Politisi maling

Hamka Yandhu, anggota DPR dari Fraksi Golkar bernyanyi. Senandungnya membuat kalang kabut Menteri Kehutanan MS Kaban dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Bappenas Paskah Suzetta, dan 50 nama anggota DPR yang disenandungkan terlibat menerima uang aliran dana ilegal Bank Indonesia. Semakin banyak sang tersenandung berbicara, dan semakin gencar Pak Yusuf Kalla membela kadernya, semakin terasa lucu ucapan mereka. Sekali Anda berbohong, Anda harus terus konsisten berbohong dan semakin Anda konsisten berbohong, semakin lucu dan geli rakyat mendengarnya. Memang benar prinsip Lawrence, salah satu hak istimewa pemerintah adalah berbohong.

V.A. Jayaprakash mengatakan, ‘Politik itu tidak kotor, yang kotor adalah politisinya.’ Bernard Shaw, seorang sastrawan dan penulis drama terkenal mendefinisikan, ‘Politik adalah tempat terakhir (last resort) para penipu.’ Jayaprakash menambahkan, ”Uang adalah oksigen politik, dan mammon (kekayaan, sic) adalah dewa politik.”

Politisi busuk ini tetap menghirup kenikmatan privelese dan mengikuti beberapa prinsip berikut ini:

  • Menipu sudah berakar. Dimulai dengan mengalahkan partai lain, dan kemudian melecehkan pemilihnya dan menelantarkan kepercayaan mereka.
  • Menerima tendangan balasan adalah bagian dari deal.
  • Membunuh, membuat kejahatan, membunuh karakter orang, menyudutkan orang dan mengusir lawan politik adalah trik-trik perdagangan ‘nasional’.
  • Tetap di dunia politik itu ibarat ketiban rezeki nomplok. Anda tak perlu melakukan apa pun. Yang penting tetaplah bertahan dalam lintasan lari jarak jauh.
  • Pendidikan atau kualifikasi apa pun tak penting, sama dengan diskualifikasi. Lupakanlah karakter dan budaya, nilai-nilai moral dan kepatutan.
  • Politisi tak perlu bekerja atau mencari nafkah. Ia telah disusui oleh sistem atau menyusui sistem.
  • Memiliki suara hati atau sadar nurani sudah kuno, sudah bukan mode dalam politik.
  • Masuk penjara dan berjuang merebut kekuasaan, keluar dari penjara dan mengikuti mosi percaya atau mosi tidak percaya. Itulah, semuanya adalah bagian dari permainan.
  • Sekali anda berada di dalamnya, sulitlah untuk keluar.

(Sumber: http://www.indiainfoline.com).

Waktu di SMP saya hafal kata mutiara yang selama ini sejauh pengamatanku terbukti benar. ”Uang dapat membuka semua pintu, kecuali pintu surga.” Uang dapat membuka pintu hati anak yang ngambek, membuka pintu sekolah mahal, membuka pintu universitas mahal, membuka pintu hati wanita, membuka pintu bisnis bergengsi, dan pintu apa saja. Silahkan Anda tambah sendiri.

Banyak politisi era reformasi benar-benar mahfum. Untuk membuka pintu Istana Presiden, pintu Gedung DPR di Senayan, atau pintu gedung DPRD, Anda perlu punya banyak duit. Untuk membuka pintu jabatan Menteri, gubernur, bupati, walikota, bahkan kepala desa, Anda harus punya uang.

Kalau uang Anda halal, Anda tak perlu khawatir, Tetapi, jika uang Anda haram hasil merampok uang rakyat, nama baik Anda hanya bergantung nasib, tertangkap atau tak ketahuan. Kalau tak ketahuan dan tak tertangkap, jika meninggal jasad Anda mungkin diistirahatkan di taman makam pahlawan, diiringi tembakan salvo dan upacara protokoler yang mulia yang dibiayai dengan uang rakyat.

Kerinduan mendapatkan pemimpin rakyat yang berkarakter, yang hidup bersahaja seperti Bung Hatta tinggal impian? Bayangkan, selama menjadi wakil presiden beliau tak berhasil menabung uang untuk membeli sepatu Bally idamannya. April lalu ketika saya berkunjung ke rumah kediaman Bung Hatta waktu kecil di Bukittinggi, ibu penjaga rumah itu mengatakan, cerita Ibu Meutia, bahwa setelah Bung Hatta meninggal benar-benar tak ada uang yang diwariskan, Yang diwariskan hanyalah buku bertumpuk-tumpuk.

Inilah sepeda yang dipakai Bung Hatta selama belajar di Bukittinggi. Ia mendapatkan sebuah kamar kecil, dilengkapi tempat tidur, meja dan kursi belajar di rumah pamannya. Tiap malam ia tidur di surau dekat rumahnya.

Foto Bung Hatta ketika manjadi mahasiswa di Belanda. Setiba di Belanda, Bung Hatta menerima uang buku sebagai bagian beasiswa. Ia membeli amat banyak buku lalu menatanya di rak buku di kamarnya. Lalu, duduklah ia termenung, menerawang, sambil berucap, ”Wah, sekarang saya benar-benar kaya.”

Mata banyak politisi kita sekarang sudah tak mampu melihat. Matanya sudah tertutup lembaran uang. Politisi maling berkata, ”Saya tidak peduli, Yang penting saya menjadi wakil rakyat atau kalau nasib lagi baik menjadi menteri.” Untuk mendapatkan jabatan terhormat, saya telah mengeluarkan banyak uang. Setelah menjadi wakil rakyat atau pejabat, tidak hanya modal harus kembali tetapi harus berlipat ganda, untuk mempertahankan jabatan ini atau kalau mujur merebut posisi lebih tinggi.”

(Sumber foto: http://www.igotnewsforyou.com)

Iklan

Pegang ikan

Osteoartritis pengapuran tulang

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan pengapuran tulang

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: