnya ditulis dalam bahasa Arab, terbanyak karyanya yang dipublikasi sesudah tahun 1918 ditulis dalam bahasa Inggris. Buku pertamanya yang diterbitkan tahun 1918 adalah The Madman, sebuah karya berbentuk antara puisi dan prosa.

Walaupun sebagian besar waktu hidup Kahlil Gibran dilewatkan di Amerika Serikat dan Eropa (Prancis), banyak karya tulis Gibran menggunakan istilah-istilah spiritual dengan kata-kata kias alam tumbuhan dan hewan serta alam sosial (masyarakat) Timur Tengah, khususnya Libanon dan Suriah. Tulisannya yang agung adalah yang terutama membahas soal cinta spiritual. Seperti nasib Wolfgang Amadeus Mozart, komponis musik klasik yang amat sohor, yang meninggal pada usia 36 tahun, Kahlil Gibran tak pernah kawin selama 48 tahun hidupnya. Tampaknya, ia menggeluti cinta platonis dengan Mary Haskell. Cinta platonis yang menggairahkan disertai suka duka pergelutan tampak jelas pada karya lukisannya yang sebagian besar pria, wanita, dan anak-anak yang telanjang. Karya-karyanya ini mengingatkan kita kepada patung-patung agung yang tersohor di dunia karya Auguste Rodin yang sealmamater dengannya di Paris.

Cinta (Sumber: http://www.inner-growth.info. gibran_art_g105)

Karena nuansa dan ungkapan-ungkapan kias Gibran diambil dan diramu dari alam fisik dan sosial Timur Tengah, tak mengherankan jika puisi-puisinya mengingatkan kita kepada karya tulis (sastra) kristiani, terutama Alkitab, dan karya tulis dunia Islam. Karena itu, tak mengherankan pula, karya tulis Gibran mendapat sambutan baik dari kalangan dunia Kristen dan dunia Islam, dua agama yang berasal dari Timur Tengah.

Karyanya yang amat terkenal adalah ‘The Prophet’ (‘Sang Nabi’), yang terdiri dari 26 esai puitis. Opus magnum atau masterpiece Kahlil Gibran ini amat terkenal selama dasawarsa 1960-an, bersamaan dengan gerakan budaya tanding (counterculture) dan New Age yang melanda Amerika Serikat. Sejak diterbitkan tahun 1923, ‘Sang Nabi’ tak pernah berhenti dicetak dan tetap terkenal sampai hari ini. ‘Sang Nabi’ telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa, dan menjadi buku terlaris selama abad ke-20 di Amerika Serikat, nomor dua setelah Alkitab.

Baris puisinya yang amat populer pada lingkup penutur bahasa Inggris adalah dari ‘Sand and Foam’ (‘Pasir dan Buih’, 1926), yang berbunyi: ‘Separuh dari yang kukatakan tak berarti, tetapi aku mengatakannya sehingga separuh yang lain dapat sampai kepada Anda’. Kata-kata ini diambil oleh John Lennon, walaupun sedikit diubah, ke dalam lagu Julia dari album The Beatles tahun 1968.

Wafat dan warisannya

Kahlil Gibran Memorial di Washington, D.C.

Kahlil Gibran meninggal di Kota New York pada 10 April 1931 karena penyakit sirosis hati dan TBC. Sebelum wafat, ia mengucapkan keinginan terakhirnya agar dikuburkan di Libanon. Keinginan ini dipenuhi pada tahun 1932, ketika Mary Haskell dan adiknya Marianna membeli Biara Mar Sarkis di Libanon.

Museum dan kubur Kahlil Gibran di kota kelahirannya Bsharri, Libanon

Kahlil Gibran menginginkan agar isi studionya dipersembahkan kepada Mary Haskell. Di sinilah Mary Haskell menemukan surat-suratnya kepada Gibran sepanjang rentang waktu 23 tahun. Mula-mula Mary berniat membakar surat-surat cinta itu, namun menyadari nilai historisnya ia menyelamatkannya. Ia menyerahkan surat-surat itu beserta surat-surat yang dikirim Gibran yang ternyata ia simpan juga kepada Perpustakaan Universitas North Carolina sebelum ia wafat pada tahun 1964. Ringkasan lebih dari 600 surat itu diterbitkan pada buku berjudul ”Beloved Prophet” (”Nabi Tercinta”) pada tahun 1972.

Mary Haskel Minis akhirnya kawin dengan Jacob Florance Minis setelah pindah ke Savannah, Georgia tahun 1923, 8 tahun sebelum Kahlil Gibran meninggal. Ia menyumbangkan koleksi pribadinya yang terdiri dari hampir 100 karya seni asli Kahlil Gibran kepada Telfair Museum of Art di Savannah tahun 1950. Mary Haskell telah berpikir untuk menempatkan koleksinya itu di museum tersebut sejak tahun 1914. Dalam sebuah surat kepada Kahlil Gibran ia menjelaskan, ”… Saya sedang berpikir tentang museum-museum yang lain … Telfair Gallery yang mungil di Savannah.”

’Derita’ (’Pain’), salah satu lukisan Kahlil Gibran yang mungkin menggambarkan penderitaan batin Mary Haskell yang mencintai Kahlil Gibran tapi tak sampai dikukuhkan dalam lembaga perkawinan dan akhirnya kawin dengan Jacob Florance Minis yang mungkin kurang dicintainya. (Sumber: http://www.inner-growth.info. gibran_art_g207)

Seluruh royalti buku-buku Kahlil Gibran dipersembahkan bagi Bsharri, kota kecil kelahirannya, agar digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik. Akan tetapi, hal ini membawa kontroversi dan konflik fisik selama bertahun-tahun perihal pembagian uang, dan akhirnya, pemerintah Libanon mengambil alih sebagai pengawas sumber dana tersebut.

(Sumber: Wikipedia, the free encyclopedia, lihat www.en.wikipedia.org tentang Kahlil Gibran)

Iklan

Skeleton

Diabetes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-normalkan-gula-darah

Kartu nama Yuni 3



Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: