Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘dolo-dolo’

Pastor dan anggota koor masuk surga?

Mei 3, 2011

Seorang pastor meninggal dunia. Ketika sampai di pintu surga, malaikat bertanya kepadanya: “Apa pekerjaanmu di bumi?” Jawab pastor, “Melayani di Bajawa (Flores). Ia pun dipersilahkan masuk. Lalu datang tiga orang malaikat bertanya kepada tiga orang yang menghadap di pintu surga: “Apa kerja kalian di bumi?” Jawab mereka, “Kami Trio Singers di gereja.” Lalu, malaikat menyuruh mereka bernyanyi dan mereka pun mulai bernyanyi: “Iki mea e, iki mea e ….” Tiba-tiba malaikat berteriak, “Wala, lagu enak la…. Ternyata malaikat itu orang Bajawa. Pantas, banyak orang Bajawa masuk surga. He he he.

Apa arti Iki mea e? Itu artinya seekor burung yang pemalu. Sebuah tarian nagekeo (sebuah kabupaten baru di Flores tengah) dengan lagu Iki Mea sangat mendukung gerak tarian. Tari ini lebih bersemangat dari tari tandak Gawi dari Kabupaten Ende-Lio atau Dolo-dolo dari Flores Timur. Tari ini sama bersemangat seperti tari Jai (Ende-Lio). Tari ini sedang trendy di Flores, NTT. Tari ini mengungkapkan syukur, kegembiraan kalangan muda-mudi. (Kiriman Pak Stef Rossi dari Ende).

Kalau kami bertugas ke Bajawa, misalnya menatar di Kemah Tabor, akan saya usulkan peserta Ngada dan Nagekeo menari tandak dengan lagu Iki Mea. Biar waktu menghadap di pintu surga, kami bisa bernyanyi Iki mea e.

Jika di pintu surga, ternyata malaikatnya pakai kain Timor, lagu apa yang enak didengar? Pasti lagu “Ote be ona na”. Kalau orang Jawa? “Cucak Rowo: Kucoba-coba melempar manggis, manggis kulempar, mangga kudapat …”

Kalau malaikatnya orang Manggarai, Flores? Kalau malaikatnya orang Batak? Kalau malaikatnya orang Papua? ….


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.