Untuk mengungkapkan rahasia ini, silahkan klik file ini!
Rahasia Sejarah AS JFK & Abraham Lincoln dan $ 20
Terima kasih kepada rekan Greg Atulolon yang mengirim file ini dari Polandia.
Untuk mengungkapkan rahasia ini, silahkan klik file ini!
Rahasia Sejarah AS JFK & Abraham Lincoln dan $ 20
Terima kasih kepada rekan Greg Atulolon yang mengirim file ini dari Polandia.
Secara tradisional masyarakat kita di berbagai daerah mencari dan mengumpulkan gaharu yang dihasilkan pohon-pohon tertentu di hutan.
Karena harga gaharu kualitas prima bisa mencapai Rp 50 juta per kilogram bila diekspor ke mancanegara, kini petani di daerah-daerah tertentu berusaha membudidayakan pohon penghasil gaharu.
Menurut pakar dan praktisi tanaman penghasil gaharu, sebenarnya tidak ada yang namanya pohon gaharu. Yang ada ialah pohon penghasil gaharu. Gaharu itu seperti yang pernah kami lihat di Tarutung, Tapanuli Utara tampaknya seperti sebongkah kayu yang dihasilkan oleh pohon-pohon tertentu saja. Biasanya masyarakat kita tinggal mencari dan mengambilnya di hutan lalu dijual seperti di wilayah Asmat di Papua dan di Manggarai, Flores serta berbagai wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Kini pohon penghasil gaharu sudah dapat dibudidaya dengan teknik suntik atau inokulasi guna mempercepat produksi gaharu dan bisa diperoleh gaharu berkualitas tinggi. Karena ciri pohon penghasil gaharu itu kurang berkembang baik jika langsung terpapar sinar matahari, pohon ini hendaknya ditanam di bawah pohon pelindung seperti mahoni, cacao, dan bahkan pohon pisang. Pohon pelindung ini menciptakan tingkat kelembaban yang dibutuhkan pohon penghasil gaharu agar lebih produktif.
Guna mempercepat pembentukan gubal gaharu dan meningkatkan kualitas gaharu pada pohon penghasil gaharu, dikembangkan teknik rekayasa berupa suntikan jamur Fusarium pada pohon penghasil gaharu.
Contoh bahan jamur yang akan disuntikan ke pohon penghasil gaharu.
Pada gambar-gambar berikut ini dapat diamati bagaimana menyuntik cairan jamur ke pohon penghasil gaharu.
Kebun gaharu dengan jarak tanam yang sesuai
Contoh gaharu yang telah dipanen
Bau gaharu yang wangi membuat komoditas ini laris dipakai di berbagai bahan dunia untuk membuat dupa
Apa saja manfaat gaharu?
Sampai saat ini, pemanfaatan gaharu masih dalam bentuk bahan baku (kayu bulatan, cacahan, bubuk,atau fosil kayu yang sudah terkubur. Setiap bentuk produk gaharu mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda. Gaharu mempunyai kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas.
Aroma gaharu amat populer, sangat disukai oleh masyarakat negara-negara di Timur Tengah, seperti Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Oman, daratan China, Korea, dan Jepang. Mereka membutuhkan gaharu sebagai bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesori.
Untuk keperluan kegiatan keagamaan, gaharu sudah lama diakrabi bagi pemeluk agama Buddha dan Hindu. Secara tradisional gaharu dimanfaatkan antara lain dalam bentuk dupa untuk upacara ritual dan keagamaan, pengharum tubuh dan ruangan, bahan produk kecantikan dan kosmetik untuk merawat wajah dan menghaluskan kulit, dan obat-obatan sederhana. Saat ini pemanfaatan gaharu telah berkembang sangat luas antara lain untuk parfum, aroma terapi, sabun, dan body lotion.
Meningkatnya penggunaan obat-obatan dari bahan organik seperti tumbuhan (herbal), membuat gaharu semakin diminati sebagai bahan baku obat-obatan untuk berbagai macam penyakit, seperti asma, hepatitis, ginjal, radang lambung, radang usus, rematik, tumor paru-paru dan usus, dan kanker. Gaharu juga dimanfaatkan sebagai obat stimulan kerja syaraf dan pencernaan. Gaharu juga digunakan sebagai bahan obat sakit perut atau diare, perangsang nafsu birahi, penghilang rasa sakit, tersedak, penghilang stres, dan sirosis. Kini pengunaan gaharu sebagai obat terus meningkat.
Contoh gaharu
Karena banyak teman bertanya tentang bagaimana menanam dan membudidayakan pohon penghasil gaharu, kami berupaya membuat kompilasi bahan-bahan yang kami browse dari internet. Jika Anda ingin mendapatkan gambaran tata cara budidaya tanaman penghasil gaharu, silahkan klik file berikut ini.
Tata Cara Menanam Pohon Penghasil Gaharu
Salam gaharu!
Sumber: Dari beragam sumber
Jika ingin membaca posting lain yang berhubungan dengan judul “Ingin cepat kaya? Tanamlah pohon penghasil gaharu!”, klik di sini!
http://sbelen.wordpress.com/2010/10/08/ingin-kaya-tanamlah-pohon-penghasil-gaharu/
Kompas.com — Ingin sehat dan berumur panjang? Bergeraklah. Makin banyak seseorang melakukan gaya hidup sedentari yang berarti lebih banyak duduk, makin pendek usia mereka. Peringatan ini disampaikan para ahli setelah melakukan penelitian terhadap lebih dari 12.000 orang dewasa di Amerika.
Ini berarti kita memang harus terus aktif dan bergerak. “Pesan dari hasil penelitian ini adalah orang harus memahami bahwa semua hal yang dilakukan setiap hari memiliki konsekuensi. Bila pekerjaan mengharuskan Anda banyak duduk, tidak apa, tapi imbangi dengan aktivitas fisik yang mengeluarkan energi,” kata Dr Jay Brooks, ahli hematologi dan onkologi.
Manfaat menyehatkan dari kegiatan olahraga bagi orang yang kegemukan sudah lama didokumentasikan. Namun, efek dari kebiasaan terlalu banyak duduk kurang diungkap. Beberapa penelitian memang menunjukkan kaitan antara durasi duduk dan penyakit diabetes atau jantung. Namun, belum ada yang secara khusus melihat kaitan antara mortalitas dan kebiasaan terlalu lama duduk.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, para ahli menganalisa jawaban kuesioner yang diisi oleh lebih dari 123.216 orang yang tidak punya riwayat penyakit. Mereka berpartisipasi dalam studi Cancer Prevention II. Para peneliti mengikuti kesehatan para responden selama 14 tahun sejak tahun 1993.
Jebakan era internet
Selama kurun penelitian, mayoritas partisipan meninggal karena penyakit jantung daripada kanker. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko, termasuk indeks massa tubuh dan merokok, wanita yang menghabiskan enam jam sehari untuk duduk memiliki risiko kematian 37 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rekannya yang duduk tiga jam.
Secara umum diketahui orang-orang yang terlalu banyak duduk dan tidak pernah berolahraga memiliki risiko kematian lebih tinggi lagi, yakni 94 persen pada wanita dan 48 persen pada pria. Olahraga teratur, bahkan yang dilakukan sebentar, akan mengurangi risiko kematian akibat kebiasaan duduk lama.
“Semakin lama Anda duduk, makin sedikit energi yang dipakai. Hal ini lama-lama bisa menyebabkan kegemukan dan berpengaruh pada metabolisme,” kata Dr Alpa Patel, ahli epidemiologi dari American Cancer Society.
Ia menambahkan, otot tubuh, terutama otot kaki, jika jarang dipakai akan merangsang atau menekan beberapa hormon yang berpengaruh pada trigliserida, kolesterol yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit jantung.
Healthday News
Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/24/09364225/Makin.Banyak.Duduk.Makin.Pendek.Umur
Terlalu banyak duduk, umur lebih pendek
Orang yang menghabiskan banyak waktu dengan duduk, baik di belakang meja maupun di depan televisi lebih cepat mati dibandingkan yang hanya duduk beberapa jam. Kondisi ini berlaku meski kondisi kondisi kesehatan seseorang baik, rajin berolahraga dan memiliki berat badan normal. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Hidde van der Ploeg, peneliti aktivitas fisik di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sidney yang dimuat pada Archieves of Internal Medicine. Peneliti menyurvei 220 000 warga New South Wales, Australia, berumur lebih dari 45 tahun sepanjang 2006 – 2008. Hal yang diamati antara lain kondisi kesehatan responden, kebiasaan merokok, serta jumlah aktivitas fisik dan duduk yang dilakukan setiap hari.
Peneliti menelusuri riwayat responden menggunakan data kematian penduduk selama 3 tahun. Hasilnya, 5 400 responden (2 – 3%) meninggal selama penelitian. Tingkat kematian responden yang duduk lebih dari 11 jam per hari lebih tinggi 40% dibandingkan yang duduk hanya 4 jam sehari. Bukan berarti duduk menyebabkan kematian, melainkan ada faktor risiko yang tak terukur. Menurut Van der Ploeg, terlalu banyak duduk mempengaruhi pembuluh darah, meningkatkan kadar lemak darah, dan menurunkan kadar kolesterol baik. “Saat berjalan atau berdiri, otot kaki akan bekerja dan membantu membersihkan glukosa dan lemak dalam aliran darah. Sebaliknya, saat duduk, otot menjadi tidak aktif,” tandasnya kepada Reuters, Jumat (30/3).
Di kelas tradisional yang belum melaksanakan belajar aktif, anak terlalu banyak duduk, tidak diperkenankan berdiri dan bergerak.
Penelitian ini selaras dengan penelitian lain yang menunjukkan akibat terlalu banyak duduk. Mark Tremblay, peneliti obesitas dan aktivitas fisik di Rumah Sakit Anak Ontario Timur, Kanada, mengatakan, “Duduk atau berbaring, terutama di depan layar televisi, buruk bagi siapa pun tanpa memandang usia,” katanya. Sebagian orang berpikir, duduk atau berbaring tidak bermasalah jika mereka memiliki aktivitas fisik yang cukup. “Ternyata olahraga 30 menit, lima kali seminggu bukan jaminan tidak terserang penyakit kronis,” katanya.
Benda ini bikin banyak masalah di dunia modern
Mereka yang kerjanya terlalu banyak duduk perlu menyela kegiatannya dengan berjalan untuk sekadar menerima telepon atau mengobrol dengan rekan kerja.
Banyak minum hingga sering ke toilet juga dianjurkan. (REUTERS/MZW)
Sumber: Kompas, Kilasan Iptek, Rabu, 4 April 2011, halaman 14)
Keluar rumah, naik sepeda motor atau mobil, di kantor lebih banyak duduk, mampir di restoran duduk lagi, sampai di rumah duduk nonton TV, lalu tidur. Kapan otot kaki bergerak? Apa gunanya Anda mengikuti diet tapi senangnya duduk, tidak suka berdiri dan berjalan. Kapan lemak dalam tubuh dibakar?
Bacalah posting yang berhubungan dengan topik ini! Klik di sini!
http://sbelen.wordpress.com/2008/10/24/mau-tetap-sehat-ayunkan-langkah-kaki-anda/
Tahun 2008 waktu saya kunjungi alma mater-ku Seminari Lalian (SMP & SMA), sekitar 10 km dari Kota Atambua (ibu kota Kabupaten Belu) di perbatasan antara Timor Barat dan Timor Leste dan di hadapan kepala sekolah dan para guru, kuceritakan satu ilustrasi berikut ini.
Adalah seorang bapak, orang Belu yang telah meninggal 100 tahun lalu dan kini diizinkan Tuhan meninggalkan surga, hidup kembali dan boleh pesiar-pesiar di dunia, berkunjung sejenak ke Belu dan nanti setelah puas boleh kembali ke surga.
Sesampai di Atambua, ia heran melihat kok ada kendaraan roda dua yang bisa berlari kencang. Ia tanya kendaraan apa ini. Orang menjelaskan, ini namanya sepeda motor. Oh, katanya, dulu saya hanya tahu naik kuda yang berjalan pelan-pelan. Dari Belu Selatan ke Atambua, saya bawa hasil bumi dipikul kuda dan terpaksa bermalam di bawah pohon beringin di Lalian, lalu besoknya baru bisa terus ke Atambua. Waktu melihat ada kendaraan berlari kencang dengan 4 roda, ia bertanya, ini kendaraan apa? Jawab orang, oh itu namanya oto, kalau di Jawa dibilang mobil.
Ia heran melihat rumah-rumah batu begitu banyak di Atambua, termasuk hotel bertingkat 3. Ia heran melihat katedral yang megah. Dulu 100 tahun yang lalu kita cuma beribadah di kapela seperti gubuk berdinding bambu dan beratap alang-alang. Ia heran melihat jembatan beton di atas kali, padahal dulu kudanya harus menyeberangi kali termasuk waktu banjir. Ia mampir ke bandara Haliwen dan melihat kok ada burung besar bisa terbang dan mendarat, lalu bisa berlari kencang dan terbang. Dia Tanya burung besi apa ini. Jawab orang oh, itu pesawat udara, kapal terbang. Ia pergi juga ke rumah sakit dan terheran-heran melihat alat ronsen, kamar bedah, dan apotek. Dulu kita cuma tahunya berobat ke dukun, pakai ramuan herbal.
Tiba-tiba ia teringat sekolah dasarnya dulu. Ah, pingin lihat, bisa nostalgia mengenang guru-gurunya. Dari jendela ia memandang ke dalam kelas. Gurunya masih menulis di papan tulis dengan kapur sambil menerangkan seperti orang berteriak kepada murid-murid. Ketika guru bertanya, anak-anak berlomba angkat tangan, tunjuk jari untuk menjawab. Di akhir pelajaran, gurunya memberi PR. Sontak ia berujar. Di tanah Belu ini semuanya berubah, jalan-jalan diaspal, jembatan beton dipasang, ada sepeda motor, oto, kapal terbang, rumah sakit. Katedral megah menjulang. Hanya satu yang masih tetap sama dengan waktu 100 tahun lalu, yaitu SD saya, cara mengajar guru masih sama dengan yang dulu. Belum berubah.
Jika Anda ingin membaca posting ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik!
Apa yang harus diubah? Silahkan kunjungi posting ini!
Apakah guru tidak lagi menyetrap siswa, misalnya dengan menyuruh berlutut di depan kelas? Apakah guru berperilaku dengan motif kasih sayang?
Menghukum siswa tidak efektif mengubah perilaku. Mengapa guru tidak membuat suasana belajar menyenangkan dengan mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok?
Tidak ada bukti hasil riset yang menyatakan kekerasan fisik, hukuman membuat siswa rajin belajar. Mengajarlah dengan hati, dengan kasih sayang!
Belajar itu bukanlah duduk, dengar, catat, dan hafal. Mengapa tidak menerapkan belajar sambil bekerja, learning by doing?
Duduk berbaris ke duduk dalam kelompok untuk memudahkan kerja sama
Mengapa harus belajar dalam ruang kelas? Mengapa tidak membawa siswa belajar di luar kelas? Mencatat hasil pengamatan terhadap tanaman.
Dulu siswa mencatat pada buku tulis dalam bentuk kalimat / alinea. Sekarang mencatat dalam bentuk mindmap. Mana yang lebih bagus?
Belajar itu haruslah menyenangkan
Kapan papan tulis dimuseumkan? Belajar yang benar adalah belajar yang mengaktifkan siswa, membuat siswa kreatif, dan mendorong pemecahan masalah.
Mengapa sekolah seperti kandang ayam? Mengapa tidak membuat sekolah dari bambu beratapkan ilalang seperti sekolah alam di Badung, Bali yang menarik sehingga bisa menarik bayaran mahal dari orang tua?
Dari guru sebagai komandan ke guru sebagai fasilitator
Mengapa perlu transformasi pendidikan
“Pendidikan adalah apa yang tetap ada setelah seseorang melupakan segala hal yang ia pelajari di sekolah” – Einstein
“Di negara-negara besar pendidikan publik akan selalu mediocre (bermutu pas-pasan), karena alasan yang sama bahwa di dapur-dapur yang besar memasak biasanya jelek” – Nietzsche
(Sumber: Chambers English Dictionary)
“Belajar adalah apa yang kebanyakan orang dewasa akan lakukan agar bisa hidup pada abad ke-21.” – Perelman
“Saya tidak dapat mengajarkan seseorang sesuatu pun, saya hanya dapat membuat mereka berpikir.”
- Socrates
(Sumber: http://www.etni.org.il/quotes/education.htm)
Apa makna transformasi?
Transformasi adalah:
Perlunya transformasi
“Guru-guru pada umumnya tidak menggunakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), atau jika mereka gunakan, seringkali dengan rasa enggan, dan pola yang digunakan hanya sedikit saja memanfaatkan potensi yang dimiliki. Hal ini tidak mencerminkan transformasi cara kita belajar.” – Wheeler
(Sumber: Wheeler, S. (2005) Transforming Primary ICT, p 1)
Jika Anda ingin membaca posting ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik file ini!
Posting ini ditulis untuk menjawab tantangan yang tercantum pada cerita ini. Silahkan baca juga posting ini!
http://sbelen.wordpress.com/2012/03/31/seorang-bapak-100-tahun-yang-lalu/
Pendidikan karakter = pendidikan hati
Kemajuan sebuah negara amat ditentukan oleh karakter penduduknya
Sejak tahun 2010 Kemdiknas telah meluncurkan 3 program, yaitu
pendidikan karakter, belajar aktif, dan pendidikan kewirausahaan &
ekonomi kreatif. Ketiga program ini dikembangkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Kemdiknas dan telah disosialisasikan ke berbagai unit relevan di Kemdiknas, kepala dinas pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten / kota, LPMP, dan perguruan tinggi. Diharapkan semua lembaga yang relevan menganggarkan dana untuk pelatihan guru, kepala sekolah, dan pengawas dari tingkat PAUD / TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, pendidikan non-formal dan pelatihan dosen di PT.
Tampaknya dari ketiga program ini, pendidikan karakter cenderung
disambut lebih entusias, mungkin karena amat relevan dengan kondisi bangsa saat ini dan dipandang sebagai ganti pendidikan budi pekerti yang telah hilang dalam kurikulum.
Pendidikan karakter dilaksanakan melalui tiga proses, yaitu proses
peneladanan, proses pembiasaan, dan proses pembelajaran. Khusus untuk proses pembelajaran, para guru didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam silabus dan RPP yang disusun.
Tampaknya banyak dinas pendidikan di daerah belum menganggarkan dana untuk pelatihan pendidikan karakter dan Kemdiknas Pusat pun tidak bisa memaksa dinas pendidikan di daerah untuk segera mensosialisasikan program ini.
Sesuai dengan arahan dari Kemdiknas, dalam proses pembelajaran
pendidikan karakter sebaiknya dilakukan dengan pendekatan belajar
aktif karena the method is the message itself. Belajar aktif lebih
mampu mendorong tumbuhkembang nilai-nilai karakter, seperti kerja
sama, rasa ingin tahu, gemar membaca, kreativitas, peduli sosial, dan
saling menghargai.
Akhir tahun 2011 dan awal 2012 ini kami telah menatar guru, kepala sekolah, dan pengawas di Ambon bersama Save the Children dan di Riau dan Tenggarong, Kaltim bersama Penerbit Erlangga.
Jika Anda ingin mendapatkan gambaran workshop pendidikan karakter yang telah kami lakukan, silahkan klik file powerpoint berikut ini!
Workshop Pendidikan Karakter di Kaltim, Riau & Ambon
Semoga bermanfaat.