Bagaimana ujian nasional (UN) di Belanda?

EINDEXAMEN-VWO-NEDERLANDS

Siswa Belanda sedang mengerjakan ujian nasional

The Legatum Institute melaporkan bahwa 87% warga Belanda puas dengan sistem pendidikan negaranya dan 94% penduduk percaya bahwa para siswa memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh di sekolah.

Para pengambil keputusan sistem pendidikan Belanda dan negara-negara di Eropa sedang mengintip sistem pendidikan Finlandia yang ngetop di negara-negara OECD dan untuk meniru mereka tak terlalu sulit karena kondisinya tak jauh berbeda. Apalagi, dalam European Union negara-negara di Eropa sedang berproses ke “The United States of Europe“. Sistem kurikulum dan ujian nasional mereka mungkin tak lama lagi akan mengikuti pola Finlandia, yang menghapus ujian nasional di SD dan sekolah menengah dan hanya menyisakan tes matrikulasi untuk masuk ke jurusan di universitas yang sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Di Belanda, ujian nasional SD bersifat optional, sekolah boleh memilih ikut atau tidak ikut. Hal ini dinyatakan oleh orang-orang dari CITO (The National Institute for Educational Measurement, semacam Puspendik Balitbang Dikbud di kita) tahun 2001, waktu diundang Pusat Kurikulum. Namun, banyak SD di sana tak mau ketinggalan, ramai-ramai ikut UN agar dihargai masyarakat dan lulusannya mulus masuk sekolah menengah. CITO menyatakan bahwa sekitar 85% SD ikut UN ini.

school_children1

Siswa SD Belanda sedang mengerjakan ujian nasional

Gambaran struktur pendidikan Belanda dapat dilihat pada gambar berikut ini,

Sistem pendidikan Belanda

Tujuan UN SD adalah dasar bagi siswa untuk memilih tiga jalur, yaitu (1) sekolah menengah akademis (VWO) 6 tahun yang merupakan jalur bergengsi masuk universitas. Ya, gymnasium biasanya masuk kategori ini; (2) sekolah menengah umum (HAVO) 5 tahun yang berciri sekolah komprehensif seperti sekolah GCSE di Inggris, semacam gabungan SMP dan SMA di Indonesia; dan (3) sekolah menengah vokasional / kejuruan (VMBO) 4 tahun, semacam SMK di Indonesia. Pada akhir program 3 jalur ini siswa mengikuti ujian nasional tapi nilai yang tercantum di ijasah diambil dari hasil ujian internal sekolah 50% dan 50% dari hasil ujian nasional. Siswa cenderung hanya mengikuti ujian nasional 2 atau 3 mata pelajaran saja. Tidak seperti di Indonesia, siswa SMP harus mengikuti ujian semua mata pelajaran yang diujikan dan siswa SMA harus mengiuti ujian semua mata pelajaran yang diujikan pada jurusan IPA, IPS atau Bahasa SMA.

Pada 2 tahun pertama di sekolah menengah siswa dapat berpindah jalur kalau merasa tidak cocok. Hasil ujian SD juga tidak mutlak menentukan jalur sekolah menengah yang dipilih karena siswa dan orang tua punya kebebasan untuk memilih jenis sekolah yang diinginkan.

Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di SD dan di sekolah menengah akademis dan umum ditambah pilihan mata pelajaran bahasa asing lainnya. Bahasa asing lain yang populer dipilih adalah bahasa Jerman dan Prancis.

Di samping UN, CITO menerbitkan tes-tes pilihan dalam mata-mata pelajaran, seperti Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, Matematika, mata-mata pelajaran IPA dan IPS yang dapat diikuti siswa agar guru bisa memantau kemajuan belajar siswa. Tes-tes ini berciri diagnostik dan hasil diagnosis guru dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan membantu siswa.

Ujian nasional di Belanda bukan seperti di Indonesia yang mendewakan tes pilihan ganda. Di sana berbagai bentuk alat penilaian digunakan, yaitu tes lisan, tertulis (tes jawaban terbuka atau esai dan tes pilihan ganda), serta praktik. Pendewaan tes pilihan ganda ternyata berdampak kepada upaya contek-mencontek, kebocoran soal melalui beredarnya kunci jawaban, guru bahkan pengawas membantu siswa mengerjakan ujian, dan pernah malah diterjunkan Densus 88 untuk menggerebek siswa yang sedang mengikuti UN.

Exames_Image7

Ujian nasional SMA di Belanda tidak dibuat seram alias genting. Siswa boleh bawa kamus dan rumus. Tapi, soalnya berbentuk esai sehingga mungkin tidak sempat buka kamus dan lihat rumus. Yang penting, kecurangan bisa ditekan seminimal mungkin agar tidak membuayarkan buah pendidikan karakter yang dibina sekian lama.

 

Untuk mengatasi kebocoran soal dan karut marut ini diintroduksi 20 jenis kertas ujian yang berdampak kepada keterlambatan pencetakan dan pengiriman bahan ujian ke sekolah. Belum lagi jika dipersoalkan apakah 20 jenis kertas ujian itu memiliki validitas kesetaraan. Mungkin ada benarnya kata para pengusaha, “Kalau pemerintah itu suka mempersulit apa yang sebenarnya mudah dikerjakan, tapi kalau pengusaha suka mempermudaha apa yang sulit dikerjakan.”

Kalau kita belum bisa mengikuti sistem pendidikan Finlandia yang menghapus ujian nasional, paling tidak kita bisa mengikuti format ujian nasional yang dicontohkan Belanda dan juga negara-negara lainnya.

Sumber:

http://www.ncee.org/programs-affiliates/center-on-international-education-benchmarking/top-performing-countries/netherlands-overview/netherlands-instructional-systems/

http://myinternationaladventure.com/01/live-in-the-netherlands/4/

 

Kunjungilah posting yang berkaitan:

http://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

http://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

http://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

http://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

http://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

http://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

http://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

http://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

 

Iklan

Naik kambing

Sakit kanker

 

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

http://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 3

About these ads

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Bagaimana ujian nasional (UN) di Belanda?”

  1. pangkal Says:

    Pak Sil, Salam jumpa. Membaca tulisan “Bagaimana Ujian Nasional (UN) di Belanda?” membuat saya teringat akan pembicaraan saya dengan teman-teman dan juga guru serta pegawai di “kota kampung saya” pada liburan-liburan yang lewat.

    Kalau melihat skema pendidikan di Belanda saya mengerti bahwa tidak semua orang akan sampai pada tingkat paling akhir. Fakta yang terjadi (boleh dikatakan baik untuk orang yang diuntungkan), pemerintah memberi banyak kemudahan pada WNI untuk mengikuti UT. Banyak orang dinyatakan lulus lalu pada akhirnya mendapat job yang baik dan bekerja di instansi-instansi pemerintah dan mendapat gaji yang baik. Persoalan besar yang ada, orang beramai-ramai mengejar kata “Doktorandus” untuk bisa mendongkrak angka rupiah pada daftar gaji. Mutu kerja? Profesi? Tidak penting.

    Menilik situasi terakhir di tanah air dalam hubungan dengan pelaksanaan UN, pergantian kurikulum, saya berpikir bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa hanya bisa berjalan dalam sebuah lingkaran setan. Sepertinya saya melihat sebuah kesan, saya ulangi sebuah kesan, bahwa banyak dari kita bangga kalau ada banyak pangkat di depan dan/ atau di belakang nama……

    Salam
    Niko, SVD- Misionaris Brasil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: