Polisi vs KPK: Ada buaya yang lebih gede?
By S Belen
Tag: cicak, dilawan, dinding, minta maaf, sejuta, serbu, terkepung
Tulisan ini dikirim pada pada November 3, 2009 2:06 am dan di isikan dibawah Etika, Gambar hari ini, Hak asasi manusia (HAM), Karakter, Politik. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
November 3, 2009 pukul 10:48 pm |
hahaha betul banget.. emang buaya GEDE bisa dilawan sama cicak kecil kalo cicaknya banyak dan majunya bersama-sama.. maju terus KPK..!!!
November 4, 2009 pukul 9:05 am |
Dear Bung Doli,
Analog dengan aturan anak-anak syuten, ibu jari yang dianalogikan dengan gajah kalah oleh jari kelingking yang dianalogikan dengan semut. Kalau semut masuk telinga gajah bisa susah dan matilah gajah.
Karena itu, jika jadi buaya gede jangan angkuhlah seolah Anda tak mungkin dikalahkan. Kalau semut tak masuk telinga gajah, serbuah jutaan semut akan membuat kalang kabut dan akhirnya gajah terkalahkan.
Bagiku, hanya KPK-lah yang jadi harapan penegakan hukum yang adil untuk menjebloskan para koruptor rakus ke hotel perdeo, gratis.
November 11, 2009 pukul 4:11 am |
Menurutkuku koruptor itu jangan dimasukkan penjara, tapi digantung atau ditembak, biar orang lain yg mau ngikutin korupsi berpikir panjang. Aku cuma prihatin melihat para buaya beraninya mempermainkan sumpah atas nama Allah untuk menutupi kebohongan. Azab apa yg nanti akan menimpa mereka para pembohong dan penipu.