Kata-kata bijak peribahasa Latin

Sebuah peribahasa Latin tampak relevan dengan dunia global kini yang disesaki barang serba-sintetis, serba-instan. Quod natura non sunt turpia. Sesuatu yang alamiah tak dapat dibilang buruk. Sesuatu yang tak melawan alam cenderung mempertahankan hal yang baik sepanjang zaman.

Selain itu, manusia mencoba menanggapi kehidupan di dunia ini dengan perilakunya yang rasional dan tindakannya yang bersumber kepada kehendak bebas. Namun, tampaknya tak ada yang baru di bawah sinar mentari. Sejarah sering terulang. Karena itu Cicero mengatakan, Historia magistra vitae, sejarah adalah guru kehidupan. Versi lebih lengkap: Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis. (M. Tullius Cicero, De Oratore 2.36). Sejarah adalah tanda zaman, cahaya kebenaran, kehidupan ingatan, guru kehidupan, utusan zaman purba.

(Sumber foto: Fujiono. Perahu depan Kota Makassar)

Berdasarkan jalan pikiran ini, perkenankan kami sajikan kepada pembaca sejumlah peribahasa Latin, terbanyak berasal dari abad pertengahan.

(Sumber foto: panoramablack.evans-experientialism.freewebspace)

Bella gerant allii, tu felix Austria nube.Silahkan orang lain memimpin perang, dikau Austria yang berbahagia, kawinlah.”

Bellum se ipsum alet. Perang akan memenuhi kebutuhannya sendiri.

Bene diagnoscitur, bene curatur.Yang didiagnosis dengan baik akan diobati dengan baik.

Bene qui latuit bene vixit. (Ovid, Tristia, III.iv.25). Yang hidup baik adalah orang yang hidupnya tak menjadi pusat perhatian orang.”

Bis dat, qui cito dat. (Publilius Syrus). Siapa yang memberi tepat waktu memberi dua kali.

Bis repetita non placent. (Horace, Ars Poetica 365). Pengulangan (repetisi) tidak diterima dengan baik.

Bona diagnosis, bona curatio.Diagnosis baik, pengobatan baik.

(Sumber foto: crb720038.images.inmagine)

Bona valetudo melior est quam maximae divitiae. Kesehatan yang baik lebih berharga daripada kekayaan terbesar.

(Sumber: en.wikiquote.org)

Damnant quod non intellegunt. (Anonim, tapi lihat Quintillian Institutions 10.1.20). Mereka mempersalahkan apa yang mereka tidak mengerti.

Eget semper qui avarus est.(St. Jerome).Orang yang rakus selalu menginginkan lebih banyak. Orang yang serakah tak pernah terpuaskan kebutuhannya.

Feliciter sapit qui periculo alieno sapit. (Plautus, Mercator 4.7.40). Orang bijak bergembira karena belajar dari bahaya yang dialami orang lain.

Improbe Neptunum accusat qui iterum naufragium facit. (Publilius Syrus, Sententia 264). Orang yang menenggelamkan kapal dua kali mempersalahkan (dewa energi) Neptunus secara tak wajar.

(Sumber foto: Sinking_Ship.bp1.blogger)

Iracundiam qui vincit, hostem superat maximum. (Publilius Syrus, 251). Orang yang menaklukkan kemarahannya menang atas musuh terbesar.

Ius summum saepe summa est malitia. (Terrence, Timoroumenos, 796). Hukum yang tertinggi sering menimbulkan keburukan yang terbesar.

Male secum agit aeger, medicum qui heredem facit. (Publilius Syrus, Sententia 626). Buruklah bagi seorang yang sakit yang memilih dokter menjadi ahli warisnya.

Non bene flat flammam qui continent ore farinam. (Abad Pertengahan). Orang yang tidak tidak meniup api dengan baik adalah yang mengunyah tepung di mulutnya.

(Sumber gambar: brueghel_icarus.traumwerk.stanford.edu)

Non omnes qui habent cithram sunt citharoedi. (Varro, De Re Rustica, 2.1.3). Bukan semua yang memiliki sitar adalah pemain sitar.

Occasio aegre offertur, facile amittitur. (Publilius Syrus, Sententia 449). Kesempatan yang tepat jarang datang dan gampang terlepas (kita mudah kehilangan kesempatan yang tepat itu).

Pericla timidus etiam quae non sunt videt. (Publilius Syrus, Sententia 452). Orang yang takut bahkan melihat bahaya yang tidak ada.

Qui fugit molam, fugit farinam.(Anonim). Orang yang lari dari penggiling akan meninggalkan pula tepung. Artinya, orang yang tak mau bekerja tak akan memperoleh nafkah.

(Sumber gambar: plowman.traumwerk.stanford.edu)

Quot campo lepores, tot sunt in amore dolores.(Abad Pertengahan). Ada sama banyak masalah dalam percintaan seperti jumlah kelinci di ladang.

(Sumber foto: rabbit-3D.KI8Q4605.www.astronomy-images)

Se damnat iudex, innocentem qui opprimit. (Plublilius Syrus, Sententia (614). Hakim yang menghukum orang yang tak bersalah merasa salah sendiri.

Spina etiam grata est, ex qua spectatur rosa. (Publilius Syrus, Sententia 610). Bahkan melalui semak berduri terlihat bunga mawar.

Stultus nil celat; quod habet sub corde revelat. (Abad Pertengahan). Orang yang bodoh tak menyembunyikan apa pun, ia mengungkapkan semua isi hatinya.

Sua multi amittunt, cupide dum aliena appetunt. (Anonim). Mereka yang menginginkan milik orang lain kehilangan miliknya sendiri.

Thesaurum in sepulchro ponit, qui senem heredem facit. (Publilius Syrus, Sententia 626). Seorang yang memilih orang tua sebagai ahli warisnya menaruh hartanya di dalam kubur.

(Sumber foto: grave.fme.sincerethought.org)

Ubi iudicat qui accusat, vis, non lex, valet. (Publilius Syrus, Sententia 692). Di mana orang yang menuduh juga menjadi hakim, pemenangnya bukanlah hukum tapi kekuasaan.

Vespere promittunt multi quod mane recusant.(Abad Pertengahan). Mereka yang membuat banyak janji di malam hari mengingkarinya di pagi hari.

(Sumber: http://www.latinproverb.com with Bob Patrick dan www.righthandpointing)

************************

Topik posting yang berhubungan:

 Queen

http://sbelen.wordpress.com/2014/04/12/kata-mutiara-bahasa-latin-tentang-kesehatan/

http://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

http://sbelen.wordpress.com/2008/11/26/mutiara-kata-ihwal-kehidupan-kata-mutiara-bahasa-latin/

http://sbelen.wordpress.com/2008/08/31/ungkapan-populer-bahasa-latin/

http://sbelen.wordpress.com/2008/08/13/peribahasa-latin-tentang-cinta/

Gladiator_Thumb_Down_01

 

Iklan

ibpI5li7kjnRD9

Pneumonia

Kunjungilah posting ini:

http://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-pneumonia

Kartu nama Yuni 2

About these ads

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

45 Tanggapan to “Kata-kata bijak peribahasa Latin”

  1. syamil Says:

    bagus-bagus ya……

  2. A.Romsan Says:

    saya mencari pepatah latin tentang hukum WALAU LANGIT RUNTUH HUKUM TETAP DITEGAKKAN. Mohon kiranya kalau ada di email ke saya. Terima kasih atas bantuanya.

    salam.

    AROMSAN

    • S Belen Says:

      Pepatah Latin untuk “Walau langit runtuh hukum tetap ditegakkan” berbunyi sbb: “Fiat justitia (et ruat caelum). Terjemahan lurusnya: Jadilah atau tegalklah keadilan (dan langit runtuh). Dalam penggunaan yang lazim kata “et” yang berarti “dan” diartikan saja sebagai “walau” atau “walaupun” agar makna pepatah ini menjadi lebih tegas. (Saya kirim juga ke email Anda jawaban ini). Be more successful.

  3. Yulianus David Says:

    salam,

    saya yulianus David mau menanyakan sesuatu dan lain hal mengenai kata-kata bijak yang lebih baik lagi..

    • S Belen Says:

      Dear Yulianus, silahkan tulis pertanyaan Bung di komentar. Nanti saya usahakan menjawabnya. Lebih baik bertanya daripada menjawab. Itulah awal penemuan ilmu dan teknologi. Salam sukses selalu.

  4. Yulianus David Says:

    Dear S Belen.
    saya mau minta kata-kata yang terindah dalam hidup ini dalam bahasa latin.

    • S Belen Says:

      Dear Yulianus,

      Kurang jelas permintaan Yulianus, apakah dicarikan kata-kata atau sayings terindah dalam bahasa Latin atau terjemahan ungkapan tersebut.

      Kalau terjemahan bebas “kata-kata yang terindah dalam hidup ini” kira-kira “Nulla in mundo verba puchrissima in vita.” Nulla in mundo berarti tak ada di dunia …

  5. Mochtar Says:

    Bagus..Boleh ngak aku mendapat pribahasa latin ini..?

    • S Belen Says:

      Boleh, dong. Peribahasa Latin cenderung mengandung kebenaran “abadi” karena bersumber kepada peradaban Romawi yang usianya berabad-abad. Semangat!

  6. ali Says:

    Saya suka sekali. Banyak saya ambil untuk dibagikan dengan kawan2. Thanks yaa S.Belen.

  7. agita Says:

    sangat menarik
    aku menyukainya ^_^,

  8. xemyt barwett Says:

    sangat bagus sekali, saya suka ini.

  9. getah Says:

    saya pernah mendengar peribahasa Latin yang artinya “serigala bisa berubah wujud namun tidak bisa berubah wataknya”

    • S Belen Says:

      Benar, bunyi peribahasa Latin itu adalah: Vulpes pilum mutat, non mores (Suetonius). Seekor serigala (dapat) mengubah kulitnya, bukan kebiasaan (wataknya). Vulpes = serigala; mutat = mengubah; pilum = kulit, non mores = bukan kebiasaan atau watak.

      Marilah kita populerkan peribahasa seperti ini. Yang mirip dengan ungkapan orang Indonesia, singa berbulu domba. Misal, politisi koruptor yang tampil memberi bantuan bagi orang miskin. Hatinya ibarat singa tapi ia tampil seperti domba yang ramah dan lemah-lembut, penuh afeksi kepada orang lain. Lebih baik seekor domba berbulu singa daripada seekor singa berbulu domba. Lebih baik seseorang yang penampilannya menakutkan seperti singa tapi sebenarnya hatinya itu baik seperti domba. Setuju?

  10. Purba nagara Says:

    Bagus… Saran: Kalau bisa yang ada di buku Grammatica Latinae dimasukkan.

  11. Purba nagara Says:

    Bis repetita placent. Hal yang diulang dua kali menyenangkan…

  12. Thobias odjan Says:

    Bolehlah amaku ini. Salam Peten Lewo Tana (jangan lupa kampung halaman)

    • S Belen Says:

      Dear Thobias, goe gelupa hala lewo tanah tite (saya tak lupa kampung halaman). Dalam kesibukan, jika sempat selalu kami kunjungi kampung halaman karena di sanalah kita dapat menimba dan meminum “air” inspirasi dan motivasi untuk berjuang dalam hidup ini dan mengabdi sesama sebisanya.

  13. Thobias odjan Says:

    Tulis yang banyak-banyak kalimat indah dalam bahasa latin (khusus untuk guru dan siswa/murid

  14. pitzonmydiary Says:

    Dear S Belen,
    Saya mau tanya kalau “errare humanum est” artinya apa?
    Trims

    • S Belen Says:

      Dear Pitzon,

      Dari segi etimologis, error dalam bahasa Inggris berasal dari kata kerja errare dalam bahasa Latin yang berarti berbuat atau membuat kesalahan. Kata sifat human (bahasa Inggris) berasal dari kata sifat humanum (jenis kelamin netral atau neutrum), humanus (maskulin) atau humana (feminin). Kalau dipakai kata kerja sebagai subjek, sambungannya dipakai bentuk kata sifat netral / neutrum. Est itu berarti adalah untuk kata ganti orang ketiga yang berasal dari kata kerja infinitif esse. Penggunaan esse dalam present tense menurut urutan kata ganti orang pertama s.d. orang ketiga tunggal dan jamak adalah sum – es – est – sumus – estis – sunt.

      Dengan demikian “errare humanum est” berarti membuat kesalahan adalah manusiawi. Berbuat salah itu manusiawi.

  15. erna Says:

    S Belen, Saya punya buku tentang peribahasa bahasa Latin, penulisnya PIUS PANDOR, CP. Buku itu berisi peribahasa latin, yaitu latar belakang dari munculnya peribahasa, siapa yang mempopulerkan, tujuanya…dsb. Salam suksess juga.

  16. Rizky Gmr Says:

    Boleh nanya “hukum yang tertinggi sering menimbulkan keburukan terbesar” maksudnya gimana ?

  17. S Belen Says:

    Dear Rizky,

    Ius summum saepe summa est malitia. (Terrence, Timoroumenos, 796). Hukum yang tertinggi sering menimbulkan keburukan yang terbesar. Maksud kata bijak ini dapat dijelaskan dengan contoh.

    Misalnya hukum yang berlaku di masa Orde Baru, pemerintah melalui polisi atau jaksa dapat menangkap orang yang dituduh mau membuat makar atau pemberontakan tanpa pengadilan, bisa langsung dimasukkan ke dalam bui. Dampaknya amat buruk jika dilakukan sewenang-wenang tanpa penyelidikan, tanpa penyidikan, bahkan tanpa proses peradilan. Pemerintah atau partai yang berkuasa dapat memberangus oposisi sehingga terjadilan kediktatoran. Sang diktator yang menentukan nasib aktivis dan politisi yang vokal terhadap pemerintah. Tanpa oposisi, tanpa pers yang bebas, kediktatoran dapat menyengsarakan masyarakat. Kawasan tambang dibagi-bagi di antara para kroni dan dampaknya kerusakan lingkungan hidup yang parah yang berdampak negatif kepada generasi anak-cucu.

    Contoh lain hukuman ditembak mati atau digantung bagi para pengedar narkoba. Kalau ternyata yang dihukum mati itu bukan pengedar ya tak bisa dihidupkan lagi si terhukum yang telah ditembak mati. Hukum jadinya amat kejam kepada orang yang tak bersalah. Pelaksanaan hukum tak bisa dibatalkan atau diulang lagi. Si terhukum yang telah terlanjur mati tak bisa direhabilitasi lagi.

    HUkuman tertinggi biasanya dibuat untuk mengatasi dampak terburuk seperti perbuatan makar, pengedaran dan penjualan narkoba yang merusak generasi muda, korupsi megaproyek, pembunuhan berantai. Keburukan terbesar yang ditimbulkan hukum yang tertinggi dapat diamati jika hukum itu salah diterapkan.

  18. wolf Says:

    ada ebook tentang grammarnya bahasa latin gak?

    • S Belen Says:

      Dear Wolf, Menurut pendapat saya ada ebook tentang grammar bahasa Latin. Ada juga website online yang melayani orang yang ingin belajar tentang bahasa Latin. Ada juga daftar vocabulary atau seperti kamus bahasa Latin – bahasa Inggris dan sebaliknya di internet. Kalau belajar sendiri tampaknya susah bagi pemula karena bahasa ini adalah bahasa mati yang sulit dengan aturan tata bahasa yang amat ketat. Kalau kita hanya berminat pada kosa kata kesehatan atau kedokteran yang berasal dari bahasa Latin mungkin bisa diperlajari melalui website di internet.

  19. Henry Says:

    S Belen..Luar biasa..Anda diberi karunia mengoleksi kata bijak.. Bagikan terus dan indahnya kalo dibukukan. Pasti banyak peminat..

  20. yebewae Says:

    Salam, sedikit sharing..
    dulu mudika senior gereja saya ngomong “prokem”nya pakai bahasa Latin..yang gak bisa harus belajar kalau tidak ya cuma jadi orang luar ‘geng’ mereka yang nota bene kreatif dan pinter… Belakangan saya baru tahu kalau itu sangat berguna bagi perkembangan intelektual seseorang…. Jadi saya mau belajar lagi paling tidak untuk anak-anak saya… Tidak ada kata terlambat untuk belajar.apa ungkapan Latinnya?

  21. S Belen Says:

    “Tidak ada kata terlambat untuk belajar dalam bahasa Latin dapat diterjemahkan bebas menjadi: Discere est nunquam serum. Urutan kata-kata dalam kalimat bahasa Latin bisa ditaruh / diletakkan bebas, tidak harus berurutan sesuai dengan penekanan yang hendak ditonjolkan. Kalimat itu dapat ditulis: Nunquam serum est discere. Atau, discere nunquam serum est.

  22. Joseph Says:

    btw yang banyak ya soalnya job q berkaitan dengan bahasa latin

  23. syafei gunawan Says:

    historia magistra vitae, mungkin artinya hampir senada dengan Al Qur’an yang berbunyi lataq robu zaqum yang artinya lebih kurang : janganlah kalian mengikuti kehidupan jahanam yang pahit getir / saling tindas

  24. Harly Says:

    Nihil difficile volenti = Tidak ada yang sukar bagi yang berkemauan…

  25. Harly Says:

    Dissimiles sumus sed unum

    =

    Bhinneka Tunggal Ika… (terjemahan bebas)..

    benar gak..??

    • S Belen Says:

      Benar, Harly. Dissimiles sumus sed unum. Arti Bhinneka Tunggal Ika itu mirip juga dengan semboyan Amerika Serikat “E pluribus unum” seperti dijelaskan Presiden Obama dalam ceramahnya di Universitas Indonesia.

  26. Nico Says:

    Belajar bahasa Latinnya di mana kalau boleh tahu?^^

    • S Belen Says:

      Dear Nico,

      Kami belajar bahasa Latin di Seminari Menengah Lalian di Timor barat selama 7 tahun (SMP dan SMA + 1 tahun persiapan ke seminari tinggi), lalu di novisiat di Seminari Tinggi Ledalero, Flores 2 tahun, sebelum studi filsafat. Dengan demikian, total 9 tahun belajar bahasa ini. Masih ingat, kalimat pertama yang dipelajari di kelas I SMP, yaitu Vespa manducat herbam, yang berarti sapi makan rumput. Kalau anda naik vespa ke kampus, apakah itu berarti anda naik sapi? He he he. Tentu saja tidak. Perusahaan yang memproduksi vespa rupanya kurang mengerti arti “vespa”. Masa’ orang disuruh naik “sapi” bermotor? Karena bahasa Latin itu bahasa kunonya bahasa Italia, kalau dengar komentator sepak bola bicara dalam bahasa Italia sedikit-sedikit kami bisa mengerti artinya. Waktu studi di London, terkadang cewek dan cowok turis Italia yang naik bus sama-sama bernyanyi, banyak kata amore, amore, ya dalam hati kutahu mereka sedang menyanyikan lagu cinta. Oh, puela pulchra, itu berarti anak gadis yang cantik. Kalau dengar penyiar TV sebut pascasarjana dengan sebutan pasca seperti panca pada Pancasila, ya telinga yang saya gatal. Harusnya ucapannya paskasarjana. Viva, lingua Latina.

  27. Albertus Yogy Pratama Says:

    Dear S. Belen,

    Proficiat…!!!! Hanya satu kata ini yang masih aku ingat sampai sekarang, sejak dulu, 8 tahun silam, aku mendapat pelajaran Bahasa Latin dari Pater Praefect Disclipnae-ku di salah satu seminari (*maaf tidak kusebutkan nama seminarinya), karena jujur, aku sudah gagal untuk menjadi seorang Presbiter untuk salah satu dioces…

    Malam ini, entah kenapa, benakku menggelitikku untuk kembali membuka memori lama tentang Lingua Latina.. Tapi jujur, seakan ingatanku sudah lumpuh tentang hal ini… bisakah Pak S.Belen membantuku untuk merefresh apa yang dulu sempat aku dapatkan..????

    • S Belen Says:

      Dear Albert,

      Rupanya kita berasal dari perguruan yang sama di tempat yang berbeda. Ah, janganlah berpikir gagal sebagai presbiter karena sebenarnya Albert memilih jalan yang “benar” setelah menyadari bahwa jalan yang sekian lama ditempuh ternyata jalan yang tak cocok. Banyak jalan ke Roma dan kalau kita pilih satu jalan, pastilah ada belokan dan toh akhirnya sampai ke Roma juga. He he he.

      Untuk menyegarkan kembali pengetahuan bahasa Latin sekarang media internet memberi kita kesempatan yang luas untuk mendalami bahasa Latin. Saya masih memegang kamus bahasa Latin – bahasa Inggris dan sebaliknya yang sudah tua dan mungkin tak diterbitkan lagi. Juga ada kamus bahasa Latin – bahasa Indonesia karangan Verhoeven tapi jarang sekali saya buka sekarang. Lebih cepat cari di internet. Waktu membantu Seminari Menengah di Pematang Siantar kami diberi buku pelajaran Lingua Latina untuk dibuka-buka untuk mengingatkan kembali aturan tata bahasa Latin.

      Bahasa Latin menjadi kenangan manis bagi kami. Kita termasuk manusia langka yang berkesempatan belajar bahasa Latin. Tidak banyak orang Indonesia yang sempat belajar bahasa yang banyak menyumbang kosa kata ilmiah dan kosa kata bahasa-bahasa di Eropa seperti bahasa Spanyol, Portugis, Prancis, dan Inggris.

  28. Albertus Yogy Pratama Says:

    Ada lagi yang baru saja aku ingat, dulu saat kali pertama Pater Praefect Disciplinae masuk ke kelas Rethorica kami dan membawa buku Bahasa Latin, beliau berkata:
    “Belajar Bahasa Latin pasti akan membuat kita hidup disiplin. Karena, dalam Bahasa Latin, ada kaidah/hukum yang tidak bisa dilanggar. Misal: Kalau subjek…. pasti menggunakan casus….”

    # terkadang mengenang kenangan masa lalu itu memang indah ya Pak ….

    • S Belen Says:

      Dear Albert,

      Benar kata-kata Pater Praefect itu bahwa belajar bahasa Latin membuat kita hidup disiplin. Hidup disiplin itu ditunjang oleh disiplin dalam pola berpikir yang dilatih melalui belajar bahasa Latin. Hampir semua kata dalam bahasa Latin mengalami deklinasi (perubahan akhiran kata benda) dan konyugasi (perubahan tenses kata kerja) sehingga dalam satu kalimat begitu banyak aturan yang harus kita ikuti. Salah sedikit saja artinya menjadi lain atau tak berarti. Belajar bahasa Latin sebenarnya melatih kita berpikir logis yang sama pula latihan belajar matematika. Karena di seminari matematika yang abstrak dan sulit tidak diajarkan, ya kita beruntung dilatih berlogika melalui bahasa Latin.

      Dalam hidupku sebagai awam, mungkin hidup disiplin tidak saya ikuti seketat seperti di seminari, tapi soal berpikir logis dan berbahasa secara tertib saya berhutang budi kepada bahasa Latin. Viva lingua Latina!

  29. Albertus Yogy Says:

    Salve Pak Belen….
    Terima kasih banyak atas pencerahannya yaa….

  30. israel Says:

    Maju terus, siapa tahu yang Anda lakukan dari TUHAN.

    • S Belen Says:

      Jika yang kita lakukan itu untuk kepentingan, kebaikan banyak orang (bonum commune), maka vox popoli vox Dei est, suara rakyat adalah suara Allah, suara Tuhan.

  31. muhammad robi Says:

    gan, kalo ^ kegagalan satu paket dengan kesuksean^ apaan bahasa latinnya

    • S Belen Says:

      Dear Muhammad Robi,

      Peribahasa Latin yang berhubungan dengan sukses dan kegagalan:

      Duabus ancoris fultus. Lebih baik berlayar dengan dua jangkar. Jika satu gagal, masih ada yang lain yang bisa digunakan.

      Qui non proficit, deficit. Siapa yang tidak menyelesaikan apa pun akan menghadapi kegagalan. Siapa yang tidak maju akan berjalan mundur.

      Sapientia abscondita et thesaurus invisus quae utilitas in utrisque. Kebijaksaan yang tersembunyi dan harta yang tak kelihatan, keuntungan apa yang ada pada keduanya? Saduran bebas: Uang itu ada tinggal sebaik apa dimanfaatkan.

      Ut desint vires, tamen est laudanda voluntas. (Ovid). Bahkan ketika kekuasaan tidak ada atau hilang, kemauan patut dihargai.

      Amat victoria curam. Kemenangan suka persiapan yang teliti.

      Nihil est… simul et inventum et perfectum. (Cicero). Tak ada penemuan yang langsung sempurna.

      Vitam regit fortuna, non sapientia. (Cicero). Nasib baik, bukan keuntungan, mengatur kehidupan.

      Transit umbra, lux permanet. Bayang-barang berlalu, cahaya menetap.

      Faber est suae quisque fortunae. (Appius Claudius Caecus). Tiap orang adalah pembuat nasib baiknya sendiri.

      Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: