Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘bermain’

Kisah seorang anak & sebuah pohon apel

Januari 25, 2010

Seorang bocah kecil berteman dengan sebuah pohon apel. Keduanya saling menyayangi. Namun, kisahnya berakhir dengan kepedihan. Ingin tahu jalan ceritnya?

Silahkan klik file powerpoint ini!

Kisah sebuah pohon apel

Disusun dan diterjemahkan dari kiriman Ratna Ariani

Iklan

30-rock1

Human heart

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano darah tinggi

Kartu nama Yuni

Janganlah mendayung melawan arus!

Juli 2, 2009

Intan dayung

Intan tidak mendayung melawan arus di pantai Adonara, Flores.

Contra aquam remigamus. Ini adalah kata bijak bahasa Latin yang berarti “Kita mendayung melawan arus.” Kata bijak ini diambil dari penggalan akhir kalimat filsuf Seneca dalam sebuah suratnya kepada Lucilius. Kata-kata Seneca adalah sbb: “Ideo, Lucili, tenenda nobis uia est quam natura praescripsit, nec ab illa declinandum: illam sequentibus omnia facilia, expedita sunt, contra illam nitentibus non alia vita est quam contra aquam remigantibus.

Nah, sebenarnya “Contra aquam remigamus” sudah dialihkan ke bentuk present tense (waktu sekarang), untuk menunjukkan bahwa kecenderungan ini terlihat terus-menerus pada banyak orang. Sedangkan, “…contra aquam remigantibus”, kata kerja ini dalam bentuk future tense. (Kita akan berenang melawan arus). Terjemahannya sbb: “Jadi, Lucilius, kita harus selalu mengikuti jalan yang sudah ditentukan Alam, dan tidak menyimpang darinya; jika kita mengikuti jalan Alam, semua hal menjadi gampang dan tak terhalang, tetapi jika kita berjuang melawan jalan Alam, kehidupan kita menjadi tak berarti karena kita (akan) mendayung melawan arus air.”

original

Barrack Obama berenang melawan arus. Lebih susah maju & menguras tenaga.

Seneca mengeritik kecenderungan orang mendayung melawan arus. Menurut Seneca, alam sudah mengatur seluruh kehidupan. Kepiting tidak pernah akan mampu berjalan tegak. Gajah tidak dapat menari. Besi tidak dapat berenang. Kucing tidak mungkin terbang. Ikan tidak mungkin berjalan di darat.


Bagi Seneca, gagasan mendayung melawan arus adalah sesuatu yang sulit dan bahkan sia-sia. Dan, ia berargumentasi bahwa kita tidak boleh menerapkan pendekatan ini terhadap kehidupan.


Namun, dalam hidup ini, terkadang atau bahkan sering kita dituntut atau bahkan terpaksa berenang melawan arus, setidak-tidaknya untuk sejenak, atau bahkan kita tinggalkan perahu sama sekali dan berenang sambil mengangkat kepala ke atas dan terus menantang arus. Namun, ini hanyalah kasus, kekecualian yang terkadang terpaksa kita lakukan.

Gagasan Seneca ini menunjukkan “kebenaran” abadi. Dalam kehidupan ultramodern di era global ini, umat manusia cenderung berenang melawan arus dan ternyata dampak merugikan dirinya sendiri, manusia yang lain, dan generasi masa depan.

original 5

Barrack Obama berenang mengikuti arus. Lebih mudah & lebih cepat.

Contoh-contohnya makin banyak. Kita kemukakan saja sejumlah contoh.

l      Penduduk Jakarta dan sekitarnya terus saja mengambil air tanah untuk konsumsi hotel, kantor, mall, pabrik, dan rumah keluarga. Dua puluh lima tahun lalu, intrusi air laut diperkirakan telah sampai ke kawasan Monas dan belum muncul data kini sudah sampai di mana. Namun, kebanyakan orang tidak peduli. Lalu, bukankah tidak mungkin bahwa permukaan tanah semakin turun dan kini kita lihat di pesisir Jakarta utara, air laut sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah. Lama-lama penduduk Jakarta akan berenang di air laut!

l      Bencana banjir dan tanah longsor sudah menjadi acara rutin setiap musim penghujan di berbagai wilayah tanah air karena kita serakah menebang pepohonan di hutan, menanam dengan sistem ladang berpindah. Alam tidak bisa dilawan.

l      Kita sudah tahu bahwa makanan cepat saji dan minuman bersoda merusak kesehatan tetapi kita biarkan anak-anak terus mengkonsumsi dan kini semakin banyak orang mati muda.

l      Di dunia pendidikan kita tahu dari hasil riset otak bahwa otak manusia, otak anak tidak mampu berkonsentrasi menerima informasi melalui ceramah guru lebih dari 10 menit. Tetapi, para guru terus saja berceramah selama 30 menit, 40 menit, dan bahkan di perguruan tinggi bisa sampai 60 menit s.d. 80 menit. Apa yang didengar melalui telinga kiri akan keluar melalui telinga kanan.

RECO1989

Biarkan anak-anak “mendayung” mengikuti arus. Mengapa kita memaksa anak belajar dengan cara yang bertentangan dengan kehendak otak?

l      Otak anak akan lebih mampu mengingat atau menyusun memori dan memproduksi kembali jika informasi yang masuk ke dalam otak diterima melalui lebih dari satu indra.Misalnya siswa SMA belajar menghitung 1 – 10 dalam bahasa Jerman.  Jika hanya mendengarkan sebutan lisan guru, siswa mudah lupa. Tapi bila guru menyebut sambil menulis eins, zwei, drei dan siswa juga langsung menulis angka-angka itu sambil menyebut keras-keras agar telinganya mendengar, ingatan akan lebih mantap tersimpan di memori otak. Nah, jika guru hanya mengajarkan bahasa asing hanya melalui ocehan ceramah guru tentang grammar tanpa memanfaatkan mata dan tangan anak untuk menulis dan langsung praktik berbahasa asing, sia-sialah upaya guru. Karena, guru berenang melawan arus, melawan kodrat alamiah otak anak.

DSCN3958

Anak senang bermain sambil belajar (playing while learning).Anak-anak SD Labuha 1 di Pulau Bacan Provinsi Maluku Utara bermain meloncat tali. Mengapa kita harus memaksa anak belajar sambil duduk tegak di kursi depan meja padahal hal ini menghambat kebebasan tubuh untuk bergerak sehingga aliran darah yang lancar meningkatkan kinerja otak anak?

DSCN3948

Anak-anak senang belajar sambil bermain (learning by playing). Anak-anak SD Labuha 1 kelas III sedang bermain drama menjadi perawat dan dokter waktu belajar tentang penyakit malaria dan penyebabnya nyamuk Annopheles.

Sumber:

http://audiolatinproverbs.blogspot.com/2006/12/contra-aquam-remigamus.html

Iklan

andydwyer-lapdance

Pneumonia

Kunjungilah posting kami:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-pneumonia

Kartu nama Yuni 2

Kiat jitu mencerdaskan otak anak Anda

Mei 31, 2009

Faktor pencerdas otak bayi

Iklan

alison-brie-shirlet-dance-1

Human heart

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni

Kehidupan modern & laptop

Desember 31, 2008

kehidupan-modern

From Bacan with love: swimming children on the beach. Dari Bacan dengan cinta: anak-anak berenang di pantai.

November 17, 2008

map_malukuhttpbp1bloggercom_lf7q3-sepbysdiv_hh78niaaaaaaaaaekfeil8wmjbcws1600-hmap_maluku1

The map of Maluku archipelago, Indonesia. (Peta Kepulauan Maluku, Indonesia)

httpuploadwikimediaorgwikipediacommonsddekarta_id_maluku_isl1

The map of Maluku Islands. Look at the Bacan Island in the south of Ternate! (Pulau Bacan di selatan Ternate).

Bacan in the afternoon. Beautiful scenery from Talaga Biru beach of Bacan Island.

Bacan in the afternoon. Beautiful scenery from Dermaga Biru beach of Bacan Island.

(Bacan tatkala mentari terbenam). (Photographer: Ayok)

jembatan-perenang

Wooden bridge of Labuha beach in Bacan Island. (Jembatan kayu di Labuha, Kota Bacan, ibukota Kabupaten Halmahera Selatan). (photographer: S Belen)

pic_1165

Chidren are swimming on the seabeach of Labuha in the little town of Bacan (taken by S Belen). (Anak-anak SD berenang di pantai Labuha di Kota Bacan).

preparing-for-jumping

Preparing for making salto jump into the seawater (taken by S.Belen). (Bersiap membuat loncatan salto).

salto-jump

Salto jump to the seawater. (Lompatan salto ke air laut).

melayang-01

“I rule the waves!”

These children are learning a lifeskill of safety by their own choice. In school they are never taught how to swim. Their teachers are busy to make syllabi dan lesson plans based on government-driven curriculum. Many schools located along beaches of Indonesia, especially in urban areas neglect to provide this type of lifeskill education. (“Saya menguasai laut!” Anak-anak ini belajar kecakapan hidup tentang keselamatan, kegiatan belajar pilihan mereka sendiri. Di sekolah mereka tidak diajarkan berenang. Guru-gurunya sibuk membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran / RPP sesuai dengan KTSP. Banyak sekolah di pesisir pantai Indonesia, terutama di wilayah perkotaan lupa atau bahkan alpa memberikan pendidikan kecakapan hidup berenang).

standing-child

I do master swimming competence!

During the time of emergency like tsunami in Aceh, mathematics competencies will not help me. This swimming competence will save my life. And we learn this competence without any teacher, any lesson plan, any book, any teaching aid, any budget. Hi, our teachers (throughout Indonesia), do you help us? Or, do you even destroy our future? (Saya benar-benar menguasai kompetensi berenang! Jika tiba-tiba datang bencana tsunami seperti di Aceh, kompetensi matematika tak akan mampu menolong saya. Kompetensi berenanglah yang akan menyelamatkanhidupkan. Dan kami belajar kompetensi ini tanpa guru, tanpa RPP, tanpa buku, tanpa alat peraga, tanpa dana. Wahai, guru,guru (di seluruh Indonesia), apakah kalian membantu kami? Atau, apakah kalian bahkan menghancurkan masa depan kami?)

flying-to-the-future

Flying to the future.

Childhood is a golden time for learning to face unpredictable life in the future. Child’s brain will develop faster  if  the child makes lots of movements, swims and conduct a variety of chid traditional games. (Terbang ke masa depan. Masa kanak-kanak adalah masa keemasan untuk belajar menghadapi masa depan yang tak terduga. Otak anak akan berkembang pesat jika anak banyak bergerak, berenang, dan melakukan aneka-ragam permainan tradisional.)

siap-terjun-02

I’m courageous to face the waves. Do teachers encourage children to solve problems? Problemsolving is a key concept of lifeskill education. (Saya berani menghadapi gelombang. Apakah guru-guru mendorong anak-anak memecahkan masalah? Pemecahan masalah adalah salah satu konsep kunci pendidikan kecakapan hidup).

thirsty-child

“Welcome the unpredictable future!”

The standing kid on the wooden bridge is holding a softdrink, produced by a company in Java, under license of a multinational corporation. Indonesian children, especially in the cities, face a problem of obecity due to softdrinks and junk food. Bacan people prefer mineral water produced by companies in Java than healthy water from the soil of Bacan. This is a wrong life style which should be changed by teachers. (“Selamat datang, masa depan yang tak dapat diramalkan!” Anak yang berdiri di atas jembatan kayu sambil memegang minimuman kaleng, produksi sebuah perusahaan di Jawa yang mendapatkan lisensi dari salah satu multinational corporation. Anak-anak Indonesia, terutama di kota-kota besar, sedang menghadapi masalah obesitas sebagai dampak minuman ringan dan makanan serba-instan. Penduduk Bacan lebih senang mengkonsumsi air mineral produksi perusahaan di Jawa daripada minum air sehat dari tanah Bacan. Inilah gaya hidup salah yang harus diubah guru-guru).

jumping-quieu

Make a quieu for jumping. Children can organise themselves. (Mengantri untuk melompat. Anak-anak dapat mengatur dirinya sendiri.

flying-in-the-air

“I’m coming! Accept me, please!” (“Saya datang!. Silahkan terimalah saya!”

brave-jump

Exploring into the sea.

Look at the sea instead of looking at the land. The future of Indonesia, especially the future of North Maluku, depends on the vision of maritime excellence. Primary teachers can start with the local content curriculum to be integrated in relevant topics. They will solve the problem of fish bribery by the Thailand fishboats and the use of tigger trawl by rich fishermen and the use of dinamite which destroys sea wealth and treasure of North Maluku. (Menjelajahi laut. Menghadaplah ke laut, bukan menghadap ke darat. Masa depan Indonesia, terutama masa depan Maluku Utara, bergantung kepada visi keunggulan maritim. Guru-guru SD dapat memulai dengan kurikulum muatan lokal yang diintegrasikan ke dalam topik-topik belajar yang relevan. Anak-anak ini di masa depan akan memecahkan masalah pencurian ikan oleh kapal-kapal ikan Thailand, masalah penggunaan pukat harimau dan dinamit yang menghancurkan kekayaan dan harta karun laut Maluku Utara.)

pic_11311

From Ternate to Bacan island, 8 hour journey to Bacan Island. Bacan, where are you? (Dari Ternate ke Pulau Bacan, 8 jam pelayaran di malam hari. Bacan, di manakah engkau?

pic_1196

The head of Halmahera Selatan education office is addressing teachers during the opening of the workshop of master tutors for developing school level curriculum accross the district on 10th of November 2008. This workshop is conducted by Save the Children. From left to right: Mr Ramli, the division head of primary education of the district, the head nof education office, Mr Mifta from Save the children and me. (Kepala Dinas Kabupaten Halmahera Selatan sedang memberi pengarahan dalam acara pembukaan Lokakarya Pelatih Pengembangan KTSP pada 10 November 2008. Dari kiri ke kanan: Pak Ramli, Kepala Dinas, Pak Mifta dari Save the Children, dan saya).

pic_1200

Training participants are listening to the opening address. (Peserta lokakarya mendengarkan arahan).

pic_1206

Icebreaker pasangan melepas tali. Tertawa melancarkan kerja otak. (The icebreaker of releasing the holding strings by a pair. Laughing stimulates brain).

pic_1207

Masih sungkan saling melepas tali yang mengikat pasangan. (Being still uneasy to release the holding strings of this pair)

pic_1189

Bacan, earlly in the morning. (Bacan di pagi hari)

pic_11371

Dermaga Biru, Bacan, menjelang maghrib. (Bacan during the sunset)

pic_1158

Benteng Portugis “Bernaveld” di Pulau Bacan. Bacan dan Maluku Utara yang kaya rempah-rempah, hasil bumi, dan hasil hutan menarik penjajah Portugis, Belanda, dan Inggris datang untuk mengeruk kekayaan wilayah ini. (Portuguese Bernaveld Castle in Bacan Island. The wealth spices, agricultural and forest commodities attracted Portuguese, British and Dutch colonialists to exploitate the natural wealth of this area).

bacan-in-the-afternoon1

Good bye, Bacan! From Bacan with love to children, teachers, people and its natural wealth. (Selamat tinggal, Bacan! Dari Bacan dengan cinta kepada anak-anaknya, guru-gurunya, penduduknya, dan kekayaan alamnya.)

bacan-children-on-becak

Hello, Indonesia! Warm wishes from us, the children of Bacan! (Hallo, Indonesia! Salam hangat dari kami, anak-anak Bacan!)

bacan-little-girls

Original smile of Bacan litte girls. (Senyuman asli gadis-gadis cilik Bacan)

we-are-the-champions

We are the champions!

If Obama’s brain was able to develop by the support of tempe and tohu during his life in Jakarta, we can be better, because fish is our daily food menu. Provide us wtth a variety of access and we are ready to make a quantum leap! Thank you, Save the Children. You come to encourage us to move forward on our own feet. (Kami adalah pemenang! Jika otak Obama mampu berkembang dengan dukungan tahu dan tempe selama hidupnya di Jakarta, kami dapat lebih baik, karena ikan adalah menu makanan harian kami. Berilah kami kesempatan melalui berbagai akses dan kami siap membuat loncatan kuantum. Terima kasih, LSM Save the Children. Kalian datang untuk mendorong kami melangkah maju dengan kaki kami sendiri.

Salam hangat dari Pulau Bacan, Maluku Utara!

Koleksi Foto: Ayok dan S.Belen

Iklan

alison-brie-shirlet-dance-1

Osteoartritis pengapuran tulang

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan pengapuran tulang

Kartu nama Yuni

Barack Obama sang presiden: Potensi kecerdasan otaknya berkembang pesat waktu di Jakarta

November 5, 2008

obama-plays-bicyclehttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbiobamahtm

Obama kecil bersepeda. Bergerak dan bermain dalam suasana gembira memacu perkembangan otak anak.

Hari minggu 2 November 2008 saya terbitkan post berjudul “Salam sukses bagi Barack Obama, presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat!” dan kemarin malam saya terbitkan lagi post berjudul “Kematian nenek Obama, rahmat tersamar bagi sang cucu & data keluarga Obama”. Dua tulisan ini jelas-jelas menyatakan bahwa yang pasti menang adalah si Berry (nama kecil Obama). Ya, itulah kata hatiku. Dan, betapa yakinlah aku setelah melihat wajah Obama yang berurai air mata waktu mengumumkan kematian neneknya di internet. That’s it! Si anak Menteng pasti menang! Orang Barat lebih cenderung tak peduli putih atau hitam, kaya atau miskin, kawan atau lawan, langsung melupakan perbedaan jika sudah menyangkut sikap dan ucapan turut berduka. Banyak yang masih ragu berbalik memilih Obama. Nah, ini kira-kira kunamakan “tear effect”, efek air mata.

Nah, sekarang agak ilmiah sedikitlah. Menurut pendapat saya, kecerdasan otak Obama justru bersemai, bertumbuh, dan berkembang di masa kecilnya di Jakarta. Hasil penelitian tentang otak antara lain menunjukkan hal-hal berikut:

Fakta menurut para ahli: masa-masakritis perkembangan otak terjadi pada 6 tahun pertama kehidupan (usia balita)

Pada usia 4 tahun, perkembangan fisik otak anak (hardware atau perangkat keras otak) mencapai kapasitas 80%

Pada usia 6 tahun, kapasitas fisik otak mencapai 90%

Sedangkan, perkembangan potensi kecerdasan / intelektual anak (software atau perangkat lunak otak) mencapai 50% pada usia 4 tahun

Lalu di usia 8 tahun, potensi kecerdasannya meningkat menjadi 80%

Sisa potensi kecerdasan 20% tinggal berkembang selama sisa hidup anak itu.

Berdasarkan data ini, masa perkembangan kritis Obama pada usia balita justru terjadi di Hawai. Dari riwayat hidupnya terlihat betapa menderita hidup Obama. Ketika berusia 2 tahun ayahnya meninggalkan dia dan ibunya. Pada usia 4 tahun bercerai dan pada usia 6 tahun ibunya menikah dengan Lolo Soetoro. Ibunya terpaksa menitipnya pada kakek dan neneknya.

Sewaktu tinggal di Jakarta barulah Obama benar-benar menikmati masa kanak-kanaknya. Jika disandingkan dengan data di atas, taruhlah perkembangan fisik otaknya telah mencapai 90% waktu menginjakkan kakinya di Jakarta. Jika perkembangan otaknya normal, kira-kira potensi intelektualnya mungkin telah mencapai 80% ketika bersekolah di Jakarta, tepatnya di SD Fransiskus Asisi. Selanjutnya sekitar 1 tahun bersekolah di Menteng, potensi kecerdasan ini berkembang pesat, mungkin telah mencapai lebih dari 80%. Potensi kecerdasan yang tersisa mungkin sekitar 20%. Yang sisa inilah yang kemudian berkembang di Hawaii, di Universitas Harvard dan selanjutnya sampai sekarang.

young-obamahttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbiimagesperuntunganyoung-obama

Obama remaja. Senang bermain bola kaki, basket memaksimalkan perkembangan otaknya.

Menurut hasil penelitian otak, perkembangan potensi otak anak bergantung kepada 4 makanan pokok, yaitu oksigen, makanan bergizi, informasi, dan kasih sayang. Semuanya relatif terpenuhi secara memadai untuk perkembangan otak Obama. Asupan makanan bergizi memadai karena pada zaman susah ketika itu, dari cerita teman-teman SD-nya, Obama senang makan tempe dan tahu yang kaya protein, kaya gizi. Informasi cukup ia peroleh di keluarga, di sekolah, dan dari pengalaman bermain di alam terbuka, terutama dalam bahasa anak-anak SD Fransiskus Asisi, di hutan yang mereka namakan hutan Asisi. Main perang-perangan. Ia pun senang menjadi pandu, istilah untuk pramuka waktu itu.

rully-dasaad-f_866_f_438httpwwwperspektifbarucomiartrully-dasaad-f_866_f_4382

Rully Dasaad, seorang teman Obama kecil di SD Besuki Menteng.

Otak Obama berkembang pesat karena ia banyak bergerak dan senang bermain sebagaimana layaknya anak-anak waktu itu. Permainan tradisional anak Jakarta cukup banyak yang ia alami, seperti bermain sepak bola, gundu (kelereng), gasing, petak umpet, dan permainan tradisional lain. Ia pun bersama teman-temannya suka memetik jambu biji yang masih banyak waktu itu di Jakarta. Ayah tirinya Lolo Soetoro senang memelihara burung dan binatang peliharaan lain dan Obama ikut memeliharanya. Memelihara binatang membuat anak menjadi manusia yang peka, ramah, lemah lembut, dan santun. Itulah ciri-ciri yang diakui teman-temannya.

httpenwikipediaorgwikimaya_soetoro-ng

Maya Soetoro-Ng, blasteran Jawa dan bule. Meraih tingkat akademis tertinggi dengan menggondol gelar Doktor (PhD) di bidang pendidikan. Obama meraih gelar Doktor. Ibunya juga meraih gelar Doktor dengan disertasi tentang budaya Indonesia. Keluarga ini adalah keluarga Doktor. Ayah Obama juga akademisi yang cerdas (kalau tak salah mungkin bergelar Doktor yang diraih di Universitas Harvard setelah menyelesaikan sarjananya di Universitas Hawaii. Lolo Soetoro juga dikenal sebagai ahli geografi Angkatan Darat. Menurut genetika, perkawinan antar-ras cenderung menurunkan gen-gen pintar, cerdas kepada anak-anak.

Ciri-ciri kepribadian Obama ini banyak dipengaruhi kepribadian ayah titinya yang diakui keluarga dan temannya sebagai seorang pribadi yang ramah, santun, dan mudah bergaul dengan orang lain. Makanan pokok otak yang amat penting, yaitu kasih sayang diperoleh Obama cukup bagus. Seperti diceritakan teman-temannya, ibunya mengasuh dia dengan cinta dan afeksi (love and affection). Dari ayah tirinya jelaslah kasih sayang diperoleh Obama. Ayahnya sering mengantar-jemput Obama ke sekolah dengan sepeda motor. Perilaku Lolo Soetoro kemudian berubah setelah menjadi konsultan perusahaan minyak Mobil Oil. Senang hidup jetzet masa itu dan akhirnya bercerai dengan ibu Obama dan kemudian kawin dengan Erna. Betapa pun perilakunya sebagaimana lumrah manusia biasa yang  mudah berbuat keliru, dialah seorang putra Indonesia  yang telah ikut memberikan sumbangan pendidikan karakter bagi Obama.

Menurut pendapatku, inilah sumbangan Indonesia yang terbesar bagi perkembangan otak dan kepribadian Obama. Kita tak perlu banyak berharap dan meminta dari Obama untuk Indonesia. Bukankah lebih mulia memberi daripada menerima?

Wahai para ayah dan ibu! Jika Anda inginkan anakmu menjadi presiden, menjadi tokoh besar, menjadi orang yang bermakna bagi orang lain dalam posisi apa pun, apakah yang dapat Anda lakukan?  Kiat-kiat murah bahkan gratis untuk mengembangkan potensi kecerdasan telah ditunjukkan lewat pengalaman Obama. Berilah kesempatan kepada anak Anda: bermain, bergerak, mandi di laut, sungai, bermain layang-layang, mandi hujan dan bermain lumpur, dan melakukan permainan tradisional lain. Batasi anak menonton dan duduk depan TV. dan bermain game  di komputer Jangan paksakan  dia mengambil kursus ini itu. Bilang kepada gurunya untuk menghentikan kebiasaan memberi PR. Jangan lupa berilah makanan bergizi. Yang murah tak apalah daripada makan junk food. Tempe dan tahu saja ternyata bisa membuat Obama menjadi presiden negara adidaya. Dan, yang terutama dan terpenting, curahkanlah kasih sayang sebanyak-banyaknya! Hope for your success!

obama-and-grandpahttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbiimagesperuntunganobama-and-grandpa

Obama di usia balita mendapatkan kesempatan emas mengembangkan potensi otaknya lewat bermain di pantai Hawaii dan mendapatkan curahan kasih sayang dari sang kakek dan nenek.

httpswaramuslimnetgalerybarackimgsd1

SD Besuki – Sekolah Obama kecil ini memberikan sumbangan berarti bagi perkembangan otak Obama.

Iklan

annie dancing

Kolesterol tinggi

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-kolesterol-tinggi

Kartu nama Yuni 2

Krisis kasih sayang, ujian Doktor, dan kembali menulis buku pelajaran

Agustus 12, 2008

Tanggal 9 Juli 2008, saya mulai dengan permainan kreativitas yang baru di Internet. Merintis blog pribadi www.sbelen.wordpress.com. Tadi malam jumlah posts mencapai angka 42. Jadi rata-rata 1,3 post per hari diterbitkan. Semakin banyak orang berkunjung. Kemarin tercatat rekor tertinggi. Terbanyak posts tentang pendidikan. Namun aneh, hanya sedikit pengunjung. Mungkin guru-guru masih sibuk awal tahun ajaran.

Yang paling sering dikunjungi adalah posts tentang otak kiri dan otak kanan, opini pesawat Adam Air tidak meledak di udara, dan ihwal cinta dan perkawinan. Ihwal terakhir ini yang paling sering dikunjungi. Konsisten menunjukkan grafik naik. Sebenarnya, soal cinta dan perkawinan ini saya ramu dari perpektif kebutuhan utama otak. Makanan pokok atau menu utama otak adalah ONKI (Oksigen, Nutrisi atau makanan bergizi, Kasih sayang, dan Informasi).

Menu inilah yang harus diperhatikan orang tua dan guru agar terpenuhi bagi anak. Soal oksigen tak bermasalah, soal nutrisi bisa ditingkatkan, soal informasi tak terlalu bermasalah di era informasi ini. Yang bermasalah justru, kasih sayang. Apakah sudah cukup asupan kasih sayang orang tua dan guru bagi anak? Ini masalah besar. Nah, untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang anak, orang tua dan guru pun harus mengembangkan dan mencerahkan kasih sayang pribadi dan keluarganya. Atas dasar ini, saya bahas soal cinta dan perkawinan.

Krisis kita dewasa ini, bukan sekadar krisis pangan, krisis energi, krisis teknologi, krisis politik… Krisis utama kita sekarang adalah krisis kasih sayang. Kalau kebutuhan kasih sayang anak terpenuhi, lancarlah kerja otak anak, lancarlah kegiatan belajarnya, lancarlah aktivitas bermain dan rekreasinya. Anak Indonesia bisa tersenyum setiap hari. Dan, dunia ini akan lebih menyenangkan jika kita menyaksikan anak-anak tersenyum.


Dr.Sri Sumarni

Kapan tiba waktunya anak-anak Indonesia tersenyum? Pertanyaan ini mendapatkan pencerahan setelah saya menghadiri Ujian Terbuka Ibu Sri Sumarni 8 Agustus 2008. Ia adalah dosen PGSD Universitas Negeri Sriwijaya (Unsri) Palembang. Ujian ini untuk memperoleh gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Judul disertasinya adalah “Peningkatan Kecerdasan Jamak Anak Usia Dini melalui Bermain di TK Kids 19 Kayu Putih Jakarta.” Ibu Sri Sumarni saya bimbing dalam penulisan tesis S2 bersama Prof.Dr.L.J.Molleong, M.A. Gelar S2 ia raih dengan nilai amat bagus tahun 1999. Untuk penulisan disertasi saya hanya di-consult secara informal karena tema yang dipilih menarik bagi saya.

Ia berhasil gemilang mencapai gelar Doktor dengan nilai akhir yang amat bagus. Membanggakan bagi dirinya, keluarganya, Unsri Palembang, dan saya ikut merayakan sukacita itu. Dulu ia adalah guru olahraga tamatan SMOA (SGO). Ia membuktikan, lulusan SMK bisa mencapai gelar akademis tertinggi. Ia juga membuktikan, untuk mencapai gelar Doktor tidak hanya diperlukan kecerdasan, tetapi yang lebih utama ketekunan, daya tahan banting.

Ia membuktikan melalui eksperimen, bahwa mengajar dan mendidik anak TK dengan ramah, kasih sayang, melalui pujian, pelukan, dan tepukan di bahu membuat otak mereka lancar bekerja. Dalam suasana dan kondisi kasih sayang ini, kecerdasan jamak anak – kecerdasan kinestetik, intrapersonal, interpersonal, dan terutama kecerdasan bahasa – dapat ditingkatkan secara signifikan. Ini dilakukan melalui kegiatan bermain dengan menggunakan media konkret. Congratulation bagi Bu Sri, Pak Thamrin, dan 3 putri yang cantik: Chindy, Windi, dan Ruri.


Nah, setelah ber-blogging ria selama satu bulan, menatar para guru, dan melakukan kegiatan pengembangan kurikulum, kini saya harus berkonsentrasi menulis buku. Menyelesaikan revisi buku pelajaran IPS untuk kelas 5 dan 6 SD. Editor Penerbit Erlangga sudah bosan menunggu naskah terakhirku. Setelah selesai pekerjaan ini, legalah hatiku untuk menerbitkan posts baru.

Terima kasih bagi pengunjung blog. Kalau Anda merasakan ada post yang bernilai, sampaikanlah pesannya kepada rekan-rekan Anda. Au revoar. Matur nuwun! Matur nuhun! Horas! Menjua-jua! Epang gawang!

Iklan

Jerapah berantem

Sulit hamil

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-menyuburkan-wanita-juga-pria

Kartu nama Yuni 2


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.