
Like this:
Be the first to like this post.
Kaitkata: balita, bermain, bernyanyi, gizi, kasih, pelukan, sentuhan
This entry was posted on Mei 31, 2009 at 11:47 am and is filed under Kiat hidup, Kreativitas, Otak. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
April 4, 2010 pukul 5:16 pm |
Cara Gampang Merawat Otak…
Otak saling berkaitan di setiap tingkatan. Sebenarnya kita harus memikirkan otak sebagai suatu jaringan kerja yang sangat luas di mana setiap neuronnya bisa saling berkaitan. Pengaturan seperti ini sebenarnya sangat cocok jika kita mempertimbangkan sifat…
November 15, 2010 pukul 8:37 pm |
Bagaimana mencerdaskan otak untuk anak usia antara usia TK sampai usia SD? tolong ya…. lam kenal dari Trisno Sumatera
November 16, 2010 pukul 3:46 am |
Thanks a lot, dear Trisno Sumatera,
Cara mencerdasakan otak anak PAUD, TK sampai usia SD sbb:
1. Berilah makanan bergizi, sediakan minuman kapan saja, di mana saja. Ke sekolah sebaiknya anak membawa minuman. 4 sehat, 5 sempurna + air cerdaslah anak kita.
2. Anak sebaiknya terpapar dengan informasi yang baik, seperti mendengarkan cerita dongeng yang diceritakan atau dibaca ortunya, sediakan bahan bacaan, misal dari suplemen koran di hari minggu yang ada edisi khusus untuk anak-anak. Kalau punya uang, berlanggananlah majalah anak-anak yang bermutu. Batasi anak menonton TV, terutama jangan terpapar dengan informasi kekerasan, tahyul, dan contoh buruk perlakuan keras kepada anak. Jangan sampai anak terpapar film atau video porno karena ini akan tersimpan dalam memorinya dan bisa berdampak sex maniac bahkan waktu masih di SD.
3. Seringlah membawa anak ke alam untuk merangsang pancainderanya melihat awan, meraskan desiran angin, pepohonan, rerumputan, dan bunga-bunga, bermain di sungai.
4. Hendaknya anak bermain dengan benda-benda alamiah dan makhluk hidup, seperti pasir, tanah, lumpur, air, kayu, batu, kerikil, tumbuhan, hewan kecil yang tak berbahaya.
5. Tanggapi pertanyaan anak dan usahakan ia menemukan jawaban sendiri, terutama melalui melakukan eksperimen dengan balon, pelepah pisang, lidi, menanam kacang hijau jadi toge, bermain memecahkan masalah seperti ular tangga, monopoli, dan lebih afdol bermain catur. Anak usia 4 tahun rata-rata mengajukan 480 pertanyaan per hari.
6. Yang terpenting, curahkan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Sambil, mengajak ia bernyanyi, bermain musik, menari, senam, membuat origami, mendengarkan musik klasik barat dan daerah, dan ajak bercerita lucu, tertawa dan tersenyum. Ini semua akan mengaktifkan otak anak, yang kini orang beri nama aktivasi otak tengah. Tidak perlu Anda ikutkan anak dalam training Rp 3 juta hanya untuk 2 hari.
Semoga Anda lakukan kiat-kiat ini. Pasti sukses gemilang luar biasa. Tabe
Juni 12, 2011 pukul 1:20 pm |
Anak anak saya usianya 2 tahun 10 bulan. Rasa ingin tahunya besar sekali. Apa yang dilakukan orang dia pun ingin melakukan juga. Kadang saya kewalahan ngikuti kemauannya. Apakah termasuk anak yg cerdas atau nakal?
Juni 19, 2011 pukul 10:50 pm |
Rasa ingin tahu anak seusia itu memang amat besar. Apa pun ingin ditiru. Nanti jika ia mencapai usia 4 tahun, coba hitung saja berapa pertanyaan yang ia ajukan selama 1 hari. Menurut para ahli psikologi, sekitar 450 pertanyaan per hari. Sikap orang tua yang terbaik adalah berusaha menjawab pertanyaan anak dan lebih baik lagi kalau mendorong anak untuk mencoba menjawab sendiri dulu. Anak kecil ingin meniru karena otak manusia itu prinsip kerjanya adalah mulai dengan meniru. Dorong terus anak meniru cara-cara menggambar, mengerjakan sesuatu tapi sebaiknya orang tua atau kakaknya tidak membuat gambar yang bagus yang membuat anak merasa tak mampu. Biarlah ia mencoret-coret sendiri. Kita coret-coret mengikuti taraf kemampuannya agar ia makin percaya diri. Teruslah memuji anak yang berhasil menggambar sesuatu aau melakukan suatu aktivitas. Kalau ia minta diberi nilai terhadap gambarnya berilah nilai tertinggi 10 atau 100 bulat. Ia akan senang dan termotivasi. Anak Anda itu pasti cerdas dan kreatif jika Anda mengikuti prinsip ini. Janganlah terus-menerus melarang anak, menyuruh diam, apalagi mengancam mencubit atau mencubit benaran. Pasti anak Anda akan cerdas dan kreatif luar biasa. Selamat sukses.