Multi-National Corporation (MNC), monster raksasa yang sulit dibendung

(Sumber: 2099.www.nextbillion.net)

Apa yang kita makan hari ini dan apakah kita akan makan besok ditentukan oleh Multi-National Corporation (MNC) yang beroperasi lintas benua dan lintas negara. Tempe dan tahu yang kita makan kini ditentukan oleh MNC. Mulai dari bibit unggul kedelai sampai dengan produksi kedelai dan penjualan di supermarket diatur oleh MNC. Tak usah heran jika kini kita bergantung dari impor kedelai. Kini kita mengalami krisis pangan. Itu gara-gara sepak terjang MNC.

Hongkong, salah satu kota penampung monster MNC

Susu yang diminum bayi-bayi Indonesia dari kota sampai ke desa kini diproduksi oleh tangan-tangan MNC yang tersebar seluas bumi ini. Ada kabar bahwa sapi dan ayam-ayam ras di luar negeri disuntik dengan hormon wanita, perempuan, agar memproduksi susu dan telur dalam volume yang melonjak dalam waktu singkat. Tak usah heran, jika di mana-mana kini kita melihat banyak remaja pria kita tampak kebencong-bencongan.

MNC membonceng tentara di Irak (Sumber: 20060430iraq_mcdonalds.i252.photobucket)

Dunia zaman globalisasi ini dilanda cocacolanisasi, macdonaldinasi, anlenisasi, nestlelisasi, dan dunkin-donatisasi. Bukan hanya itu, Dompet kita tiap hari terkuras oleh gelombang nokianisasi, samsungisasi, IBMisasi, microsoftisasi, canonisasi, sanyonisasi, walmartisasi, hondanisasi, toyotanisasi, boeingisasi, airbusisasi, siemensasi, adidasasi, googlelisasi, yahoonisasi, dan apa lagi. Silahkan Anda tambah sendiri.

Afganistan dilanda macdonaldisasi. Bahkan aspal pun diimpor dari Amerika untuk membangun jaringan jalan raya.

Kini kita memanggul derita krisis energi. Nah, itu gara-gara MNC, yang membuat kita masuk ke dalam jerat caltexisasi, shellisasi, exxonisasi, dan banyak yang lain. Rupiah yang kita belanjakan pada jam ini pada jam berikutnya mungkin sudah ditransfer ke sentra bisnis MNC di titik-titik strategis di bumi ini.

Jelaslah dalam sistem kapitalis yang berprinsip homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia lain), berlaku hukum alam survival of the fittest, siapa yang kuat dialah yang menang. Multi-National Corporation adalah serigala itu. Yang jelas lebih dulu terpuruk adalah negara-negara sedang berkembang yang kalah soal modal, teknologi, sumber daya manusia, dan jejaring kerja. Negara-negara maju sebenarnya ikut menderita tapi deritanya hanya sedikit. Karena, negara-negara maju dan MNC bekerja sama dan bersinergi untuk mencaplok negara-negara sedang berkembang.

Inilah VOC era global yang menggurita

Multi-National Corporation bukan saja ‘negara’ dalam negara tapi menjadi wujud lintas bangsa dan negara. Sepak terjang dan operasi MNC tak terkontrol oleh institusi politik. Korporasi ini tak punya tanah air, tak punya presiden dan kabinet, dan tak dikontrol parlemen seperti dunia politik negara. Jika korporasi ini dihalangi dan dibendung oleh sebuah negara, dengan mudah dan cepat ia hengkang ke negara lain yang bersedia menerimanya. Jika ia membangun stasiun televisi untuk promosi produknya, tak perlu ia bangun di negara yang menolaknya. Ia bisa saja membangun di sebuah padang gurun sebuah negara miskin dan menyiarkan siaran TV-nya ke seantero jagad, tanpa ada yang bisa mengontrol. Bagaimana Anda bisa membendung gelombang elektromagnetik yang tak kelihatan tapi mengepung kita di mana-mana?

Kita terperangkap dalam puzzle monster MNC

Apa yang harus kita lakukan? Menerapkan slogan gaya Presiden Soekarno, berdikari, berdiri di atas kaki sendiri? Apakah kita perlu membangun aliansi strategis dengan Cina dan India untuk membendung MNC? Apakah mereka mau karena mereka pun sudah masuk ke dalam jaringan MNC dan sedang berlomba membangun MNC sendiri? Apakah kita ikut berlomba masuk dan menjadi bagian MNC yang ada? Apakah kita sendiri mendorong beberapa perusahaan swasta nasional untuk menjadi MNC? Di hadapan kita terbuka beragam alternatif. Betapa pun saya yakin, di dunia ini jumlah solusi lebih banyak dari jumlah masalah. Sudah terlambat, sudah amat terlambat. Marilah kita segera berbenah diri dan mengambil tindakan.

Mimpi tinggal mimpi?

Iklan

big love dance

Sakit amandel

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan amandel

Kartu nama Yuni

Tag: , , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Multi-National Corporation (MNC), monster raksasa yang sulit dibendung”

  1. hendra Says:

    hajab sehajab-hajabnya….jadi gimana kita ne……..

  2. afik Says:

    endi gambare

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: