Lestarikan lingkungan hidup, tidak hanya sekadar kampanye di sekolah ini

SDN Sumbersono, Dlanggu, Mojokerto, Jawa Timur ini tampak rindang, asri, dan menyejukkan. Bayangkan, bagaimana perasaan kita tatkala menginjakkan kaki di sekolah ini.

Setiap tanaman mendapatkan tempatnya yang terhormat dan tertata serasi. Memberikan kesan menyenangkan, tidak menimbulkan stres.

Amatilah tulisan pada papan kayu yang tergantung di aula sekolah ini! ”Sabda Rasullullah: Barang siapa menanam pohon atau tanaman dan ia Muslim…Kemudian tanaman itu dimakan burung, manusia, atau hewan, maka baginya pahala sama dengan sedekah.”

Tepat sekali kata-kata pilihan ini. Pastilah setiap agama memiliki kata-kata seperti itu. Bayangkan jika setiap insan Indonesia menanam satu pohon atau tanaman saja dalam satu bulan. Sudah berapa tanaman yang ditanam di Indonesia?

Kedua bocah SD ini sedang menggarap benih pada gelas plastik air mineral bekas. Kata-kata pada papan kayu itu tidak hanya tinggal slogan tak bermakna.

Sebidang tanah di halaman sekolah ini dimanfaatkan untuk menamam tanaman yang bisa dimakan manusia.

Anak SD tidak hanya menanam dan membiarkan tanaman itu berjuang sendiri. Siswa ini menyiangi rumput, menyingkirkan gulma yang mengganggu tanaman.

Bahkan para siswa belajar bagaimana memilih benih padi yang bagus, menanam, dan merawat padi, walaupun ada Pak Bon (penjaga sekolah) yang secara kontinu menangani tanaman padi ini.

Kegiatan menanam dan merawat tanaman tidak hanya berhenti di sini. Guru membimbing siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengamati tanaman (mengukur dan mencatat pertumbuhan), melakukan deskripsi tiap tanaman dalam tugas Bahasa Indonesia. Mereka belajar secara berkelompok. Banyak sekali kegiatan belajar aktif yang dapat dilakukan jika sekolah memelihara lingkungan sebagai sumber belajar.

Setelah sekian lama anak-anak menanam dan merawat tanaman, mereka sampai ke tahap menilai apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya dan di seluruh tanah air, seperti yang mereka baca di koran dan tonton di TV. Penilaian yang lahir dari penghayatan melalui tindakan konkret ”go green”, membuat kita terkesima. Pada pajangan karya siswa di ruang kelas, anak-anak SD mempersalahkan pabrik yang merusak lingkungan. Mereka menyesalkan ulah manusia rakus yang menyebabkan hutan gundul, dan dampak selanjutnya: bencana banjir dan tanah longsor.

Banyak pejabat yang getol mengkampanyekan pelestarian lingkungan hidup, dengan menanam pohon sembari disorot kamera TV dan diiringi para birokrat dan rakyat yang disuruh berkerumun. Setelah satu tahun, mungkin tanaman-tanaman yang ditanam itu telah mati. Namun, anak-anak cilik SD ini tak berkoar-koar. Mereka hanya melakukan yang bisa mereka lakukan, dengan bimbingan bapak dan ibu guru. Congratulation bagi anak-anak, kepala sekolah, para guru, dan orang tua SDN Sumbersono, Mojokerto ini!

(Terima kasih kepada Ibu Noor Indrastuti, yang telah memberikan foto-foto dan menjelaskan tentang aktivitas sekolah ini serta mengizinkan kami memuatnya dalam blog ini)

Iklan

gif-aug-4-12-12_zpsfd12c40d

Parkinson

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-parkinson

Kartu nama Yuni 3

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: