Keinginan versus kebutuhan

Air dalam gelas adalah kebutuhan kita. Sisa ruang dalam gelas adalah keinginan kita. Yang kita butuhkan untuk memuaskan dahaga adalah air dalam gelas. Selebihnya hanyalah keinginan untuk minum air lebih banyak lagi padahal dahaga sudah terpuaskan. Hidup kita sebenarnya adalah pertarungan tiada henti antara keinginan dan kebutuhan.

Kebutuhan si A adalah makan 3 x sehari. Tetapi, keinginannya adalah lebih sering makan di restoran mahal, menyantap makanan kesukaan.

Kebutuhan si B adalah memiliki satu rumah untuk keluarga. Tetapi keinginannya selalu mendorong untuk membeli rumah kedua, ketiga, dst.

Kebutuhan si C adalah memiliki sebuah motor untuk transportasi ke tempat kerja. Tetapi keinginannya adalah membeli mobil, kalau bisa yang lebih mahal, agar tak kalah dengan tetangga.

Kebutuhan si C adalah mendapatkan modal untuk usaha kecil-kecilan. Tetapi keinginannya mendorong untuk mendapatkan modal besar agar keuntungan besar cepat diraih. Ia terpaksa berhutang, usahanya bangkrut, dan terperangkaplah dia ke dalam jerat hutang.

Kebutuhan si D adalah memiliki modal untuk berjuang menjadi wakil rakyat. Tetapi, keinginannya adalah meraup uang lebih banyak jika sudah menjadi wakil wakyat, tidak hanya agar modal kembali, namun bisa hidup bak selebriti.

Kebutuhan si E adalah mendapatkan istri yang cantik dan pandai berdandan, suka merawat suami dan anak, dan pandai mencari uang. Tetapi keinginannya adalah kalau bisa tiga istri yang masing-masing memiliki kelebihan itu dan ketiga-tiganya tidak saling mengenal.

Dikatakan bahwa kita gunakan separuh hidup kita untuk mengumpulkan harta milik, dan separuh lainnya untuk memberi kepada orang lain. Hal ini benar bagi kebanyakan orang.

Nikki Willhite (www.allthingsfrugal.com) mengatakan, bahwa mengapa kita harus memiliki sedemikian banyak harta? Mengapa kita membeli barang hanya untuk singgah di rumah kita lalu terpaksa menjualnya di loakan dengan harga amat murah? Kita tidak hanya membeli terlalu banyak, tetapi sering kita jatuh ke dalam hutang. Pengendalian diri soal uang umumnya rendah. Anak-anak kita agaknya bepikir bahwa mereka harus memiliki setiap barang yang telah kita miliki, sambil mengabaikan kenyataan bahwa beberapa harta milik itu memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkannya atau sampai kita mampu membelinya.

Sebelas tahun saya belajar di asrama yang tak memiliki fasilitas telepon, dan kegiatan studi kami lancar-lancar saja. Sama sekali tak ada kebutuhan berkomunikasi dengan orang tua lewat telepon. Hanya melalui surat, paling sekali sebulan. Dan tiap surat yang dikirim dapat dibaca bapak asrama. Dialah yang memasukkan ke dalam amplop dan mengirimnya. Itu sudah aturan dan kami tak merasa sebagai beban.

Sekarang jika sebuah keluarga memiliki 4 anak, dalam rumah ada 7 HP. Karena suami, istri, tiap anak, dan pembantu masing-masing memiliki HP. Dulu pengeluaran untuk telepon rumah sedikit, sekarang berapa biaya pulsa yang dibeli seluruh anggota keluarga. Lalu, rumah itu penuh sesak dengan aliran gelombang elektromagnetik yang dalam jangka panjang berbahaya bagi kesehatan. Baca juga post saya pada www.sbelen.wordpress.com dengan judul: Jangan taruh HP dekat kepala waktu tidur! Mengapa? Tips keamanan menggunakan HP dan alat-alat wireless lain

Jika kami berlokakarya di Puncak sering saya ledek teman yang begitu rajinnya mencuci dan mengelap mobil setiap pagi. Istri Anda tak pernah Anda mandikan, tapi mobil dimandikan tiap hari. Ada keluarga yang memiliki lebih dari satu mobil dan untuk itu dibangun garasi besar. Lalu, suami, istri, dan anak-anak tidur bersesak-sesakan di sebuah kamar sempit. Ada keluarga yang punya dua mobil mahal tetapi masih tinggal di rumah kontrakan. Banyak bapak yang sudah pensiun menyesali keputusannya merenovasi rumahnya menjadi besar dan bertingkat. Untuk mengepel saja ia dan istrinya tak mampu karena anak-anak sudah mentas dan tinggal di rumah masing-masing.

Hidup kita dewasa ini telah terkepung iklan. Ke mana pun Anda pergi And akan selalu terpapar dengan iklan. Iklan suratkabar, majalah, billboard dan TV akan mendorong Anda bertindak sesuai dengan keinginan yang selalu meningkat dan berubah-ubah. Ribuan, jutaan perusahaan di dunia setiap hari memikirkan bagaimana mengubah keinginan Anda menjadi kebutuhan. Apa yang sebebarnya bukan kebutuhan lama-lama terkondisi oleh iklan menjadi kebutuhan. Waktu hidup di kampung, jika perut sakit, ada sekian banyak ramuan tradisional tersedia dan tinggal dibuatkan. Sekarang, bahkan di kampung, kalau terkena diare, yang terpikir oralit dan sekian obat diare yang dibombardir ke kepala kita tiap hari di media massa.

Mungkin kata-kata mutiara ini berguna sebagai bekal untuk membedakan apa yang sebenarnya merupakan kebutuhan dan apa yang sebenarnya hanya keinginan yang membuat hidup ini malah tak nyaman.

Orang yang pintar adalah orang yang membuat masalah besar menjadi kecil dan masalah kecil menjadi bukan masalah sama sekali.

Ketika sebuah kebiasaan mulai mengeluarkan uang, kebiasaan itu dibilang hobi.

Berdoalah agar Anda tak pernah harus memikul semua yang tak dapat Anda tanggung.

Kita kehilangan hal-hal yang pasti, waktu kita mencari hal-hal yang tak pasti.

Kecuali apa yang kita lakukan berguna, kemuliaan hanya sia-sia.

Amat pasti bahwa Anda tak memperoleh apa pun jika yang Anda lakukan melebihi kegunaan ekonomis dari apa yang sebenarnya sudah Anda miliki.

(Sumber: www.creativeproverbs.com)

Apakah diperlukan keseimbangan antara keinginan dan kebutuhan?

Beberapa kata mutiara dalam bahasa Latin:

In medio stat virtus.Kebajikan berada di tengah, tidak di posisi ekstrim.

Dosis facit venemon. Dosislah yang membuat racun.

Qui multum habet, plus cupit. Orang yang memiliki banyak menginginkan lebih banyak. (Seneca)

Semper inops quicumque cupit. Orang yang selalu ingin akan selalu merasa miskin. (Claudian)

Nihil tam munitum quod non expugnari pecunia possit. Tak ada yang sedemikian kuatnya yang tak dapat ditaklukkan dengan uang. (Cicero)

Major e longinquo reverentia.Dilihat dari jauh, apa pun indah.(Tacitus, annals 1,47)

(Sumber: en.wikiquote.org)

Iklan

Ganggam style

Sakit herpes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-herpes

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: