Alasan kami memilih pemenang Lomba Karya Tulis Guru ESIS 2008

Pak Rakhmad Fauzi, juara II sedang menjelaskan inovasi dengan oyong yang dilakukan di sekolahnya

Pak Rakhmad Fauzi, juara 2 sedang menjelaskan inovasi dengan oyong yang dilakukan di sekolahnya

Tanggal 28 Juni 2008 lalu bertempat di Pesta Buku 2008 di Istora Senayan, Jakarta diumumkan para pemenang Lomba Karya Tulis Guru ESIS 2008.

Setelah melalui proses yang cukup panjang untuk penjurian terhadap naskah yang terdiri dari -/+ 300 naskah, maka akhirnya tim juri Lomba Karya Tulis Guru Esis menetapkan pemenang dalam Lomba Karya Tulis Guru ESIS dengan tema “Kisah Suksesku Mengajar dengan Metode Pembelajaran Inovatif untuk Bidang Matematika dan Sains”.

Lima (5) kriteria yang kami gunakan untuk menilai naskah-naskah tersebut adalah :

Kriteria

Skor maksimum

1. Kesesuaian isi dengan tema

10

2. Inovatif (terdapat hal yang baru)

30

3. Mudah digunakan / dipraktikkan

30

4. Mengaktifkan siswa (kognitif dan psikomotorik)

30

5. Bahan mudah diperoleh dan murah

10

Jumlah skor maksimum

100


Tim juri dalam Lomba Karya Tulis Guru ESIS tersebut adalah :
1. Dr.S. Belen,B.Phil.,S.Pd (Konsultan Pendidikan)
2. C.H. Eny Wijayanti (ESIS)
3. Riana Hadiana (ESIS)
4. Khairul Hidayati (ESIS)

Para pemenang sebagai berikut:

JUARA 1
Rp 5.000.000,-
Nama : Drs. Suka Rahmadi
Alamat : SMA 1 Wonosari, Gunung Kidul Yogyakarta

“Inovasi Pembelajaran pada Tabung Pitot Menggunakan Barang Bekas”

Juara 2
Rp 3.000.000,-
Nama : Rakhmat Fauzi,M.Si
Alamat : SMP Negeri 14, Depok
Jl. Kemang Dalam 20 Komplek Arco Sawangan, Depok

“Pemanfaatan Oyong (Luffa Acutangula) Sebagai Media Pembelajaran Osmosis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Kelas VIII SMPN 14, Depok

Juara 3
Rp 2.000.000,-
Nama : Pris Priyono,S. Kom
Alamat : SMA Batik 1 Surakarta
Jl. Slamet Riyadi 445 Surakarta, Jawa Tengah

“Teknologi Antena Wajan Bolic untuk Pemahaman Materi Jaringan Tanpa Kabel (Wireless) di SMA Batik 1 Surakarta”

Juara Harapan 1
Rp 1.500.000,-
Nama : Ambrosius Rantebatu
Alamat : Jl.
Raya Tembagapura No. 605 PO Box 14; Tembagapura 99930; Timika-Papua

“Penggunaan Lingkaran Positif dan Negatif untuk Penjumlahan dan Pengurangan Bulat Serta Penggunaan Kartu Domino Bilangan Bulat Guna Menumbuhkan Minat Belajar Siswa”

Juara Harapan 2
Rp 1.000.000,-
Nama : Maman Damanhuri, S.Pd
Alamat : Sekolah Dasar Islam Al Azhar 11, Surabaya

“Ular Tangga Kwartet”

Juara Harapan 3
Rp 750.000,-
Nama :Mulyono
Alamat : Madrasah Aliyah Negeri 1, Bekasi

“Kesebangunan Dalam Segitiga Siku-Siku”

Keputusan juri tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

(Sumber: http://www.erlangga.co.id)

Sebagai anggota tim juri, izinkan kami mengemukakan latar belakang diskusi kami tentang mengapa kami memilih Pak Suka Rahmadi, dari Gunung Kidul, Jogjakarta sebagai Juara 1. Pak Rahmadi membuat tabung Pitot dengan menggunakan barang bekas, padahal selama ini para guru Fisika SMA selalu menceramahkan tentang Hukum Bernoulli karena tak ada alat di lab. Perangkat lab Fisika yang diadakan Pemerintah juga tidak menyertakan alat ini. Pak Rakhmat Fauzi, juara 2 memanfaatkan oyong (Luffa Acutangula) sebagai media bagi siswa dalam mempelajari osmosis. Eksperimen yang dilakukan Pak Rakhmat Fauzi menggunakan kentang sebagai pembanding. Hasil penggunaan oyong tampak lebih jelas dari kentang yang selama ini digunakan para guru SMP. Dalam acara pengumuman pemenang, Pak Rakhmat Fauzi yang hadir diberi kesempatan menjelaskan tentang inovasi yang dilakukan dan berbagai inovasi lain yang dilakukan bersama dengan para siswa SMP di sekolahnya.

Pak Pris Priyono, guru SMA Batik 1 Surakarta, juara 3 membuat antena wajan Bolic untuk memahami materi jaringan tanpa kabel (wireless). Tampak kreativitas dalam membuat antena ini dan disertai foto-foto sehingga meyakinkan bahwa antena ini bisa bekerja.

Pak Ambrosius Rantebatu dari Tembagapura, Timika, Papua yang merebut juara harapan 1 menggunakan lingkaran positif dan negatif untuk penjumlahan dan pengurangan bulat serta penggunaan kartu domino bilangan bulat guna menumbuhkan minat belajar siswa SD. Penggunaan lingkaran ini dapat kita temukan pada buku pelajaran dan lembar kerja di negara tertentu di luar negeri. Anehnya, seorang guru SD di Papua di Timika yang terpencil bisa menemukan cara yang memudahkan siswa belajar matematika.

Pak Maman Damanhuri dari Surabaya yang merebut juara harapan 2 menggunakan ular tangga kwartet, yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif, sedangkan Pak Mulyono dari Madrasah Aliyah Negeri 1, Bekasi, yang merebut juara harapan 3, melakukan kreasi cara mudah memahami kesebangunan dalam segitiga siku-siku (Matematika) dengan menggunakan analogi cumi-cumi.

Pak Mulyono Juara Harapan III menerima piagam penghargaan dari Pak Bintoro, Manajer Marcomm Penerbit Erlangga

Pak Mulyono Juara Harapan III menerima piagam penghargaan dari Pak Bintoro, Manajer Marcomm Penerbit Erlangga

Tim juri mengusulkan dan panitia menetapkan bahwa semua peserta Lomba Karya Tulis Guru ESIS 2008 (sekitar 300 guru) mendapatkan piagam penghargaan dengan predikat “Lolos dengan Baik”. Keputusan ini diambil berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa hanya sedikit guru yang benar-benar mau mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untuk melakukan inovasi berskala kecil di sekolahnya. Selain itu, lebih sedikit lagi guru yang benar-benar mau berusaha menuangkan ujicoba inovasinya ke dalam karya tulis. Dengan demikian, tiap peserta yang mengikuti lomba karya tulis ini dipandang telah lolos dari seleksi “alamiah”. Piagam penghargaan ini dapat digunakan guru dalam mengikuti program sertifikasi guru, khususnya unsur ke-10 (Unsur Pendukung Profesi), yaitu penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

Semoga di masa depan, para guru lebih bergairah melakukan inovasi di tingkat sekolah. Misalnya melalui penelitian tindakan kelas dan menuangkannya dalam karya tulis ilmiah. Jika semua guru di sebuah sekolah melakukan penelitian dan didorong kepala sekolah, kualitas sebuah sekolah dapat meningkat. Dan, jika dilakukan inhouse training secara berkala, melalui pelatihan yang dilakukan dari seorang guru yang memperoleh gagasan baru dari sumber eksternal kepada rekan guru yang lain, kualitas sebuah sekolah akan meningkat dengan pesat.

Selamat memenangkan lomba karya tulis ini kepada ke-6 pemenang! Congratulation bagi semua peserta lomba karya tulis. Anda semua memang layak menjadi juara!

Tag: , , , , ,

2 Tanggapan to “Alasan kami memilih pemenang Lomba Karya Tulis Guru ESIS 2008”

  1. Ikhwanul Abrori Says:

    menarik, yg menjadi pertnyaan adalah :
    mengapa tidak ada guru bidang sosial yang ikut (terpilih) ??
    terkesan selama ini inovasi hanya untuk bidang iptek
    thanks

  2. hidayati Says:

    semoga ajang ini dapat memacu semangat semua guru untuk berinovasi lebih dari yang ada selama ini…harapannya semoga tiap tahun dapat diadakan yaa…

    ps: juri memilih juara berdasarkan materi2 yang masuk ke penerbit, dan kebetulan tidak ada dari bidang sosial. oleh karena itu, mari tingkatkan peran social science di semua bidang…bravoo…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: