Perbanyak gunakan tangan kiri untuk mengembangkan otak kanan!

By S Belen

Menurut neurosains, tangan kiri kita dikontrol belahan kanan otak. Sedangkan, tangan kanan kita dikontrol belahan kiri otak.

Terbanyak manusia lebih banyak menggunakan tangan kanannya untuk melakukan aktivitas atau kegiatan. Anak-anak di negeri-negeri Barat lebih beruntung karena mereka boleh memberi kepada orang lain dan menerima dari orang lain dengan tangan kiri. Di negeri-negeri Timur, apalagi di Indonesia memberi dan menerima dengan tangan kiri dipandang tak sopan. Nasihat rutin ibu dan ayah waktu anak berjabat tangan atau memberi dan menerima adalah memakai tangan kanan. Mengapa kita begitu menyepelekan tangan kiri? Apa gerangan kesalahan tangan kiri? Bukankah Tuhan memberikan kepada manusia dua tangan untuk dipakai tanpa pesan bahwa tangan kanan lebih baik dari tangan kiri?

Dibandingkan dengan tangan kanan, tangan kiri terlalu sering menganggur. Tidak sering digunakan. Apa akibatnya terhadap perkembangan otak?

Jika kita terlalu sering menggunakan tangan kanan, stimulus atau rangsangan selalu diberikan kepada belahan kiri otak. Potensi otak kiri seperti kecerdasan matematika, kecerdasan logika, kecerdasan bahasa, dan kecerdasan intelektual terlalu sering mendapatkan stimulus. Otak kiri lebih sering bekerja dan amat terbebani. Yang berkembang pesat dan cukup maksimal adalah potensi kecerdasan otak kiri.

Patung saja memakai tangan kiri. Mengapa kita terlalu sering menggunakan tangan kanan?

Jika kita harapkan kreativitas berpikir, kemampuan memecahkan masalah, kecerdasan seni, kecerdasan spiritual, bahkan kecerdasan seksual berkembang maksimal, satu kiat yang amat murah dan mudah adalah memperbanyak atau melipatgandakan penggunaan tangan kiri. Karena, potensi tersebut berada di belahan kanan otak. Dengan cara ini belahan kanan otak diberi lebih banyak stimulus.

Nah, kita menginginkan anak-anak kita kreatif, mampu memecahkan masalah, berdaya cipta dalam bidang seni, menjadi anak yang memiliki kehidupan rohani yang baik, dan bahkan mampu mengendalikan dorongan seksual tatkala remaja. Potensi tersebut terletak di belahan kanan otak anak. Dan, hasil riset menunjukkan bahwa sukses terbanyak manusia dalam pekerjaan dan kehidupan justru disumbangkan oleh potensi belahan kanan otak tersebut. Sumbangan EQ (kecerdasan emosional) dan SQ (kecerdasan spiritual) serta kecerdasan otak kanan lainnya terhadap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan sekitar 95%. Sumbangan IQ atau potensi belahan kiri otak hanya sekitar 5%. Sudah pasti kita mengharapkan anak-anak kita berhasil dalam pekerjaan dan kehidupannya nanti. Baca juga post saya pada www.sbelen.wordpress.com dengan judul:

  • Gaya belajar otak kiri dan otak kanan
  • Kinerja otak dan belajar aktif
  • Apa yang mendorong orang bertindak?
  • Apa gaya belajarku? Otak kiri, otak kanan, atau kombinasi?


Nah, doronglah anak agar lebih sering menggunakan tangan kirinya. Sebagai guru atau orang tua, tunjukkan contoh, teladan lebih sering menggunakan tangan kiri. Atau, perlukah kita ikat tangan kanan anak ke badannya sehingga ia terpaksa memakai tangan kiri? Boleh saja, tapi lebih tepat sasaran jika kita ikat dulu tangan kanan guru dan orang tua agar mereka lebih sering menggunakan tangan kiri.

Meningkatkan frekuensi penggunaan tangan kiri dapat dimulai dengan selalu menyisir rambut dengan tangan kiri. Bisa juga bila mengambil barang, dahulukan memakai tangan kiri. Setelah terbiasa, yang lebih sulit adalah membiasakan menulis dengan tangan kiri.

Tag: , , , , , , , , , ,

9 Tanggapan ke “Perbanyak gunakan tangan kiri untuk mengembangkan otak kanan!”

  1. fie Berkata:

    suatu pesan yang cukup membuat orang ingin melakukan

  2. armandinata Berkata:

    bener nih…

  3. adel Berkata:

    Berarti orang2 kidal mempunyai kecerdasan emosional yang bagus dunk? Lebih kreatif dibanding orang normal?

    • S Belen Berkata:

      Logikanya begitu, tetapi dalam kehidupan sehari-hari orang kidal amat dirugikan karena hampir semua perkakas, alat, dan produk teknologi didesain untuk manusia bertipe tangan kanan, tanpa memberikan alternatif bagi orang kidal. Dampaknya adalah orang kidal malah sering menggunakan tangan kanan sehingga yang mendapatkan banyak stimuli adalah belahan otak kiri, kurang memberi stimuli bagi kinerja belahan otak kanan.

      Ada beberapa hasil penelitian yang menggambarkan kerugian yang diderita orang kidal karena masyarakat dunia kurang memperhatikan kepentingan orang kidal.

  4. witri Berkata:

    Tidak pengetahuan manusia yang kebenarannya relatif (benar pada masanya/waktu tertentu) dan akan digugurkan bila secara empiris ada yang menemukan hal baru. Silakan bagi yang ingin mencoba hal ini atau bahkan mungkin ada yang ingin mencoba hal lain yang lebih kontroversial.

  5. edo Berkata:

    yup.but thx bwat artikelnya…hehehehe

    tpi mang bner si, rata2 tmen2 saya yg kidal pasti pnya kelebihan yang unik gitu….

  6. dwi cahyo Berkata:

    may be is, may be no….

  7. rera Berkata:

    saya mencoba mempraktikkannya, tapi adat menentang kalau menggunakan tangan kiri itu tidak baik, padahal saya sudah hapir lancar menuis dengan tangan kiri..
    terimakasih.

    • S Belen Berkata:

      Dear Rera, teruskan prestasi Anda dalam kemampuan menulis dengan tangan kiri. Dengan begitu, tiap kali menulis dengan tangan kiri, Anda memberi rangsangan kerja belahan kanan otak Anda sehingga Anda makin kreatif, makin berempati kepada orang lain, dan amal Anda makin bagus karena semuanya itu adalah kerja otak kanan. I’m proud of you.

Tinggalkan Balasan