Posts Tagged ‘mencuci kaki’

Citra wanita dalam masyarakat patriarki

April 9, 2010

Wanita adalah citra ibu

Sekadar dekorasi altar?

TANPA JUDUL 177

Oleh Martin Bhisu

Perempuan-wanita
ciptaan, abadinya kelayakan
mendiami ibu-bumi rahim aku menetap
di altar kujadikan kau korban
adidaya patriarkal titipan dewa.

Dirimu, relikui di meja korban
dikecup sakral, wajahmu noda
oleh para satria, pujangga pembuat takdir
bagimu yang memenuhi ruang-ruang doa.

Kapan aku mencuci kakimu dengan air kotor
yang kau timba di Sumur Yakob,
berjalan kaki,
meniti batu-batu, aral yang aku lintang di jalan?
Kau membasuh kakiku
dengan air mata dan fragansi
dan kau keringkan dengan rambutmu urai,
menyisir satu-satu kotoran di kaki satria.

Oh, Perempuan-wanita
indahmu adalah dekorasi altar
bunga-bunga menghias, sedap di lirikanku
menyembunyi tengiknya dosa asal
di balik altar itu.

Biarlah!
aku lahir terlalu cepat
ketika purbasangka disakralkan.
Tapi kau tetap gambaran ibuku
yang selalu bertanya:
mana yang lebih luhur,
rahim atau urapan itu?
Dan kau kuurapi
dengan minyak kasih yang suci.

Guayaybi, Paraguay, 08 de abril de 2010

Kau kuurapi dengan minyak suci

Wanita, relikui di meja korban?

(Para siswi SMA di Pematang Siantar, Sumatera Utara)

Iklan

3abd909e

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

http://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Sano dan obesitas

Kartu nama Yuni


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.