Tuntutan karakter presiden Amerika, apa tuntutan kita untuk presiden 2014 – 2019?

Barack Obama, kandidat Partai Demokrat

Jika rakyat Amerika menuntut presiden mendatang sebagai pribadi yang jujur yang memiliki kepemimpinan yang kuat, apa tuntutan rakyat Indonesia? Karakter macam apa yang kita kehendaki ditunjukkan calon presiden kita pada pemilu 2014?

Semakin dekat pemilu presiden semakin gencar dan hiruk pikuk pendapat yang dilontarkan tentang ciri-ciri presiden Indonesia mendatang. 

Aneh tapi nyata, pemilu presiden AS seolah diikuti manusia sejagat. Lihat saja perjalanan Obama dalam rangka kampanye pemilu. Di beberapa negara, beliau diterima seolah-olah sudah menjadi presiden dan disambut masyarakat yang berjejal-jejal di jalan raya. Dari dulu cukup banyak orang Indonesia lebih suka mengikuti hiruk pikuk proses pemilihan kandidat Partai Republik dan Partai Demokrat Amerika dibandingkan dengan pemilu presiden di negeri sendiri.

McCain, kandidat presiden Partai Republik

Apakah perlu sejak sekarang kita memikirkan ciri-ciri karakter presiden kita mendatang? Tampaknya kita mendambakan presiden sebagai a person of strong character, seorang pribadi yang memiliki karakter yang kuat di tengah-tengah masa pancaroba yang belum juga berlalu.

Sebagai bahan refleksi, perkenankan kami memaparkan hasil survei lembaga jajak pendapat AS yang terkenal, GALLUP. Mudah-mudahan lembaga jajak pendapat kita, seperti LSI, IRI, dan IFES serta Kompas melakukan hal serupa sejak sekarang.

Itulah dua ciri utama tuntutan rakyat Amerika terhadap presiden mendatang. Sedangkan, pengalaman di pemerintahan federal Washington tak dianggap penting. Survei Gallup menggunakan dua jenis pertanyaan. Pertama, pertanyaan terbuka dan responden diperbolehkan mengisi dengan kata-kata sendiri. Dan, kedua, pertanyaan tertutup dengan meminta responden memberi rating / menentukan skala penilaian terhadap 16 ciri-ciri yang berbeda. Survei dilakukan pada 26 – 29 Maret 2007 terhadap 1600 responden sebagai anggota panel rumah tangga yang representatif secara nasional.

Sebagai tambahan dua ciri utama itu, warga Amerika menekankan pentingnya kompetensi manajerial. Mayoritas juga mengatakan bahwa adalah esensial presiden mendatang terfokus kepada persatuan nasional. Warga menganggap kurang penting pengalaman kandidat presiden, termasuk apakah ia bekerja dalam pemerintahan federal Washington.

Kualitas terpenting presiden mendatang

Pertanyaan terbuka poll sebagai berikut:

Sekarang, pikirkan ke depan ke tahun pemilihan presiden 2008 – dapatkah Anda katqakan kepada saya dengan kata-katamu sendiri kualitas apa yang paing penting yang Anda inginkan dari presiden mendatang?

”Kejujuran” adalah tema yang muncul paling menonjol dari data — 33% mengatakan mereka menginginkan seorang presiden yang jujur dan berterus terang. Banyak warga Amerika yang memberi komentar tentang kualitas ini, seperti presiden mendatang harus memiliki integritas (10%), memiliki karakter moral yang baik (5%), dapat dipercaya (4%), dan berperilaku terhormat (4%).

Kepemimpinan adalah jawaban yang paling umum pada data, disebut oleh 16% responden.

Sebagai tambahan, 10% mendambakan kompetensi atau kemampuan memerintah secara efektif, 9% menghendaki presiden yang lebih mewakili rakyat daripada kepentingan khusus atau partainya, dan 8% menginginkan presiden mendatang lebih memprioritaskan urusan dalam negeri daripada luar negeri.

26-29 Mar 2007

%

Kejujuran/berterus terang

33

Kepemimpinan yang kuat

16

Kompeten/mampu/dapat memerintah secara efektif

10

Integritas

10

Mendengarkan/mewakili rakyat dan bukan kepentingan partai

9

Mendahulukan AS/fokus kepada isu-isu dalam negeri

8

Kecerdasan

5

Karakter moral yang baik/nilai-nilai keluarga

5

Visi untuk negeri

5

Dapat dipercaya

4

Memenangkan/mengakhiri perang di Irak

4

Berperilaku terhormat

4

Pandangan tentang ekonomi baik

3

Pengalaman kebijakan luar negeri

3

Kristen

3

Pembangun consensus/mempersatukan negeri

2

Konservatif

2

Pandangan tentang isu terorisme baik

1

Pengalaman (umum)

1

Akal sehat

1

Karisma

*

Lain-lain

4

Tak ada yang khusus

1

Tak berpendapat

3

* = Kurang dari 0.5%
Catatan: Persentase ditambah menjadi lebih dari 100% karena ada yang menjawab berkali-kali.

Karakter esensial presiden mendatang

Kepemimpinan dan 15 ciri khas lain ditanyakan Gallup kepada publik untuk memilih rating (skala penilaian): ”Esensial secara mutlak”, ”penting”, atau ”tak terlalu penting” dimiliki presiden mendatang. 75% warga Amerika mengatakan, adalah esensial presiden mendatang menjadi ”pemimpin yang kuat dan tegas (bukan peragu) dalam mengambil keputusan”. Kejujuran tidak dimasukkan ke dalam daftar secara khusus, tetapi 68% mengatakan adalah esensial presiden mendatang memiliki ”karakter moral yang baik.” Dua butir lain yang dipandang esensial oleh mayoritas warga Amerika adalah: menjadi manajer yang efektif (63%) dan terfokus mempersatukan negeri (59%).

Berikut ini saya akan membaca daftar kualitas dan ciri khas. Untuk masing-masing, silahkan katakan betapa penting menurut pendapat Anda hal itu harus dimiliki presiden mendatang – esensial secara mutlak, penting, tidak esensial, atau tidak terlalu penting?


Esen-

sial

Penting, tak esensial

Tak terlalu penting

Tak ber-pen-dapat

%

%

%

%

Seorang pemimpin yang kuat & tak peragu

77

22

1

*

Memiliki karakter motal yang baik

68

29

2

*

Seorang manajer yang efektif

63

34

3

*

Terfokus mempersatukan negeri

59

35

5

*

Amat konsisten dengan pandangannya tentang isu yang selama ini dianut

47

46

6

*

Memiliki pengalaman menangani kebijakan luar negeri pada level pemerintah

46

48

5

*

Memperhatikan opini publik bila mengambil keputusan

43

43

14

*

Setia kepada suami atau istri

37

40

22

1

Memiliki banyak pengalaman dalam pemerintahan

34

50

15

*

Orator yang memberi ilham

24

56

20

*

Kukuh memegang prinsip-prinsip partainya

22

45

33

*

Berpengalaman menjalankan bisnis

19

47

34

*

Tak pernah menggunakan obat-obatan terlarang

19

39

42

*

Menghadiri ibadah religius secara teratur

18

38

44

*

Telah lama bekerja di pemerintahan Washington

10

35

54

*

Mengabdi di bidang militer

7

36

57

*

* = Kurang dari 0.5%

Walaupun pengalaman kerja umumnya dipandang sebagai kualitas yang diinginkan, rakyat Amerika pada umumnya tidak memandang hal ini sebagai satu keharusan bagi presiden mendatang. Hanya 34% mengatakan bahwa adalah esensial presiden mendatang memiliki banyak pengalaman dalam pemerintahan. Rakyat Amerika sedikit lebih menilai pentingnya pengalaman politik luar negeri (46% mengatakan itu esensial), tetapi melihat pengalaman pemerintahan federal kurang menjadi pertimbangan penting (hanya 10% mengatakan adalah esensial lama bekerja di pemerintahan Washington; 54% mengatakan tidak terlalu penting).

Dalam penilaiannya, rakyat Amerika menunjukkan keinginan tentang siapa yang harus diperhatikan presiden dalam pengambilan keputusan. Lima puluh empat persen mengatakan adalah esendial presiden mendatang memberi perhatian kepada opini publik bila mengambil keputusan. Ini hampir 2 x persentase orang yang mengatakan bahwa adalah esensial presiden “berpegang teguh kepada prinsip-prinsip partainya.”

Metode survei

Hasil studi panel ini berdasarkan wawancara telepon dengan 1006 warga negara dewasa, berusia 18 tahun atau lebih, dilakukan tanggal 26-29 Maret 2007. Responden dipilih secara random dari panel rumah tangga yang representatif secara nasional. Tingkat kepercayaan 95%, margin sampling error sekitar 3%.(Sumber: Jeffrey M. Jones, GALLUP, 4 April 2007, www.gallup.com & www.suarapembaruan.com).

Nah, rakyat Indonesia tentu harus hati-hati memilih presiden mendatang. Apakah calon-calon yang telah menyatakan maju ke pemilu presiden 2014 memiliki karakter yang kuat, a person of strong character? Lima tahun adalah waktu yang lama untuk menentukan nasib bangsa ini dan ke mana bangsa ini mau dibawa. 

Sumber foto: www.unimondo.org; www.barackobama.net; upload.wikimedia.org; upload.wikimedia.org; www.etan.org; newsimg.bbc.co.uk)

Advertorial

296

Awet muda

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano bikin awet muda

Kartu nama Yuni

Tag: , , , , , ,

11 Tanggapan to “Tuntutan karakter presiden Amerika, apa tuntutan kita untuk presiden 2014 – 2019?”

  1. Singal Says:

    Rakyat negeri ini terlalu sibuk dalam mempertahankan hidupnya daripada memikirkan calon pemimpinnya, maka yang memberi dan mengisi angket itu pastilah golongan menengah keatas. Kalaupun rakyat kelas menengah kebawah di tanya langsung oleh si pembuat angket (siapapun) mungkin dia asal jawab saja. Kasihan negeri ini…(menurutku). Tetapi siapapun pemimpin negeri ini, saya akan tetap berbuat yang terbaik, meski tanpa pengaruh mereka (pemimpin negeri ini), jadi saya tidak perduli siapa mereka, karena mereka tidak akan memikirkan kita (saya) hehehe…

  2. S Belen Says:

    Pak Singal, metode pengumpulan data dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat. Metode survei ilmu-ilmu sosial sudah maju, seperti yang terlihat pada cara melakukan Quick Count pada hari pemilu selama ini. Yang penting, pemilihan sampel akurat. Bisa pakai cara bertanya langsung melalui wawancara singkat. Jumlah sampel tak perlu banyak.

    Di perempatan jalan di mana-mana kita lihat para pengendara motor, mobil, becak, dan angkot bisa mengatur sendiri sehingga tak terjadi kemacetan. Namun, sering jika ada polantas, malah macet. Itulah Pak Singal, analogi mengatur negara ini. Rakyat bisa mengatur diri sendiri dengan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan win-win solution. Tapi pemerintah yang tak becus, yang mau mengatur apa yang bisa diatur masyarakat membuat semuanya kacau balau. Kita ingat, ada waktu transisi sekitar 3 bulan antara diturunkannya Gus Dur dan mulai efektif berjalannya pemerintahan Megawati. Tiga bulan rakyat bisa mengatur kehidupannya sendiri tanpa intervensi pemerintah. Wahai, orang-orang pemerintah-pamong-praja-ambtenar, Anda dipilih rakyat untuk melayani, bukan dilayani.

  3. Indra Says:

    Bapak Presiden Indonesia mengetahui apa tidak ya kalau nama Republik Indonesia belakangan ini di kancah Internasional dikait-kaitkan dengan persoalan matematika. Saya tahu ada Polinomial Republik Indonesia atau RI Polynomial setelah visit ke alamat ini : http://eqworld.ipmnet.ru/forum/viewtopic.php?f=2&t=35. Sebagai anak bangsa Indonesia saya bangga juga sih…

  4. Adib Says:

    Kalau begitu saya juga ikut menambahkan informasi buat mahasiswa/i di seluruh Indonesia, bahwa Indonesia juga menjadi nama persamaan diferensial, tepatnya RI differential equation seperti yang saya search di alamat ini :
    http://eqworld.ipmnet.ru/forum/viewtopic.php?f=2&t=46. Menurut penjelasannya, pemakaian persamaan diferensial itu sangat luas. Barangkali informasi ini bermanfaat buat materi skripsi, thesis, dan bahkan disertasi kalian. Selamat Indonesia, sebenarnya rapormu tidak jelek-jelek amat koq.

  5. Suyadi Says:

    Saya coba menanggapi soal Pemimpin Indonesia pada periode 2009-2014. Menurut saya: setelah mengalami masa gonjang-ganjing yang berlarut-larut setelah reformasi bergulir di negeri ini, kita membutuhkan seorang Pemimpin yang tidak hanya tegas, lugas, murah senyum dan mengayomi rakyat.
    Tegas: dengan kehidupan demokrasi yang yang subur akhir-akhir ini ternyata banyak disalahgunakan oleh sebagian masyarakat. Demokrasi dimaknai dengan kebebasan yang tiada batas, yang penting keinginan gue dikabulkan. Padahal bukan demokrasi yang seperti itu yang kita harapkan! Kita boleh menuntut, asalkan tuntutan itu tidak melanggar hak-hak sipil orang lain. Jadi kebebasan kita itu dibatasi oleh kebebasan orang lain, tidak bisa harus memaksakan kehendak dengan dalih demokrasi.
    Contoh: 3000 orang lebih demontrasi ke lembaga rakyat menuntut pemerintah dan lembaga tersebut mengabulkan keninginan mereka: mengubah suatu UU. Dengan 3000 orang tersebut belum mewakili rakyat Indonesia yang lebih 230 juta. Seharusnya tuntutan tersebut tidak dikabulkan, sebab masih ada ratusan juta warga lain yang belum tentu setuju dengan tuntutan mereka tadi. Di sini diperlukan ketegasan untuk menolak atau tidak mengabulkan keinginan / tuntutan tadi.
    Tegas sikap yang paling dominan untuk seorang Presiden seperti Soekarno, namun dengan ketegasan tadi seorang presiden harus tetap ramah, seperti Soeharto. Meskipun senyuman itu membawa derita bagi sekelompok orang, YANG PENTING sebagian besar masyarakat terselamatkan!!
    Menurut saya: Wiranto adalah sosok yang cocok untuk Presiden RI periode 2009-2014.

    Suyadi, SPd., M.A.
    Domisili di Jambi

  6. Jhon Says:

    Menurut saya pemimpin yg baik mengerti akan kesulitan masyarakat banyak, karena sangat kasihan orang yg berada di pedalaman yg serba kesusahan, serta baik pegawai atau pun swasta sangat menyayangkan bahwa tindakan masyarakat yg agresif, dan tak memperhitungkan dampak,akibat, serta tak mau berpikir dgn akal sehat. Semua orang mendambakan perdamaian. Semoga para elit politik dapat mengerti akan hal ini. Karena rakyat yg memilih bukan calon yg memilih dirinya sendiri, karena ketenangan, kedamaian akan memperoleh banyak dukungan. Trim’s by jhon/ KALTENG

    • S Belen Says:

      Setuju, rakyat di pedalaman ibarat sudah jatuh ditimpa tangga lagi. Barang elektronik, pakaian, transpor mahal. Fasilitas pendidikan dan kesehatan tertinggal. Pejabat dan politisi hanya berdangdut ria di atas penderitaan rakyat. Sekali kita mencontreng nama dan partainya, mereka seenaknya mengolah kekuasaan yang diperoleh melalui koalisi sana-sini. Seperti teknik bohong alias ngapusi Orde Baru, prihatin kita melihat politisi kita main ngapusi rakyat, KPU bekerja amburadul yang menyebabkan orang jadi golput dan partai pemenang bangga jika pesaingnya dirugikan oleh ulah KPU. Penyakit ngapusi bangkit dan menjalar lagi. Quo vadis bangsa ini? Kita mulai saja dari akar rumput, memberdayakan masyarakat yang terpinggirkan dan ditipu lewat politik tak beradab. Tetaplah optimis.

  7. MOHAMMAD ADAM,SE Says:

    Pemimpin politik di negri ini memang tidak pernah berpikir nagaimana mendorong rakyat untuk mensejahterakan dirinya, namun mereka hanya berpikir gimana caranya merekrut kekayaan dari orang-arang di sekitarnya, maka jangan heran kalau negeri yang terdiri dari pulau-pulau dan memiliki kekayaan melimpah ini akan selalu miskin dan termiskin lagi, sepanjang kehidupan dana tatanan demokrasi serta pola pemerintahan negeri ini dipertahankan begini terus.
    Masyarakat memang kecewa tapi mereka tidak bisa berbuat banyak mereka hanya menrima apa yg diberikan hari ini oleh oknum-oknum pemilik partai atau caleg untuk memilih mereka padahal kettidak sadaran mereka memilihi org tersebut merupakan batu sandungan bagi diri sendiri. tapi itulah fenomena negeri ini SEMOGA TUHAN MEMBERIKAN AZAB UNTUK NEGERI INI DAN MEMUTAR BALIKAN KEHIDUPAN NEGERI INI UNTUK DAPAT MENGHIDUPKAN DIRI DAN KELUARGANYA TANPA HARUS TERTIPU OLEH MANUSIA LAINYA

    • S Belen Says:

      Yang golput murni dan golput yang “digolputkan” sistem KPU yang amburadul sekitar 40%. Jadi, legitimasi wakil rakyat yang terpilih cuma didukung 6 dari 10 warga yang memilih. Dari 60% yang memilih juga memiliki tingkat kesadaran politik yang berkisar dari tidak sadar, kurang sadar sampai dengan sadar. Yang benar-benar sadar politik berapa persen sih? Katakanlah angka yang optimis adalah 40% pemilih yang sadar politik. Nah, kalkulasi matematika yang paling optimis adalah wakil-wakil rakyat itu hanya didukung penuh oleh 4 dari 10 pemilih negeri ini. Anda hanya mewakili minoritas. Mayoritas adalah warga yang sudah muak melihat perilaku nan tak terpuji dan yang “digolputkan” oleh sistem penuh tipu daya.

      Solusinya adalah kita memberdayakan, mencerdaskan, dan mensejahterakan sejauh kemampuan kita masing-masing di mana pun kita berkiprah mengabdi bangsa ini, mengabdi kemanusiaan. Sikap ini lebih terpuji daripada wakil rakyat tertentu yang “mewayanggolekkan” saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang tak senasib dengan wakil rakyat yang mendapatkan jaminan kesejahteraan dari uang negara, uang rakyat ini.

  8. mukhrand Says:

    NEGERI YANG KAYA CERMIN MANUSIA YANG BERAKHLAK, NEGRI YANG SANTUN MENUNJUKAN MANUSIANYA YANG JUJUR, TAPI NEGRI INI SELALU BERDASARKAN TAKHAYUL, DAN KEMUNAFIKAN, NEGRI KHAYALAN DENGAN SANDARAN KEHIDUPAN PENUH BAYANG-BAYANG MANUSIA YANG BERWAJAH SERIGALA, KUCING,ANJING, HIU, ELANG…
    MAKA KEPASRAHAN RAKYAT INDONESIA SAAT INI TIDAK BISA DIPAKSAKAN UNTUK NGOMONG SOAL PEMILU,PILPRES,KOALISI,DPT. LIHAT SAJA HASIL PEMILU YANG ADA SEAKAN MEMBAWA PETAKA BAGI PEMILIK PARTAI YANG KALAH.. PADAHAL MUNGKIN KEKALAHAN ITU JUGA HASIL DARI MERAMPOK SUARA DILAIN TEMPAT. MAKA AZAB ALLAH MEMBALAS DENGAN KEBENCIAN ORG LAIN DI LAIN TEMPAT PULA..
    INGAT PEMIMPIN ADALAH IMAM, PEMIMPIN ADALAH NAKHODA, BILA PEMIMPIN YANG BERDASARKAN DENGAN HASIL PEMAKSAAN, MAKA MARILAH KITA TUNGGU KEHANCURAN.
    FAEL,SIFAT, PERLAKUAN MANUSIA PENUH DENGAN KEBERAGAMAN, MAKA MARILAH KITA HORMATI KEBERAGAMAN JANGAN KITA EGOIS DALAM MENAPAK HANYA PADA SATU SISI KEHIDUPAN SAJA TAPI HORMATILAH KEBERAGAMAN YANG ADA. CONTOH YANG TERLIHAT DI NEGRI DI SEBERANG TIMUR SANA YANG NAMANYA MALUKU UTARA ADALAH MINIATUR INDONESIA MAKA SAYA YAKIN APA YANG PERNAH TERJADI DI NEGRI KECIL ITU ADALAH CERMIN DARI INDONESIA ITU SENDIRI…

    • S Belen Says:

      Benar pernyataan Anda. Saya sekarang sedang bertugas di Pulau Bacan, Maluku Utara. Inilah miniatur Indonesia: Listrik padam berjam-jam tanpa pemberitahuan, porter berhamnburan naik ke kapal waktu kapal bersandar dan membuat penumpang merasa takut dan was-was, nyamuk malaria beterbangan karena got-got mampat dari air limbah rumah-rumah yang penuh dengan sampah, barang elektronik dan pakaian serta makanan mahal, tak ada toko buku di pulau ini, jika mobil melewati kawasan kantor tentara harus berjalan pelan-pelan, pagi hari tentara lopas menyandang senapan dan semua mobil dan motor disuruh minggir, mobil polisi seenaknya merampas hak pengendara sipil, sekolah miskin melarat karena mengandalkan dana BOS yang cair tak jelas kapan waktunya, banyak anak SD belum bisa membaca dan menulis sampai kelas IV, dan peringkat nilai UASBN SD Maluku Utara berada pada posisi ke-31 dari 33 provinsi.

      Cara berpolitik kotor Orde Baru bermunculan lagi. Tak usah heran, pemenang pemilu adalah pendekar hasil didikan Soeharto yang kini berani menipu alias “ngapusi” seperti gurunya di era informasi terbuka sekarang ini. Bangsa ini memang pendek ingatan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: