Kampanye Pemilu boros uang

MENYAMBUT KAMPANYE PEMILU 2009:

Kampanye pemilu: Bangsa kaya menghemat uang, bangsa miskin malah memboros uang

Tanggal 12 Juli 2008 s.d. 9 April 2009! Kampanye pemilu legislatif ini berlangsung selama 9 bulan 7 hari. Lamaaaa sekali. Hampir 1 tahun. Selain itu, sampai dengan 9 April 2009 rakyat tetap dibuat bingung mengikuti sekitar 100 kampanye Pilkada bupati, walikota, dan gubernur. Selama itu, konsentrasi kerja rakyat Indonesia diganggu. Elit politik tak berpikir dan mengerjakan hal lain kecuali membujuk rayu rakyat (‘ngapusi’, meminjam istilah Pak Harto).

Pada tahun 1992 saya berada di Inggris dan sempat menyaksikan pemilu perdana menteri, pertarungan antara John Major dari Partai Konservatif dan Neil Kinnock dari Partai Buruh. Kemudian, pada tahun 1996 saya menyaksikan juga kampanye pemilu perdana menteri antara John Major dan Tony Blair, walaupun tak menyaksikan hari pemungutan suara. Di antara kurun waktu itu, sejumlah pemilu tingkat kabupaten saya saksikan juga.

Yang menarik adalah kampanye pemilu amat sepi, seolah tak ada apa-apa. Di jalan-jalan raya yang ramai hanya terpampang satu-dua gambar perdana menteri dan calon perdana menteri. Bendera dan umbul-umbul tak tampak. Apalagi, mana ada rakyat yang mau pakai baju kaus partai? Malu! Rapat umum hampir tak tampak, paling-paling hanya terlihat 50 orang berbaris sepanjang satu-dua km dan bubar di sebuah taman.

Pertarungan antar-partai justru amat dominan tampak pada acara TV. Secara berkala debat di parlemen antara perdana menteri dan partai yang berkuasa dengan partai oposisi disiarkan TV. Talk show sering ditampilkan dalam acara TV. Selain itu, kita bisa juga membaca persaingan politik itu dalam berita surat kabar. Lain kata, kampanye itu direntang-sebarkan antara satu pemilu dan pemilu berikutnya, sehingga tidak perlu memboros uang untuk aktivitas yang pasti ditertawakan rakyat.

Tampak paradoks yang membuat kita tak percaya. Mengapa negara sekaya Inggris yang memiliki investasi terbesar di Amerika Serikat begitu paham dan brilyan menghemat dana politik. Tidak membiarkan rakyatnya ditipu dengan dana politik hasil siluman?

Mengapa kita belum sadar juga? Mengapa kita berbuat seolah-olah rakyat sedang hidup makmur, damai, sejahtera, gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja? Mengapa kita memboros uang selama kampanye di tengah rakyat yang kian menderita? Indonesia, oh Indonesia!

“Nak, ambil kepalamu! Biarlah kamu berpikir dengan kepala. Jangan seperti elit politik yang suka berpikir tanpa kepala. Lebih suka menghambur-hamburkan uang di tengah penderitaan rakyat daripada berjuang mensejahterakan rakyat.”

Tag: , , , ,

3 Tanggapan to “Kampanye Pemilu boros uang”

  1. Singal Says:

    Semoga penguasa negeri, dan politikus belajar dari informasi yang ada dalam postingan ini. Saatnya negeri ini tidak boros untuk hal yang tidak perlu. Lebih baik uang itu digunakan untuk pendidikan (sekolah), perbaikan jalan, irigasi, reboisasi hutan dan lain-lain yang lebih bermanfaat dan langsung dirasakan rakyat.

  2. S Belen Says:

    Benar, Pak Singal, uang dari rakyat yang notabene berasal dari hutan, lahan pertanian, laut, dan perut bumi sebagai pemberian Tuhan dan dari jerih payah petani, nelayan, dan pengrajin, dan orang kecil ini seharusnya digunakan kembali untuk rakyat. Elit pemimpin kita ini hanya pandai menjual bumi dan kekayaan negeri ini dan berhamba sahaya kepada tuan-tuan kapitalis. Penjajahan gelombang kedua ini jauh lebih mencengkeram dan menindas.

    Kapan ya kita mendapatkan lagi pemimpin yang berkarakter seperti Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh berjasa zaman itu? Bahkan, banyak tokoh politik Orde Baru yang masih menunjukkan diri sebagai pemimpin yang berkarakter yang masih ingat nasib rakyat walaupun korupsi merajalela. Elit politik kita kini sayangnya bersikap mental ala preman, bandit, dan hanya dengan berbekal lidahnya yang suka “ngapusi” dan uang pelicin tiba-tiba menjadi penyuluh “obor” di malam hari bagi kita-kita ini.

  3. ianpanrita Says:

    hahaha potonya keren pak

    kita harus mengorbanklan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu

    thanks
    kampanye damai pemilu indonesia 2009
    belajar sulap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: