Pembaca Yth. Berikut ini saya sajikan terjemahan teks lagu ”Politik Kills” oleh Manu Chao
dalam La Radiolina. Semoga bermanfaat!
“politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membutuhkan suara
politik membutuhkan pikiranmu
politik membutuhkan manusia
politik membutuhkan kebohongan
itulah kawanku, bukti bahwa politik adalah kekerasan
kawanku, bukti bahwa politik adalah kekerasan
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik menggunakan obat-obatan
politik menggunakan bom
politik membutuhkan torpedo
politik membutuhkan darah
itulah kawanku, bukti bahwa politik adalah kekerasan
kawanku, bukti politik adalah kekerasan
politik membutuhkan kekuatan, politik membutuhkan tangisan
politik membutuhkan ketidaktahuan, politik membutuhkan kebohongan
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh, politik membunuh
politik membutuhkan kekuatan, politik membutuhkan tangisan
politik membutuhkan ketidaktahuan, politik membutuhkan kebohongan
politik membutuhkan kekuatan, politik membutuhkan tangisan
politik membutuhkan ketidaktahuan, politik membutuhkan kebohongan
politik membunuh, politik membunuh
politik membunuh, politik membunuh”
(Diambil dari entri yang dikirim pada Hari Kamis,6 Maret 2008 dan diisi di bawah judul “Chaotic Placeholder, Gallery, Apophysis+Flam3, Apophysis, Objector.
Sumber: www.exper.3drecursions.com)
Waktu membaca teks lagu Manu Chao ini, terasa kegetiran dalam hati. Pertanyaan yang mengusik sanubari adalah apakah politik Indonesia kini sedang menuju ke titik horison seperti yang diekspresikan lagu ini? Kalau demikian, betapa mengerikan nasib bangsa ini. Solusi apakah yang dapat kita lakukan agar tanah air kita terhindar dari bayangan ini?
Salamku dari Pantai Anyer, Banten