Ciri-ciri kreativitas Albert Einstein

earliest-known-photo-einstein

Foto masa kanak-kanak Albert Einstein yang dikenal selama ini

Apakah Albert Einstein menunjukkan ciri-ciri manusia yang kreatif? Apakah ciri-ciri itu menunjukkan sejauh mana Einstein menggunakan potensi otak kanannya? Apakah potensi otak kirinya didukung gaya belajar otak kanan yang menyebabkan Einstein menjadi penemu hebat, ilmuwan terbesar pada millenium kedua?

KREATIVITAS EINSTEIN

Apa saja ciri kreativitas Einstein?

  1. SUKA BERKHAYAL,BERIMAJINASI

Albert Einstein di masa kecil terkenal lamban, suka berkhayal.

Ada selentingan, Einstein agak “terbelakang” waktu kanak-kanak. Ia lambat berbicara, tak banyak bicara sampai usia 3 tahun.

 

  1. SUKA MEMANIPULASI BENDA

Di usia 5 tahun waktu sakit, ia bermain dengan kompas. Ia takjub. Mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara? Ia tak percaya, lalu coba mengakali, agar jarumnya menunjuk ke arah lain. Tapi heran, kompas menolak permainannya!

Ia senang membangun ‘proyek’. Pernah ia membangun rumah dengan menyusun kartu-kartu sampai 14 lantai.

Ia lebih senang dengan proses belajar, bukan hasil akhir.

 

  1. SENANG BELAJAR SENDIRI (OTODIDAK)

Ia sering gagal ujian sejak SD sampai sekolah menengah.

Nilai bagus hanya untuk fisika dan matematika, yang sering dipelajari di rumah. Yang lain serba-anjlok.

 

  1. SENANG KEBEBASAN, ANTI-KEKUASAAN OTORITER

Ia malas belajar karena diajari guru berlagak bos, dan memaksa disiplin kaku.

Ia ‘memberontak’, karena kurang bebas berekspresi dan belajar sesuai minat. Waktu ujian, ia sering alami kesulitan.

Di usia 9 tahun, ia pindah ke gymnasium. Ia gemar bahasa Latin. Ia tekun belajar apa yang diminati & luar biasa menguasainya.

Di usia 12 tahun, Albert berteman dengan Max, mahasiswa kedokteran. Max pinjamkan buku geometri. Albert mendalami kalkulus. Akhirnya, Max sendiri tak bisa menandinginya. Max lalu meminjamkan buku filsafat Kant yang rumit & sulit. Biar ia pusing, menyerah, lalu senang pelajari biologi dan kedokteran. Ternyata Max keliru.

 

  1. SUKA BERTANYA

Ide demi ide merasuk otaknya. Ia tak betah duduk diam mendengarkan guru. Sejak kecil, pamannya memperkenalkan aljabar.

 

  1. KRITIS

Ia tidak senang di sekolah. Tidak disenangi guru dan kepala sekolah. Dicap bodoh.

Pada usia 15 tahun, ia tinggalkan sekolah. Gagal, tak mengantongi ijasah.

Dalam memoarnya, Einstein pernah menulis, KURIKULUM SEKOLAH ADALAH PEMBOHONGAN, TIDAK RELEVAN, MEMBOSANKAN.

Karena kemampuan matematika & fisikanya hebat, ia percaya diri. Dicap sombong & kurang ajar.

Ia menderita karena usaha ayahnya 2 x bangkrut. Keluarga pindah ke Munich di Jerman, dan kemudian ke Milan, Italia.

Tahun 1895, walaupun tanpa ijasah SMA, ia coba ikut tes masuk ETH           (Institut Politeknik Swiss) di Zurich. Tidak lulus!

Ia lalu masuk sekolah menengah di luar Zurich, persiapkan diri agar ‘tembus’ ke ETH.

3006-Young_Albert_Einstein3

 

7. SUKA BERPETUALANG, JUGA DALAM CINTA

Ia indekos di rumah gurunya. Bersama keluarga ini ia mendaki gunung.

Ia bermain biola, berduet dengan Marie, putri Pak kos yang bermain piano. Einstein tampan, berpakaian rapi, sopan, ramah. Marie jatuh cinta. Inilah pengalaman asmara pertama Einstein. Ia punya banyak teman wanita. Ia senang berlayar di Danau Zurich bersama Marie.

Berlayar dan merayu wanita adalah dua kegemarannya selama hidup. Ia gonta-ganti wanita, partner berlayarnya.

 

8. HUMORIS

Pada masa ini ia suka humor, tertawa terbahak-bahak, membuat olokan jenaka.

Dalam setahun, ia berhasil memperoleh sertifikat. Ia mencoba tes masuk lagi & diterima di ETH.

 

9. MENEKUNI APA YANG DISENANGI

Sejak 5 tahun ibunya mengajarkan bermain biola. Ia tertarik & berusaha bermain sebaik-baiknya. Sejak kecil ia senang menekuni apa yang disenangi. 4 tahun di ETH ia sering bolos. Seorang dosen menyebutnya “anjing malas.”

Ia lebih senang membaca & melakukan percobaan sendiri. Akhirnya, lulus juga, meski dengan nilai terendah di kelas.

Ia jatuh hati kepada Mileva Maric, satu-satunya mahasiswi Serbia di kelasnya. Tak begitu cantik, agak pincang, jarang tertawa. Tapi, ia teman diskusi & amat mandiri.

 

10. PANTANG MENYERAH, TAHAN BANTING

@ Einstein melamar jadi guru ETH tetapi ditolak. Akhirnya, jadi guru bantu di sekolah teknik. Gaji rendah. Terpaksa mengajar part time lain & memberi les privat.

@ Mileva hamil, mengungsi ke Serbia & melahirkan anak wanita, Lieserl. Ia sakit-sakitan,diadopsi orang lain & menghilang.

@ Tahun 1902, Einstein bekerja di kantor paten di Bern. Teknisi rendahan.

th.physik.uni-frankfurt.de.barcelona 1923

Ia pun bisa membiayai hidup & meneruskan penelitian mandiri. Ia terbitkan 3 makalah yang menghebohkan. Makalah tentang efek fotolistrik membuahkan hadiah nobel tahun 1921.

Tahun 1903, Einstein & Mileva menikah, tahun 1904 lahir Hans Albert.

Eduard, Mileva, Hans Einstein

Putri Einstein, Eduard, istirnya Mileva, dan putranya Hans

7 tahun bekerja di sana, tahun 1905 meraih gelar doktor dari Universitas Zurich. Tapi, masih susah meraih pekerjaan terhormat.

@ Tahun 1909 ia diterima jadi asisten profesor di Universitas Zurich, 1910 lahir putra kedua, Edouard, 1911 jadi dosen di Praha. Makin mashur.

Di sana ia bertemu saudara sepupunya,   Elsa Lowenthal, berusia 38 tahun, 5 tahun lebih tua, janda dengan 2 putri. Akhirnya, Einstein bercerai dengan Mileva, menikahi Elsa. Tapi, tetap senang merayu wanita. Suami yang tak setia!

elsa-einstein

Einstein dan istrinya Elsa

Ciri-ciri kreativitas inilah yang menghantar Einstein meraih yang melampaui gelar akademis apa pun.

Einstein membuktikan, betapa otak mampu menjangkau yang tak terbayangkan manusia!

Apakah Anda seorang yang kreatif?

  1. Apakah Anda suka berimajinasi?
  2. Apakah Anda suka memanipulasi objek?
  3. Apakah Anda senang belajar sendiri (otodidak)?
  4. Apakah Anda senang kebebasan, anti-kemapanan yang otoriter, melawan arus zaman, terdorong menjadi perintis?
  5. Apakah Anda suka bertanya?
  6. Apakah Anda kritis
  7. Apakah Anda suka bertualang?
  8. Apakah Anda humoris?
  9. Apakah Anda suka menekuni apa yang disenangi, dicita-citakan?
  10. Apakah Ada pantang menyerah, tahan banting?

 

th.physik.uni-frankfurt.de.einstein 1929

 

Bila anda ingin mendapatkan uraian ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik dan download file ppt ini.

Kreativitas Einstein

 

 

Advertorial

900x900px-LL-ac6c238e_wtf-japan-gif-headbutt

Tekanan darah tinggi

Sano darah tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Gambar spanduk Sano

Kartu nama Yuni Juli 2015

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Ciri-ciri kreativitas Albert Einstein”

  1. Joko Sutrisno Says:

    Waduh….memang pada beberapa hal Si Einstein ini kreatif! Tapi pada beberapa hal lain…ia sangat tidak kreatif! Masak…rumus kekekalan energi yang sedemikian besar dampaknya dalam fisika, cuma dituliskannya dengan E = mc kuadrat sih? Anyway….Si Einstein ini tekun dan sabar-nya luar biasa! Sukses utk Pak Belen! Apakah kreatif = suka merayu wanita? Suami yang gak setia? Gak lah pak…hahaha! Itu sih Si Einstein aja…

  2. S Belen Says:

    Terima kasih Pak Joko atas tanggapannya. Saya jadi tahu bahwa dari segi fisika, rumus kekekalan energi menunjukkan kurangnya kreativitas Einstein. Soal merayu wanita tampaknya Einstein cukup kreatif. Waktu harus belajar 1 tahun lagi di sekolah di daerah lain setelah gagal memasuki Institut Politeknik Swiss, ia indekos di rumah gurunya. Karena tertarik kepada putri pak kos yang cantik, ia sempat “memacari” sang putri dan berhasil menggunakan perahu pak kos tanpa bayar untuk berlayar di danau bersama sang putri. Memang benar, kreatif tidak sama dengan merayu wanita. Suami yang tidak setia adalah yang pandai merayu semua wanita cantik, kecuali istrinya. Sebaliknya, suami yang setia adalah yang tidak pandai merayu semua wanita cantik, kecuali istrinya. Ha ha ha…jangan terlalu serius lah!

  3. wahyu Says:

    Einstein berusaha keras. Tuhan mengasihi dia,Tuhan memberinya imbalan atas kerja kerasnya. Jadi, apa alasan kita untuk tidak menjadi demikian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: