Anak bermain dengan benda alamiah atau dengan mainan pabrik?

(Foto Sri Hidayati)

Waktu masih kecil, kami sangat senang:

  • bermain ”sikidoka” (”dampu” sebutan Jakarta, ”sumamanda” sebutan Jawa), yaitu bermain melempar potongan genteng atau piring keramik ke kotak-kotak yang digaris di tanah dan diberi nomor, lalu potongan itu diambil sambil meloncat dengan satu kaki
  • bermain karet gelang dimasukkan ke paku yang ditanam di tanah (”tombok” sebutan Jakarta)
  • bermain kelereng di tanah
  • bermain congklak dengan membuat lubang-lubang di tanah
  • bermain lomba dengan satu kayu pendek di taruh di lubang kecil di tanah, diungkit dengan kayu panjang, dan kayu kecil yang terbang berusaha ditangkap lawan (“gatrik” sebutan Jawa, ”antek” sebutan Sunda)
  • bermain lomba membuat rumah atau gedung dengan pasir di pantai

lmembidik burung dengan katapel

lbermain membuat sungai, bukit, kebun, jalan di tanah berlumpur tatkala hujan

Aneka permainan tradisional anak-anak Indonesia ini semakin surut dan menghilang ditelan arus zaman globalisasi dan pasar bebas. Anak-anak sekarang lebih dimanjakan dengan alat-alat mainan buatan pabrik, terutama mobil, kapal terbang, kereta api, dan robot dengan batere dan remote control, dan permainan tamia.

Anehnya, di negara-negara maju para ahli dan praktisi pendidikan berusaha membangkitkan kembali aneka permainan tradisional. Bahkan, ada ahli-ahlinya yang berkelana mengelilingi desa-desa di negara-negara sedang berkembang guna ”mencuri” permainan tradisionalnya. Mereka sudah meneliti dampak negatif terhadap perkembangan anak di negaranya yang dimanja mainan buatan pabrik yang serba-elektronik. Pernah saya bertemu dengan seorang ahli Jepang yang berkeliling ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, guna menginventarisasi beragam jenis permainan tradisional untuk diterapkan bagi anak-anak Jepang. Ia bercerita, pernah mengundang Kak Seto ke Jepang untuk berbagi pengalaman tentang aneka permainan tradisional anak Indonesia.

(Anak-anak pengungsi di Kenya dari koleksi Deborah Haynes)

Apakah perilaku orang tua yang memanjakan anak dengan mainan buatan pabrik ini tak merugikan perkembangan anak sekarang dan selanjutnya tatkala ia dewasa? Coba bandingkan segi baik dan buruk anak bermain dengan benda alam dan anak bermain dengan mainan buatan pabrik!

  • Yang mana yang lebih mahal? Yang mana yang lebih murah, malah sering tak perlu mengeluarkan uang?
  • Yang mana yang cepat membuat anak bosan dan yang mana yang membuat anak tak bosan-bosannya bermain sehingga perlu ditegur orang tua agar berhenti?
  • Yang mana yang lebih mendukung perkembangan sikap ingin mencoba dan ingin membuat kreasi berdasarkan imajinasi ”liar” anak?
  • Yang mana yang lebih merangsang perkembangan kecerdasan otak belahan kanan anak, seperti kecerdasan kinestetik (gerak tubuh), kecerdasan natural (indrawi), kecerdasan visual-spasial, kecerdasan antar-pribadi (sosial), kecerdasan membuat desain, kecerdasan kreatif, dan kecerdasan tahan banting?

Anak-anak di Adonara, Flores

Nah, kini patutlah kita bertanya kepada orang tua: ”Apa yang sebaiknya Anda lakukan dalam membimbing dan mendidik anak melalui bermain?”

Pertanyaan berikut tepat dialamatkan kepada guru: ”Bagaimana Anda memasukkan permainan tradisional, permainan dengan benda-benda alamiah ke dalam proses belajar-mengajar mata pelajaran yang relevan?” Kapan Anda membawa anak-anak belajar di alam? Jika Anda setuju, kapan Anda mulai?

Iklan

Senam push up

Kolesterol tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano kolesterol tinggi

Kartu nama Yuni

Tag: , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Anak bermain dengan benda alamiah atau dengan mainan pabrik?”

  1. chodirin Says:

    jelas pilihan terbaik mainan tradisional.
    tapi skrg mainan tradisional sudah semakin langka. susah kita temui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: