<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Apakah hotel berhak menutup akses masyarakat ke pantai dan laut?</title>
	<atom:link href="http://sbelen.wordpress.com/2008/07/20/apakah-hotel-berhak-menutup-akses-masyarakat-ke-pantai-dan-laut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sbelen.wordpress.com/2008/07/20/apakah-hotel-berhak-menutup-akses-masyarakat-ke-pantai-dan-laut/</link>
	<description>Pendidikan, kurikulum, evaluasi, inovasi, penelitian, belajar aktif, sosial-budaya, politik, ekonomi, ide-ide kreatif tentang isu aktual beragam bidang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 18:21:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Fujiono Edy hardjo</title>
		<link>http://sbelen.wordpress.com/2008/07/20/apakah-hotel-berhak-menutup-akses-masyarakat-ke-pantai-dan-laut/#comment-189</link>
		<dc:creator>Fujiono Edy hardjo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 04:02:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sbelen.wordpress.com/?p=182#comment-189</guid>
		<description>Menarik benar bahasan Mr.B.... selain pakar Pendidikan, anda ternyata juga pemerhati lingkungan..GO GREEN IDONESIA, STOP GLOBAL WARMING!!! senang bisa membaca buah pemikiran anda pak, tenyata kaum kapitalis memang sudah mendapatkan tempat yang paling nyaman di negeri kita, janganlah kita berharap bisa menikmati sunset di kota ternate yang belum anda singgahi untuk waktu yang cukup lama (mungkin sepekan di ternate bobot tubuh anda bisa tambah 5 kg pak), untung saja hotel berbintang 4 di kota ternate tidak harus berdiri kokoh dipinggir pantai seperti hotel pantai gapura tempat kita menginap, sekalipun pemkot Ternate sudah mereklamasi pantai sejauh 5 km untuk dijadikan kawasan bisnsi pak!!! kalo di makassar sebagai jantung perekonomian KTI aja sudah penuh sesak dengan bangunan beton ...mungkin 10 -20 tahun kedepan ternate bisa mengalami nasib yang serupa pak !!! miris sekali ya...policy yang dibuat sejak Otonomi Daerah digulirkan bukannya malah berpihak kepada rakyat sehingga rakyat mendapatkan hak akses secara gratis, eh malahan dimonopoli oleh segelintir pengusaha berduit...yang notabene menjauhkan kehidupan sosial masyarakat bergeser menjadi materialis, hedonis dan individualis!!! semoga aja para pemimpin kita bisa segera berintrospeksi diri , sungguh kita semua butuh perubahan terhadap pola pikir mereka, perubahan yang membawa kita pada kebaikan...thanx u my colleague!!!ditunggu ya kontribusi selanjutnya untuk training KTSP lanjutan di ternate dengan pak Miftah sang Maestro....Gambatte kudasai ojisan!!!Change....we believe..(Barry said that )kyahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik benar bahasan Mr.B&#8230;. selain pakar Pendidikan, anda ternyata juga pemerhati lingkungan..GO GREEN IDONESIA, STOP GLOBAL WARMING!!! senang bisa membaca buah pemikiran anda pak, tenyata kaum kapitalis memang sudah mendapatkan tempat yang paling nyaman di negeri kita, janganlah kita berharap bisa menikmati sunset di kota ternate yang belum anda singgahi untuk waktu yang cukup lama (mungkin sepekan di ternate bobot tubuh anda bisa tambah 5 kg pak), untung saja hotel berbintang 4 di kota ternate tidak harus berdiri kokoh dipinggir pantai seperti hotel pantai gapura tempat kita menginap, sekalipun pemkot Ternate sudah mereklamasi pantai sejauh 5 km untuk dijadikan kawasan bisnsi pak!!! kalo di makassar sebagai jantung perekonomian KTI aja sudah penuh sesak dengan bangunan beton &#8230;mungkin 10 -20 tahun kedepan ternate bisa mengalami nasib yang serupa pak !!! miris sekali ya&#8230;policy yang dibuat sejak Otonomi Daerah digulirkan bukannya malah berpihak kepada rakyat sehingga rakyat mendapatkan hak akses secara gratis, eh malahan dimonopoli oleh segelintir pengusaha berduit&#8230;yang notabene menjauhkan kehidupan sosial masyarakat bergeser menjadi materialis, hedonis dan individualis!!! semoga aja para pemimpin kita bisa segera berintrospeksi diri , sungguh kita semua butuh perubahan terhadap pola pikir mereka, perubahan yang membawa kita pada kebaikan&#8230;thanx u my colleague!!!ditunggu ya kontribusi selanjutnya untuk training KTSP lanjutan di ternate dengan pak Miftah sang Maestro&#8230;.Gambatte kudasai ojisan!!!Change&#8230;.we believe..(Barry said that )kyahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
