Posts Tagged ‘belajar aktif’

From Papua with love. Dari Papua dengan cinta

Desember 6, 2009

Mengharapkan uluran tangan untuk mengaktulisasi potensi kecerdasannya

Pada tanggal 29 November pagi kami pertama kali menginjakkan kaki di Kota Merauke. Orang Merauke ingin meralat lagu “Dari Sabang sampai Merauke”. Seharusnya “Dari Merauke sampai Sabang”. Mengapa karena Merauke-lah yang pertama kali disinari mentari pagi dan Sabang-lah yang terakhir.

Tanggal 30 November s.d. 4 Desember 2009 kami menjadi fasilitator lokakarya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) – Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) atau belajar aktif bagi guru dan kepala SD dari 4 distrik di Kabupaten Merauke, termasuk distrik di pedalaman. Pelatihan ini diselenggarakan oleh World Vision Indonesia (WVI) ADP Merauke.

Para pendidik di wilayah terujung timur Indonesia ini amat tertinggal dalam perkembangan inovasi pendidikan. Padahal, Prof Yohanes Surya sudah berhasil menemukan beberapa anak jenius di Papua. Tuhan memang adil!

Jika Anda berminat bagaimana membuat anak kreatif, amatilah file powerpoint ini!

Hari pertama tiba di Merauke

Iklan

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

Prostat

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

http://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-penyakit-prostat

Kartu nama Yuni 2

Guru masuk bui. Pertanyaan tentang UU Perlindungan Anak.

Agustus 29, 2009

04gusurp

Anak adalah insan yang harus dilindungi, bukan manusia mungil yang dipukul orang tua di rumah dan guru di sekolah.

Dalam mengembangkan SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) & Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) atau belajar aktif melalui inhouse training atau pendampingan langsung kepada para guru dan kepala sekolah, kami menekankan penghentian kekerasan kepada anak. Kekerasan tidak hanya terbatas kepada kekerasan fisik tetapi juga kekerasan verbal melalui bentakan dan hardikan kepada anak.

Pada tanggal 24 – 27 Agustus kami menatar para guru, kepala sekolah, pengawas SD, kepala dinas pendidikan kecamatan, dan pimpinan yayasan di Hokeng, Flores Timur, yang diselenggarakan World Vision Indonesia (WVI). Di tempat penataran yang sama, berlangsung pelatihan bagi petani penggerak dari berbagai daerah di NTT mengenai pertanian organik.

Khusus mengenai kekerasan kepada anak, kami memanggil 10 anak SD dari kelas III dan V dari 2 SD dekat tempat pelatihan. Anak-anak ini membuat gambar tubuh (body mapping) dan menuliskan pada organ tubuh yang mana mereka mendapatkan pukulan, tamparan, cubitan, jeweran, lemparan dengan penghapus, atau disuruh berlutut. Pada tiap kekerasan pada tiap organ tubuh dituliskan alasan mengapa mereka mendapatkan perlakuan kekerasan fisik serta perasaan yang dirasakan badan dan hati (batin). Setelah itu, dilakukan body mapping para peserta dengan merefleksikan dan menggambar serta menulis kekerasan fisik yang dulu mereka alami di SD tempo dulu.

Ternyata rantai kekerasan belum terputus. Sama seperti orang yang melakukan sodomi adalah korban sodomi waktu kecil, para guru hanya meneruskan tradisi kekerasan.

Pada hari terakhir, kami mengumpulkan para petani penggerak yang dilatih di tempat yang sama untuk melihat gambar dan tulisan kekerasan baik yang dialami anak SD sekarang dan yang dialami pendidik di SD tempo dulu. Anehnya, dalam diskusi masih ada petani (orang tua murid) yang mendukung pukulan kepada anak di sekolah.

Kami berkomentar, mengapa Anda berani hanya kepada anak-anak kecil yang tak berdaya, yang tak kuasa melawan, yang berada dalam kekuasaan Anda. Mengapa Anda tidak berani berhadapan laki-laki sama laki-laki ditantang berkelahi karena sama-sama jantan? Mengapa Anda hanya berani dengan anak-anak yang sebenarnya tidak dilahirkan sebagai anak nakal atau anak bodoh, yang harus Anda lindungi dan kasihi?

2085763115_a85fcae13c

Tak ada anak yang dilahirkan sebagai anak nakal. Kenakalan anak adalah buah kenakalan orang tua dan guru.

Bersama para pendidik yang menjadi peserta penataran kami membahas Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002. Berikut ini kami lampirkan Pertanyaan tentang UU tersebut pada powerpoint berikut ini. Silahkan klik di sini! Pertanyaan UU Perlindungan Anak

Iklan

1349816165214603_animate

 

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

School assembly: Cerita dari Kalumata, Ternate, Maluku Utara

Mei 5, 2009

Sejak Maret 2009, sebagai konsultan Save the Children, bersama Pak Miftahudin, education specialist Save the Children Jakarta, kami berupaya mengembangkan 5 SD model dalam pendekatan belajar aktif dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pengembangan ini dilakukan melalui pendampingan langsung berupa inhouse training langsung di sekolah. Lima SD yang terpilih adalah SDN Maliaro, SDN Kalumata I, dan SDN Tarau di Pulau Ternate, SDN Cobodoe di Pulau Tidore, dan SD Inpres Babang di Pulau Bacan (Kabupaten Halmahera Selatan). Pimpinan Staf Save the Children Maluku Utara yang mendampingi kami adalah Wilson Sitorus, Harun Anggo, dan Mahyuddin, sedangkan staf pendamping antara lain Nia Susanti, Fujiono, Erwin, Kartini, Agi, dan Jaelani.

dsc_0005

Anak-anak SD Cobodoe, Pulau Tidore sedang bekerja kelompok dalam pelajaran IPA.

dscn3255

Guru-guru SD Inpres Babang sedang berpraktik membuat model kapal setelah kunjungan observasi ke kapal di dermaga Babang yang hanya berjarak 300 m dari sekolah

Walaupun pengembangan SD model ini hanya berlangsung 3 bulan, gejala-gejala perubahan mulai tampak pada kinerja kepala sekolah, staf guru, dan aktivitas belajar anak-anak. Bagi saya pribadi, senyuman yang tampak pada wajah anak-anak polos di “udik” Indonesia ini memberikan semangat bagi tim kami untuk terus mencari solusi bersama para kepala sekolah dan guru untuk melakukan terobosan inovasi.

dscn3150

Seorang anak membaca puisi dalam school assembly di SD Inpres Babang, Bacan, Kabupaten Halmehera Selatan

Salah satu bentuk aktivitas yang diperkenalkan adalah school assembly yang dilakukan sekali seminggu, biasanya pada hari Sabtu. Pada sekali kesempatan kegiatan ini diikuti anak-anak kelas 1, 2, dan 3 dan kesempatan minggu depan anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Jika ruang memungkinkan, kegiatan dapat dilakukan seluruh kelas.

Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menampilkan hasil karya belajarnya selama 1 s.d. 2 minggu. Ini adalah kesempatan berpentas untuk melatih anak meningkatkan rasa percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, dan berbagi pengalaman dengan sesama siswa. Berbagai kompetensi siswa, seperti berdeklamasi, bermain drama, bermain musik, bernyanyi, memimpin lagu, menari, bercerita, dan berpidato dapat ditumbuhkembangkan dalam acara berkala ini. Kepala sekolah dan guru secara bergantian bercerita atau membaca cerita yang menarik bagi siswa. Pada acara ini berbagai pesan sarat makna dapat disampaikan dalam suasana santai dan ceria. Orang tua dan komite sekolah terkadang diundang untuk menyaksikan acara ini.

dscn3152

Anak-anak SD Inpres Babang menyanyikan lagu yang teksnya dikarang kelompok ini sambil diiringi alat-alat musik dalam school assembly

pic_1625

Anak-anak SDN Maliaro di Ternate sedang mementaskan musik kasidah dalam school assembly di sekolah ini.

Berikut ini, kami sajikan “Cerita dari Kalumata” yang ditulis Nia Susanti. Silahkan klik di sini! school-assembly_kalumata_nia1

Advertorial

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Sakit stroke

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni 2

Salam dari anak-anak Ambon manise

Januari 20, 2009

anak-ambon-gembira10

Katong nona dan nyong ambon manise kasi salam untuk anak-anak Indonesia di mana sa. Katong samua basudara. Laeng sayang deng laeng. Hari ini katong belajar aktif, manyanyi, bertanya, amati tanaman. Katong senang, guru baik sekali, seng marah-marah. Dari kami anak-anak SDN 3 Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kisah empat lilin: kado untuk guru & pembina guru

Januari 4, 2009

animatedpencilhttpwwwschoolspinellask12flusgalleryanimatedanimatedpencil

Pendekatan belajar aktif, yang di tingkat SD disebut PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), adalah jawaban yang tepat terhadap masalah merosotnya mutu pendidikan kita.

Selain itu, evaluasi yang sejalan dengan pendekatan berbasis kompetensi atau dengan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) menuntut penggunaan alat penilaian yang bervariasi yang lebih menekankan penilaian kualitatif. Portofolio adalah merek dagang PAKEM yang amat ditekankan.


aceh_sep_2005-028

Bocah Aceh belajar aktif pasca-bencana tsunami di sekolah tenda.

Ada sebuah prasyarat yang terlalu lama kita lupakan. Baik pendekatan belajar aktif maupunevaluasi yang sejalan dengan pendekatan itu dapat dilaksanakan secara konsisten, jika kesejahteraan guru diperhatikan.

Sebagai refleksi atas cita-cita dan semangat inovasi itu, berikut ini kami sajikan sebuah file powerpoint. Silahkan klik di sini! kisah-empat-lilin-guru

Iklan

30-rock1

Diabetes

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-normalkan-gula-darah

Kartu nama Yuni 2

SD St Theresia Surabaya mendidik siswa mencintai lingkungan hidup

September 28, 2008

Sekolah dasar ini terletak di tengah Kota Surabaya yang penuh sesak, gerah, dan pengap. Terbanyak siswa dari keluarga menengah atas. Mereka adalah generasi ‘manja’ yang tak suka berkotor tangan dan bergantung kepada pembantu. Anak-anak tak terbiasa menanam tumbuhan dan merawat tanaman. Hidupnya mencerminkan perilaku masyarakat kota yang suka membuang sampah sembarangan. Belum berbudaya lingkungan, cenderung boros air, listrik, bahan bakan minyak. Menjadi penyumbang terbesar sampah plastik serta botol dan pembungkus makanan kecil dan siap saji! Guna mengubah perilaku salah ini, sekolah memilih melaksanakan Program Adiwiyata.

Ibu Noor Indrastuti, ahli kurikulum IPA dan Biologi dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas sedang mengamati dan mendengarkan penjelasan siswa di green house. Siswa bangga menjelaskan hasil karyanya. Ibu Noor adalah salah seorang konseptor Program Adiwiyata yang digagas dan disebarkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Program “Adiwiyata” digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan dikembangkan bekerja sama dengan Depdiknas.Prinsip dasar: Partisiatif & berkelanjutan.
Indikator & kriteria:
1. Pengembangan kebijakan sekolah peduli &
berbudaya lingkungan.
2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan.
3. Pengembangan kegiatan berbasis partisipatif.
4. Pengembangan dan/atau pengelolaan sarana
pendukung sekolah.

Sasarannya antara lain: Hemat energi, hemat air, dan ramah lingkungan.

Inilah SD St Theresia tampak depan. Sekolah ini berupaya merindangkan sekolah dan membuatnya tampak asri.

Dibagi atas tempat sampah organik dan non-organik


Siswa yang dibiasakan membuat sampah pada tempatnya bahkan dapat menegur orang tuanya yang membuang sampah sembarangan.

Salah satu langkah membuat kompos.

Salah satu langkah membuat kertas daur ulang. Siswa dilatih agar berhati-hati menggunakan alat elektronik.

Salah satu langkah membuat kertas daur ulang.

Bahan dan peralatan perlu disimpan pada tempatnya.

Membuat karya kerajinan tangan dengan menggunakan barang bekas.

Contoh pemanfaatan barang bekas.

Salah satu pajangan hasil kerja siswa.

Contoh buku hasil kerja siswa yang memanfaatkan kertas daur ulang buatan sendiri.

Pajangan kerajinan tangan yang bisa dijual.


Walaupun lahan sekolah sempit, pimpinan sekolah berusaha membuat green house untuk praktik menanam. Amat penting bagi siswa yang tinggal di kota besar.

Contoh minuman dari kunyit yang dapat dibuat siswa.

Alat bantu pelajaran Permainan Ular Tangga untuk pendidikan lingkungan hidup. Dibuat dengan kertas daur ulang produksi siswa.

Sempitnya ruang kelas tidak dijadikan alasan untuk tidak mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar di gang dan halaman sekolah.

Ruang apa pun di sekolah, termasuk dinding luar digunakan untuk memajangkan hasil kerja siswa. Secara fisik tercipta suasana yang mendorong siswa belajar.

Sekolah dapat mengundang orang tua ke bazar sekolah. Apresiasi bagi siswa.

Kegiatan belajar di halaman sekolah. Semakin banyak siswa bergerak dan menghirup oksigen waktu belajar semakin baik kinerja otaknya.

Kampanye melestarikan lingkungan hidup pada Hari Bumi. Siswa dilatih hidup berdemokrasi. Setelah mempraktikkan kepedulian dan budaya lingkungan di sekolah, layaklah siswa mengajak masyarakat. Siswa dilatih hidup berdemokrasi.

IIbu Noor Indrastuti sedang mengapresiasi hasil kerja siswa.

Belahan otak kanan siswa perlu dikembangkan melalui seni tari yang disertai musik dan lagu. Kegiatan ekstrakurikuler yang beragam mendorong pengembangan kreativitas siswa. Tampaknya untuk sekolah di Indonesia berlaku sebuah penunjuk mutu berikut ini: Semakin bagus kegiatan ekstrakurikuler sebuah sekolah, semakin bermutu sekolah itu.

Bersama siswa sekolah menetapkan tata tertib kantin yang memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan penghematan sumber daya alam.

Siswa dibiasakan menghemat air dan mencuci tangan dengan sabun. Salah satu penunjuk apakah kepala sekolah dan staf guru memperhatikan kesehatan dan kebersihan adalah menyediakan sabun untuk mencuci tangan. Di bandara internasional dan domestik di Indonesia sering tak disediakan sabun di toilet.

Kapan sekolah Anda mulai? Please, take action now! And be the best!

Catatan: Post ini direvisi total karena lampiran file powerpoint tak dapat di-download pengunjung. Foto dan narasi langsung ditampilkan di halaman depan. Maaf & terima kasih).

Sumber foto: Koleksi Noor Indrastuti.

Iklan

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

Klik gambar kalau belum bergerak

Tekanan darah tinggi

Kunjungilah posting kami ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-darah-tinggi

Kartu nama Yuni 3

900x900px-LL-6f6a3862_17841067f0927d0c1694b2cde86c8adf_large

Apakah otak laki-laki dan wanita berbeda? Apa impilikasinya?

Juli 22, 2008

Dua tahun ini kami mempelajari hasil-hasil riset otak dan bagaimana hasil riset itu dapat diterapkan dalam proses belajar-mengajar yang berciri belajar aktif. Dalam pencarian ini, kami temukan hasil riset yang mengungkapkan perbedaan antara otak pria dan wanita. Selama ini, kami percaya kepada berbagai gagasan perihal keseteraan gender, terutama bahwa perbedaan hakiki antara pria dan wanita hanyalah pada soal perbedaan jenis kelamin. Namun, setelah mempelajari hasil riset otak ini, kami cenderung mempertanyakan kembali pandangan yang selama ini kami yakini, sambil terus mengikuti wacana tentang perbedaan pria dan wanita. Pencarian kami belum selesai, namun mungkin pendapat berikut ini dapat mendorong kita untuk terus berwacana untuk mencari kebenaran.

Otak manusia

Otak manusia

Hasil riset otak antara lain mengungkapkan, bahwa otak wanita lebih kecil dari pria tapi memiliki lebih banyak koneksi antara dua belahan otak. Daerah di antaranya (corpus collosum) lebih besar dan berkembang pada wanita dan memungkinkan dua belahan itu lebih mudah bekerja sama. Pikiran dan emosi dapat tergabung pada fungsi otak wanita karena sistem limbik yang lebih aktif yang mengontrol emosi. Pria cenderung menggunakan hanya satu belahan otak pada satu waktu, sedangkan wanita memanfaatkan “seluruh pemikiran otak”.

Wanita mampu memahami hubungan manusiawi yang kompleks dan bagaimana hubungan itu cocok dalam konteks emosional. Itulah mengapa kebanyakan anak wanita senang cerita fiksi. Sebaliknya, anak pria senang non-fiksi dan terutama senang membaca tentang bagaimana suatu alat beroperasi.

Anak-anak Aceh, pria dan wanita, korban bencana tsunami sedang belajar di “sekolah tenda” (Foto koleksi Save the Children UK)

Carol Gilligan berteori: Cara berpikir wanita yang berciri emosional yang lebih kompleks dirugikan dalam sekolah campuran pria dan wanita (koedukasi). Teorinya dapat menjelaskan mengapa bahkan siswi yang cerdas merasa bodoh, tak kompeten, dan tak berprestasi memadai di sekolah campuran. Anak wanita mungkin terpaksa menekan cara alamiahnya dalam memecahkan masalah agar cocok dengan “cetakan” cara berpikir pria yang berbeda.

Namun, menurut riset otak, pikiran dan emosi dapat tergabung pada fungsi otak wanita karena sistem limbik (pengontrol emosi) yang lebih aktif.

Apa perbedaan pria dan wanita?

Menurut paradigma kesetaraan gender, perbedaan hanyalah di bidang seksual (jenis kelamin).Namun, ada ahli otak yang mengemukakan pendapat tentang perbedaan otak pria dan wanita dan implikasinya (yang selintas tampak bias gender).

Amatilah perbandingan berikut ini! (Tiap pernyataan atau kalimat hendaknya dibaca ”lebih cenderung”. Pria lebih cenderung, sedangkan wanita lebih cenderung. Tidak ada perbedaan yang mutlak di sini, yang ada adalah kecenderungan).

Perbedaan pria dan wanita

Pria sering tidak memihak / objektif, sedangkan wanita sering emosional.

Pria sering terobsesi pada olahraga, sedangkan wanita menganggap olahraga kurang penting.

Kebanyakan pria berbicara tentang benda-benda, sedangkan wanita paling banyak berbicara tentang “orang”.

Pria tidak banyak berbicara secara pribadi, sedangkan wanita tidak banyak berbicara di depan publik.

Pria memandang berbagai hal secara harfiah, sedangkan wanita mencari arti yang tersembunyi.

Pria adalah pendengar yang kurang tanggap, sedangkan wanita adalah pendengar yang lebih tanggap.

Pria lebih terfokus kepada solusi, sedangkan wanita senang membahas masalah.

Pria kurang bersedia mencari bantuan, sedangkan wanita segera mencari bantuan.

Pria takut dengan komitmen, sedangkan wanita sangat ingin berkomitmen.

Pria lebih sadistis, sedangkan wanita lebih masokhistis.

Pria lebih berorientasi seks, sedangkan wanita lebih berorientasi kepada cinta.

Pria memiliki lebih sedikit teman dekat, sedangkan wanita memiliki banyak teman dekat.

Pria kurang mempercayai, sedangkan wanita sering terlalu mempercayai.

Pria berbelanja karena kebutuhan, sedangkan wanita sering berbelanja demi kesenangan.

(Sumber: Cris Evatt, 1989, He & She: 60 Significant Differences between Men and Women, Berkeley, CA: Conari Press).

Dalam kerangka berpikir ini, kami tertarik membaca pandangan Paulo Coelho, seorang novelis bestseller Brasil. Banyak novelnya ditulis dalam bahasa Portugis dan kini sudah dialihbahasakan ke dalam 56 bahasa. Ia lahir di Rio de Janeiro pada tahun 1947. Sebagai mahasiswa ia belajar hukum, namun pada tahun 1970 meninggalkan studinya dan berkelana ke Meksiko, Peru, Bolivia, Chile, Eropa, dan Amerika Utara. Dua tahun kemudian ia kembali ke Brasil dan mulai menulis lirik musik populer, bekerja sama dengan musisi terkenal Raul Seixas. Keterlibatannya dalam musik meluas ke rencana menciptakan “Masyarakat Alternatif”. Rencana ini dipandang subsersif oleh kalangan militer Brasil dan kelompoknya dipenjara. Ia dan Seixas dilaporkan disiksa selama dalam penjara.

Lembaga perkawinan

Lembaga perkawinan ibarat surga bagi yang berada di luar. Ingin cepat-cepat masuk. Ibarat neraka untuk yang berada di dalam. Ingin cepat-cepat keluar. Itu terjadi jika tiada saling pemahaman antara pria dan wanita.

Berikut ini saya sajikan posting yang dikirim WH pada tanggal 11 Juli 2008, yang di-browse dari www.masculineheart.blogspot.com.


Pengarang Paulo Coelho memiliki sebuah blog. Baru-baru ini Paulo Coelho menerbitkan sebuah posting pada blognya. Isi postingnya mengungkapkan apa yang dikirim Julia, seorang temannya. Kemudian, Paulo Coelho mencoba menghubunginya untuk menanyakan apakah ia sendiri yang telah menulis teks ini. Namun, Julia telah berangkat untuk suatu perjalanan dan saya tak tahu dengan tepat kapan ia akan pulang.

Paulo Coelho kemudian mengecek di Internet dan tebaklah apa yang ia temukan? Bahwa ada banyak kelompok diskusi tentang topik ini! Dengan kata lain, dewasa ini wanita sedang mencari alasan-alasan mengapa mereka jatuh cinta kepada lawan jenisnya. Sebagai seorang lelaki yang setuju terhadap beberapa alasan ini, Paulo Coelho membuat sebuah daftar berdasarkan apa yang mereka katakan:

Banyak pria dan wanita gagal berkomunikasi, sering karena mereka tidak memiliki gagasan tentang apa yang disukai lawan jenis. Nah, ini adalah pendapat pihak wanita.

Issue nº 176 – Mengapa kami mencintai laki-laki (Why we love men)

Kami mencintai lelaki karena mereka tidak dapat berpura-pura belum mencapai orgasme, bahkan jika mereka ingin menipu.

Karena mereka tidak akan pernah mengerti kami, bahkan jika mereka tetap mencoba.

Karena mereka masih mampu melihat kecantikan kami, bahkan ketika kami sendiri tidak mempercayainya.

Karena mereka memahami persamaan, politik, matematika dan ekonomi, tapi bukan hati wanita.

Karena mereka adalah kekasih yang hanya beristirahat ketika kami telah (atau berpura-pura telah) mendapatkan kenikmatan.

Karena mereka mampu mengangkat olahraga sampai wilayah berbatasan dengan agama.

Karena mereka tidak pernah takut akan kegelapan.

Karena mereka bersiteguh memasang alat-alat di luar batas kemampuannya, dan mengabdikan dirinya kepada hal ini dengan entusiasme yang sama dengan seorang dewasa yang merasa frustrasi jika tidak berhasil.

Karena mereka seperti buah delima: terbanyak bagian buah itu tak mungkin dicerna, tetapi biji benihnya enak.

Karena mereka tak pernah memberi komentar tentang apa yang mungkin dipikirkan tetangga.

Karena mereka selalu tahu apa yang sedang mereka pikirkan, dan ketika mereka membuka mulutnya mereka dengan tepat mengatakan apa yang kami imaginasikan mereka akan katakan.

Karena mereka tidak pernah bermimpi merusak dirinya dengan memakai sepatu tumit tinggi.

Karena mereka senang menjelajahi tubuh kami dan menaklukkan jiwa kami.

Karena seorang anak wanita berusia 14 tahun dapat meninggalkan mereka terdiam seribu bahasa, dan seorang wanita berusia 25 tahun dapat menjinakkan mereka tanpa usaha apa pun.

Karena mereka selalu tertarik kepada hal yang ekstrim: yang mewah atau yang asketis, prajurit atau rahib, artis atau jenderal.

Karena mereka benar-benar melakukan tiap hal yang mungkin untuk mencoba menyembunyikan kelemahan-kelemahannya.

Karena ketakutan seorang lelaki adalah tidak menjadi laki-laki (tak pernah terlintas dalam pikirannya seperti seorang wanita yang tidak ingin menjadi wanita).

Karena mereka selalu makan apa saja di piringnya, dan tidak merasa bersalah tentang hal itu.

Karena mereka amat senang terhadap hal-hal yang benar-benar tak menarik, seperti apa yang terjadi dalam pekerjaan, atau membuat mobil yang berbeda.

Karena mereka memiliki bahu tempat kami dapat mengistirahatkan kepala kami dan tidur tanpa banyak upaya.

Karena mereka berdamai dengan tubuhnya, kecuali untuk hal-hal kecil, sepele seperti kepala menjadi botak atau bertambah gemuk.

Karena mereka benar-benar berani di depan serangga.

Karena mereka tidak pernah berbohong tentang umurnya.

Karena meskipun mereka coba mendemonstrasikan segala sesuatu, mereka tidak dapat hidup tanpa seorang wanita.

Karena ketika kami katakan kepada seorang dari mereka ”Saya mencintaimu”, mereka selalu meminta kami menjelaskan dengan tepat bagaimana.

(Sumber gambar: www.masculineheart.blogspot.com)

Seorang pembaca, Kristen, menyatakan bahwa kita benar-benar tak tahu apa pun tentang kondrat wanita, dan mengirimkan daftar berikut ini:

1.Kami wanita dilahirkan sebagai detektif. Di mata kami, semua laki-laki adalah tersangka dan petualangannya akan berakhir setelah tertangkap – itu hanya masalah waktu.

2.Bahkan bila kami tidak mencintai seorang pria, mendengar “Saya mencintaimu” adalah sebuah minyak gosok bagi jiwa kami. Dan bila Anda tidak mengatakannya, kami akan prihatin dan menjadi sedih.

3.Hal yang sama berlaku untuk “kamu memang cantik”. Kurang dari dua detik untuk mengucapkan tiga kata magis ini, yang dapat mengubah mimpi buruk kami menjadi cerita dongeng yang nyata.

4.Jika kami bertanya pakaian apa yang harus kami pakai, jangan jengkel jika kami benar-benar mengenakan yang sebaliknya dari yang Anda pilih – itu adalah bagian kodrat kami.

5.Pada sebuah pesta kami dapat melihat sekilas seluruh ruangan kurang dari satu menit untuk menemukan apa yang menarik perhatian kami. Pandang sajalah.

6.Kami memikirkan seks dengan gairah yang sama seperti laki-laki – atau mungkin bahkan lebih banyak. Yang berbeda hanyalah kami tidak menunjukkannya.

7.Jika kami tidak segera menerima undangan makan malam atau kencan pertama, jangan khawatir – kami hanya perlu beberapa hari untuk mengurangi beberapa kg berat badan yang selalu kami rasakan menyusahkan hidup kami.

8.Wanita selalu ingat segala hal. JIka Anda bertanya kapan kita pernah bertemu, tak ada dari kami yang akan mengatakan ”pada sebuah pesta”. Kami akan mengatakan: ”Oh itu hari Selasa, langsung setelah makan malam di mana mereka melayani salad dan kuah ayam, dan Anda memakai sebuah blazer hitam dan sepatu mode baru, dan seterusnya.

9.Betapa pun banyaknya cinta yang mampu kami berikan, ada tujuh hari ketika kami ingin menjauhi setiap hal dan setiap orang. Anda memiliki dua pilihan: mengikat dirimu pada sebuah tiang lampu dan menunggu sampai guntur berlalu, atau pergi ke toko permata terdekat dan membeli sebuah hadiah. Kami menyarakan pilihan yang kedua.

10.Kami memiliki kekuatan penalaran yang sama banyak dengan laki-laki. Tetapi kami tidak perlu membuatnya jelas, jika Anda tidak ingin merasa tak aman. Wanita yang melakukannya hidupnya akan berakhir dalam kesendirian.

11.Kami menyukai semua jenis rambut pada tubuh laki-laki, walaupun memoles rambut dengan aneka bahan adalah siksaan yang kami inginkan.

12.Kami benci bermain cinta ketika kami tidak suka, tetapi bagaimana pun kami melakukannya, dan Anda tidak akan pernah dapat memperhatikan perbedaannya.

13.Bermainlah dengan hewan peliharaan dan anak-anak kami, dan kami akan bermain dengan Anda. Abaikan mereka, dan kami akan mengabaikan Anda juga.

14.Wanita dilengkapi dengan pandangan sinar-X. Kami dapat melihat kepada mata yang keras, gelap dan menemukan seorang anak bersembunyi di baliknya. Kami dapat memandang mata malaikat yang biru dan menemukan setan berbaring di sana. Kami tahu ketika laki-laki berpura-pura tidur karena capai atau – lebih jelas – ketika mereka berpura-pura tidak tidur dengan seorang wanita yang lain mana pun.

15.Tidak semua wanita menginginkan perkawinan dan anak-anak. Banyak yang hanya menghendaki orgasme dan hewan peliharaan.

16.Jika kelembutan itu tulus, ia dapat melelehkan hati yang keras.

17.Jika kami menghadapi masalah berdiskusi dengan Anda, janganlah coba memberi solusi, kami sudah memiliki satu solusi. Itu hanyalah satu tanda untuk mencegah suatu hubungan berakhir dalam kebosanan.

Jika Anda ingin berbagi tentang apa yang Anda suka tentang wanita, silahkan tambahkan komentar Anda.

****************************

Iklan

900x900px-LL-220dee17_AD8pjIu

Sulit hamil

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-menyuburkan-wanita-juga-pria

Kartu nama Yuni 2

Gaya belajar otak kiri dan otak kanan

Juli 14, 2008


(Sumber gambar: www.ideachampions.com)

Amatilah gambar ini!

Menurut hasil penelitian Neuroscience (ilmu saraf otak), otak manusia terdiri dari belahan kiri dan belahan kanan. Dari segi gaya belajar (serta gaya berpikir dan gaya bekerja), populasi manusia di dunia ini terdiri dari 10% jumlah orang yang memiliki gaya belajar (styles of learning) otak kiri, 10% bergaya belajar otak kanan, dan 80% bergaya belajar kombinasi otak kiri dan otak kanan.

Hasil riset otak menunjukkan pula bahwa 60% gaya belajar ini tak bisa diubah karena bersifat genetik-biologis. Hanya 40% yang bisa diubah, seperti ketekunan, motivasi, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab. Dilihat dari sampel yang lebih kecil, sebuah sekolah, satu kota, satu kecamatan, atau satu kabupaten menunjukkan komposisi persentase jumlah orang yang mirip. Meskipun kita berbeda dalam gaya belajar, tiap gaya belajar itu baik. Tidak ada yang jelek. Karena, dalam kehidupan bersama, tiap gaya belajar berperan dan saling menyumbang untuk menciptakan orkestra kerja sama yang menguntungkan semua orang.

Bagaimana ciri-ciri tiap gaya belajar ini, pada posting saya selanjutnya akan dibahas.

Sebagai “pemanasan”, kali ini saya ajak Anda berpikir secara santai dan sekilas tentang perbedaan orang yang bergaya belajar otak kiri dan otak kanan. Amatilah gambar otak kiri dan otak kanan ini! Apa yang dapat Anda tafsirkan dengan mengamati gambar ini?

Dari segi kegemaran melakukan kegiatan bersenang-senang, apa perbedaan aktivitas orang yang bergaya belajar otak kiri dan yang bergaya belajar otak kanan?

  • Kira-kira dalam pergaulan yang bergaya belajar manakah yang cenderung menyenangkan orang lain? Apa saja aktivitas yang dilakukan orang yang bergaya belajar otak kiri dan yang bergaya belajar otak kanan?
  • Dari segi jenis profesi, profesi apa saja yang disenangi orang yang bergaya belajar otak kiri dan yang kanan?
  • Dalam keluarga, kira-kira anak yang bergaya belajar manakah yang cenderung disenangi dan yang mana yang cenderung kurang disenangi orang tua?
  • Di sekolah, anak yang bergaya belajar manakah yang cenderung diberi label anak sopan, anak rajin, atau anak pintar? Yang bergaya belajar manakah yang sering dimarahi guru? Yang mana yang cenderung diberi label anak nakal, anak bandel, anak susah diatur, atau anak yang suka berisik? Yang manakah yang cenderung terus naik kelas dan yang mana yang cenderung tidak naik kelas atau putus sekolah?
  • Jika demikian, sebenarnya siapa yang salah? Anak atau guru? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu diperhatikan, bahwa mata pelajaran yang mengembangkan otak kiri adalah Bahasa, Matematika, IPA, dan IPS. Sedangkan, mata pelajaran yang mengembangkan otak kanan adalah Kesenian (lukis, musik, tari, dan seni yang lain), Kerajinan Tangan, Olahraga (Pendidikan Jasmani), Pendidikan Agama, dan Pendidikan Moral. Mata pelajaran manakah yang diujikan dalam ujian nasional? Jadi mata pelajaran mana yang dianakmaskan dan yang mana yang dianaktirikan?
  • Gaya belajar guru yang cenderung menggunakan metode ceramah, menugaskan siswa mengerjakan soal, dan PR akan menguntungkan anak yang bergaya belajar apa? Dan, merugikan yang bergaya belajar apa?
  • Dalam kehidupan anak kelak, potensi belahan otak manakah yang memberikan sumbangan yang lebih besar terhadap sukses seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan? Apakah orang yang ber-IQ (kecerdasan intelektual) tinggi atau anak yang ber-EQ (kecerdasan emosional) dan yang ber-SQ (kecerdasan spiritual) tinggi?
  • Secara umum dapat disimpulkan bahwa cara mendidik orang tua di rumah dan guru di sekolah masih mengikuti tradisi pendidikan Belanda yang menekankan pengembangan otak kiri dan melalaikan pengembangan otak kanan. Padahal di Belanda dewasa ini, pengembangan otak kiri dan kanan telah dilakukan melalui pendekatan belajar aktif yang menyenangkan, menarik, dan mendorong anak untuk banyak bergerak. Jika demikian, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mengubah sistem pendidikan kita yang sudah ”memfosil”?

Iklan

Horse-bites-bicyclist

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni

Kinerja otak dan belajar aktif

Juli 9, 2008

Otak manusia bekerja mengikuti prinsip-prinsipnya sendiri. Dalam mengajar dan mendidik siswa, guru hendaknya tidak melawan prinsip alamiah kinerja otak anak. Jika dilawan, kinerja otak anak akan terhambat. Karena itu, sebaiknya guru mengikuti prinsip kinerja otak tersebut agar otak anak dapat bekerja secara lancar dan maksimal. Pendekatan belajar aktif (active learning approach) pada hakikatnya telah dikembangkan untuk mengikuti tuntutan kerja otak. Dalam makalah berjudul “Menerapkan prinsip & ciri kerja otak melalui pendekatan belajar aktif” ini, Anda dapat menyelami apa yang kami maksudkan. Makalah ini disampaikan dalam Seminar Creative teaching and learning dalam pelaksanaan KTSP, di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 14 April 2008. Seminar ini benar-benar berkesan bagi kami karena dihadiri 1400 guru dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, bahkan ada yang datang dari daerah Riau yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Yang cukup menggembirakan adalah 150 guru yang tak diundang meminta kepada panitia penyelenggara, yaitu FORGA (Forum Guru Agam), untuk diizinkan mengikuti seminar ini walaupun mereka tidak mendapatkan sertifikat. Ternyata masih ada banyak guru yang memiliki motivasi yang tinggi untuk terus belajar. Jika ingin membaca makalah tersebut, silahkan klik file berikut ini! 7-belajar-aktif-di-sekolah

Iklan

funny-gifs-gets-sick-of-the-sea

Sakit asam urat

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.